Mewujudkan Impian Menjadi Ahli Hadits Masa Kini

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Ilmu Hadits 0 Comments

Para ulama menjelaskan bahwa menuntut ilmu itu perlu tadarruj (tahapan-tahapan). Sayangnya kita melihat penuntut ilmu masa kini inginnya yang instan-instan. Inginnya belajar setahun langsung jadi ustadz, syaikh, atau ahli hadits. Akhirnya keinginan mereka tidak tercapai karena menyalahi kurikulum kaum salaf, sehingga mereka pun jenuh, bosan, dan meninggalkan belajar, bahkan tidak ingin belajar lagi selama-lamanya. Kesalahan besar yang terjadi pada mereka adalah keinginan mereka untuk menaiki tangga al-hafizh dalam sekali lompatan dan loncatan, hingga dia terjatuh dan hancur semangat dan keinginannya untuk belajar. Padahal seharusnya dia menapaki tangga itu satu demi satu, sedikit demi sedikit.

Imam az-Zuhri (w. 124 H) berkata:

الْعِلْمُ وَادٍ، فَإِنْ هَبَطْتَ وَادِيًا فَعَلَيْكَ بِالتُّؤَدَةِ حَتَّى تَخْرُجَ مِنْهُ، فَإِنَّكَ لَا تَقْطَعُ حَتَّى يَقْطَعَ بِكَ

“Ilmu adalah lembah. Jika kamu menuruni lembah, maka kamu harus berjalan perlahan sampai keluar darinya. Sebab, kamu tidak akan bisa melintasinya hingga ia yang melintasimu.”

Imam az-Zuhri juga berkata:

إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ إِنْ أَخَذْتَهُ بِالْمُكَاثَرَةِ غَلَبَكَ وَلَمْ تَظْفَرْ مِنْهُ بِشَيْءٍ، وَلَكِنْ خُذْهُ مَعَ الْأَيَّامِ وَاللَّيَالِي أَخْذًا رَفِيقًا تَظْفَرْ بِهِ

“Sungguh jika kamu mengambil ilmu ini dengan jumlah banyak, maka kamu akan kalah dan tidak mendapatkan apa-apa. Namun, ambillah bersama siang dan malam secara halus, maka kamu akan mendapatkannya.”

Tadarruj ini sangat menentukan dalam mewujudkan impian seseorang untuk menjadi al-hafizh. Mari kita bersama-sama mewujudkan impian itu.

Penulis akan menyebutkan 9 tadarruj yang sangat penting diketahui dan dilangkahi.

  1. Perdalam Bahasa Arab

Hadits berbahasa Arab, maka mustahil bila ada seseorang yang ingin ahli dalam hadits tetapi tidak tahu bahasa Arab. Ibaratnya ada seseorang yang ingin mengambil mutiara di dasar laut tetapi tidak tahu-menahu tentang menyelam dan berenang, lalu dipaksakan. Kira-kira apa yang terjadi setelah itu?

Memang benar, tanpa belajar bahasa Arab pun seseorang tetap mampu menghafal hadits. Hanya saja, menempuh jalan ini akan menimbulkan efek samping yang akut seperti cepat futur, lambat menghafal, hafalan tidak kuat, banyak mengeluh, tidak bisa mengambil manfaat dari hafalan, dan yang lebih berat dari itu kebanyakan pemahamannya menyimpang dari maksud hadits.

Imam asy-Sya’bi (w. 105 H) berkata:

النَّحْوُ فِي الْعِلْمِ كَالْمُلْحِ فِي الطَّعَامِ لاَ يَسْتَغْنِى عَنْهُ

“Nahwu bagi ilmu bagaikan garam bagi makanan yang pasti dibutuhkan.”

Kedudukan bahasa Arab bagi ahli hadits seperti kedudukan air bagi kehidupan di mana tidak ada kehidupan tanpa air, begitu pula tidak ada hadits tanpa bahasa Arab.

Imam asy-Syafi’i (w. 204 H) berkata:

الْعِلْمُ بِهِ عِنْدَ الْعَرَبِ كَالْعِلْمِ بِالسُّنَّةِ عِنْدَ أَهْلِ الْفِقْهِ

“Ilmu bahasa Arab bagi orang Arab seperti ilmu sunnah bagi ahli fiqih.”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w. 728 H) berkata:

إِنَّ اللّٰهَ تَعَالَى لَمَّا أَنْزَلَ كِتَابَهُ بِاللِّسَانِ الْعَرَبِي وَجَعَلَ رَسُوْلَهُ مُبَلِّغاً عَنْهُ لِلْكِتَابِ وَالْحِكْمَةِ بِلِسَانِهِ الْعَرَبِي وَجَعَلَ السَّابِقِيْنَ إِلَى هَذَا الدِّيْنِ مُتَكَلِّمِيْنَ بِهِ، لَمْ يَكُنْ سَبِيْلٌ إِلَى ضَبْطِ الدِّيْنِ وَمَعْرِفَتِهِ إِلاَّ بِضَبْطِ اللِّسَانِ. وَصَارَتْ مَعْرِفَتُهُ مِنَ الدِّيْنِ، وَصَارَ اعْتِبَارُ التَكَلُّمِ بِهِ أَسْهَلَ عَلَى أَهْلِ الدِّيْنِ فِي مَعْرِفَةِ دِيْنِ اللّٰهِ وَأَقْرَبَ إِلَى إِقَامَةِ شَعَائِرِ الدِّيْنِ وَأَقْرَبَ إِلَى مُشَابَهَتِهِمْ لِلسَّابِقِيْنَ الْأَوَّلِيْنَ مِنَ الْمُهَاجِرِيْنَ وَالْأَنْصَارِ فِي جَمِيْعِ أُمُورِهِمْ

“Sesungguhnya Allah ta’ala ketika menurunkan Kitab-Nya dengan bahasa Arab dan menjadikan Rasul-Nya menyampaikan al-Kitab dan as-Sunnah dengan bahasa Arab serta menjadikan orang-orang terdahulu masuk Islam berbicara dengan bahasa ini, maka tidak ada jalan untuk mendalami agama ini dan mengenalnya kecuali dengan mendalami bahasa ini. Jadilah mempelajarinya bagian dari agama dan jadilah mempraktikkan berbicara dengannya lebih mempermudah ahli agama dalam mempelajari agama Allah, lebih dekat kepada menegakkan syiar-syiar agama, dan lebih dekat kepada menyerupai orang-orang terdahulu yang masuk Islam dari kalangan Muhajirin dan Anshar dalam semua aspek urusan mereka.”

Syaikh al-Albani (w. 1420 H) berkata, “Al-Kitab dan as-Sunnah tidak mungkin bisa dipahami –begitu pula cabang dari keduanya– kecuali lewat jalan bahasa Arab.”

Kesimpulannya, sebelum menempuh perjalanan ilmiah hadits hendaknya menempuh dulu jalan bahasa Arab dan hal ini tidak bisa ditawar-tawar bagi yang memang ingin ahli dibidang hadits baik hafalan, riwayat, maupun dirayah. Bahkan, mempelajari bahasa Arab adalah yang pertama kali sebelum mempelajari ilmu-ilmu yang lain.

Imam Abu Bakar al-Baihaqi (w. 458 H) berkata:

وَيَنْبَغِي لِمَنْ أَرَادَ طَلَبَ الْعِلْمِ وَلَمْ يَكُنْ مِنْ أَهْلِ لِسَانِ الْعَرَبِ أَنْ يَتَعَلَّمَ اللِّسَانَ أَوَّلًا وَيَتَدَرَّبَ فِيهِ

“Sepatutnya bagi seseorang yang ingin menuntut ilmu sementara dia bukan ahli berbahasa Arab untuk pertama kalinya dengan mempelajari bahasa Arab dan mempraktikannya.”

Siapa yang menguasai bahasa Arab maka ilmu-ilmu yang lain akan terasa mudah baginya. Ibarat ada gudang berisi sejumlah perbendaharaan melimpah baik harta, makanan, barang berharga, dan warisan-warisan yang memiliki pintu terkunci rapat. Siapa yang memiliki kuncinya, berarti semua perbendaharaan di dalamnya bisa dimilikinya. Kunci itu tidak lain adalah bahasa Arab.

Abu Hayyan mengisahkan dalam kitab Muhâdharâtul Ulamâ`: telah menceritakan kepada kami al-Qadhi Abu Hamid Ahmad bin Biysr. Dia berkata, “Pada suatu hari al-Farra`–ahli bahasa Kufah– berada di samping Muhammad bin al-Hasan –ahli fiqih Kufah–. Mereka berdiskusi tentang fiqih dan nahwu. Al-Farra` unggul dalam nahwu daripada fiqih, sementara Muhammad bin al-Hasan unggul dalam fiqih daripada nahwu. Al-Farra` berkata, ‘Tidaklah seseorang diberi nikmat mahir bahasa Arab lalu menginginkan ilmu lain melainkan akan mudah baginya.’ Muhammad bin al-Hasan menimpali, ‘Sungguh kamu telah diberi nikmat itu. Kalau begitu, aku akan bertanya kepadamu tentang masalah fiqih.’ Dia menjawab, ‘Datangkanlah, dengan berkah dari Allah.’ Dia bertanya, ‘Apa pendapatmu tentang seseorang yang shalat lalu lupa dalam shalatnya, lalu dia lupa lagi sehingga sujud sahwi dua kali?’ Al-Farra` berpikir sesaat lalu menjawab, ‘Tidak masalah.’ Muhammad bin al-Hasan bertanya, ‘Kenapa bisa begitu?’ Dia menjawab:

لِأَنَّ التَّصْغِيْرَ عِنْدَنَا لَيْسَ لَهُ تَصْغِيْرٌ، وَإِنّمَا سَجْدَةُ السَّهْوِ تَمَامُ الصّلَاةِ وَلَيْسَ لِلتَّمَامِ تَمَامٌ

‘Karena tashghir (sesuatu yang diperkecil) di sisi kami tidak bisa lagi ditashghir. Sesugguhnya sujud sahwi adalah untuk menyempurnakan shalat sementara sesuatu yang telah sempurna tidak bisa disempurnakan lagi.’ Akhirnya Muhammad bin al-Hasan berkata:

مَا ظَنَنْتُ أَنَّ آدَمِيًّا يُلِدُ مِثْلَكَ

‘Aku tidak menyangka bahwa ada keturunan Adam yang melahirkan orang sepertimu.’”

Pembahasan ini adalah pembahasan yang sangat penting. Namun sayang penulis tidak akan berpanjang lebar di sini karena penulis suka untuk menghindari pengulangan-pengulangan. Bagi yang suka bisa merujuk ke buku penulis Ada Apa dengan Bahasa Arab? Di sana penulis jelaskan berbagai hal tentang bahasa Arab meliputi sejarahnya, perhatian kaum salaf terhadapnya, metode mempelajarinya, dan hal-hal penting lainnya yang mencukupi insya Allah. Silahkan dirujuk.[]

Untuk 8 tadarruj berikutnya, silahkan baca langsung di buku aslinya hal 36-104.[]

* Dinukil dari Mungkinkah Aku Hafal Satu Juta Hadits Seperti Imam Ahmad? hal. 31-36 cet Pustaka Syabab karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730 219 208.

Artikel: http://thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*