Ketika Aku di Jalan

Ilham Rusydi Akhlak Muamalah 0 Comments

Agama islam adalah agama yang sempurna. Alloh telah memuliakan setiap penganutnya dengan kesempurnaan ajaran-ajarannya. Maksudnya adalah dengan mengamalkan ajaran islam kita akan menjadi mulia di sisi Alloh dan makhlukNya.

Fokus bahasan pada tulisan ini yaitu tentang adab ketika di jalan. Berikut ini adalah adab seorang muslim ketika berada di jalan.

1. Berjalan dengan wajar dan tawaddhu’ tanpa rasa sombong dan angkuh

Hal ini berdasarkan firman Allah dalam surat luqman ayat 18.

.وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا, إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri. (QS. Luqman:18)

2. Menjaga pandangan dari hal-hal yang diharamkan Allah

Hal ini berdasarkan dalam firman Allah dalam Surat An-Nur ayat 30 dan 31.

.قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. (QS. An-Nur:30)

Menjaga pandangan berlaku juga bagi kaum perempuan yaitu pada ayat selanjutnya.

وَقُل لِّلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ

Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. (QS. An-Nur:31)

3. Tidak membuang sampah atau kotoran di jalan atau tempat berteduh

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

.اتَّقُوا اللَّعَّانَيْنِ. قَالُوا وَمَا اللَّعَّانَانِ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ : الَّذِى يَتَخَلَّى فِى طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ فِى ظِلِّهِمْ

Hati-hatilah dengan al la’anain!” Para sahabat bertanya, “Siapa itu al la’anain, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “Mereka adalah orang yang buang hajat di jalan dan tempat bernaungnya manusia.” (HR. Muslim:269)

4. Menyingkirkan gangguan di jalan

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu bahwasannya Rasulullah SAW bersabda,

. َاْلاِيْمَانُ بِضْعٌ وَ سِتُّوْنَ اَوْ سَبْعُوْنَ شُعْبَةً، اَدْنَاهَا اِمَاطَةُ اْلاَذَى عَنِ الطَّرِيْقِ، وَ اَرْفَعُهَا قَوْلُ لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ

Iman itu ada enam puluh cabang lebih atau tujuh puluh cabang lebih. Yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan, dan yang paling tinggi ialah ucapan لاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ. (Muttafaqun Alaihi)

5. Mengucapkan salam kepada sesama muslim baik yang kenal maupun tidak dikenal

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ada seseorang bertanya pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai islam bagaimana yang baik. Beliau menjawab,

.تُطْعِمُ الطَّعَامَ ، وَتَقْرَأُ السَّلاَمَ عَلَى مَنْ عَرَفْتَ ، وَعَلَى مَنْ لَمْ تَعْرِفْ

Memberikan makan (pada orang yang membutuhkan), serta mengucapkan salam pada orang yang dikenal dan yang tidak dikenal.” (HR. Bukhari:6236).

6. Bagi kaum wanita hendaknya berjalan dipinggir sehingga tidak menimbulkan ikhtilath (campur baur laki perempuan)

Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam tatakala beliau melihat ikhtilat antara laki-laki dan perempuan. Sehingga beliau mengatakan kepada para wanita,

.اسْتَأْخِرْنَ فَإِنَّهُ لَيْسَ لَكُنَّ أَنْ تَحْقُقْنَ الطَّرِيقَ عَلَيْكُنَّ بِحَافَّاتِ الطَّرِيقِ

Minggirlah kamu, karena sesungguhnya kamu tidak berhak berjalan di tengah jalan, kamu wajib berjalan di pinggir jalan. (HR. Abu Dawud)

Tulisan diambil dari kitab adabul muslim yang disusun oleh Divisi Ilmiyah Darul Wathan.

Mahasiswa aktif Teknik Informatika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*