Makanan dan Minuman Yang Perlu Dikonsumsi Penghafal Hadits

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Ilmu Hadits 0 Comments

Makanan yang Perlu Dikonsumsi

Allah subhanahu wa ta’ala menyukai orang-orang yang tidak berpangku tangan dalam menyambut takdir baik. Memang semuanya terjadi atas takdir Allah tetapi Allah memerintahkan manusia untuk berusaha dan menempuh jalan-jalannya. Di antara jalan untuk menguatkan hafalan adalah mengkonsumi beberapa jenis makanan: madu, kismis (anggur kering), habbatus sauda` (jinten hitam), kurma, dan susu.

a) Madu

Imam az-Zuhri (w. 124 H) berkata:

عَلَيْكَ بِالْعَسَلِ فَإِنَّهُ جَيِّدٌ لِلْحِفْظِ

“Minumlah madu karena ia baik untuk menghafal.”

Dikatakan bahwa terapi penyembuhan penyakit itu ada dua, yaitu al-Qur`an dan madu. Seolah-olah penyakit rohani diterapi dengan al-Qur`an sementara penyakit jasmani diterapi dengan madu. Makanan yang secara tegas disebutkan di al-Qur`an untuk penyembuhan adalah madu. Ini menunjukkan kedudukan agung madu sebagai obat karena datang dari pemberitaan wahyu. Allah berfirman:

 “Di dalamnya (madu) ada kesembuhan bagi manusia.”

Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) berkata, “Maksudnya, di dalam madu ada penyembuh bagi manusia dari segala penyakit yang menjangkiti mereka.”

Al-Hafizh Ibnul Jauzi (w. 597 H) berkata, “Dhamir “nya” di sini kembali kepada madu. Ini diriwayatkan oleh al-Aufi dari Ibnu Abbas, dan ini juga pendapat Ibnu Mas’ud. Para ulama berselisih apakah penyembuh di sini untuk penyakit tertentu atau tidak? Ada dua pendapat: pertama bahwa dia umum untuk berbagai penyakit. Ibnu Mas’ud berkata, ‘Madu adalah penyembuh dari segala penyakit.’ Qatadah berkata, ‘Di dalam madu ada penyembuh bagi manusia dari berbagai penyakit.’ (Hal ini berdasarkan hadits) Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa dia berkata, ‘Seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Saudaraku sakit perut.’ Lalu beliau bersabda, ‘Beri dia minum madu.’ Lalu dia memberinya minum madu lalu kembali dan berkata, ‘Aku telah memberinya minum madu tetapi justru bertambah sakitnya.’ Beliau bersabda, ‘Beri dia minum madu.’ Disebutkan dalam hadits sampai ucapan, ‘Lalu dia sembuh pada kali yang ketiga atau yang keempat.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Allah mahabenar dan perut saudaramu telah berdusta.’ Dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim. Yang dimaksud “Allah mahabenar” adalah kebenaran ayat ini.

Yang kedua: bahwa ia untuk menyembuhkan penyakit-penyakit yang memang bisa disembuhkan oleh madu, ini pendapat as-Suddi. Tafsir yang benar adalah ia mencakup keumuman. Ibnul Anbari berkata, ‘Pada umumnya madu bisa bereaksi pada segala jenis penyakit dan mencakup sebagai obat-obatan. Jika ada seseorang yang tidak cocok dengannya, sungguh ia telah cocok bagi kebanyakan orang. Ini seperti pepatah Arab:

الْمَاءُ حَيَاةُ كُلِّ شَيْءٍ، وَقَدْ نَرَى مَنْ يَقْتُلُهُ الْمَاءُ

‘Air adalah kehidupan segala sesuatu tetapi kita terkadang melihat ada yang dibunuh oleh air.’

Konteks kalimat untuk menunjukkan keumuman.’”

Madu mengandung vitamin, mineral, protein, antiseptik, dan enzim yang bisa meningkatkan daya ingat juga kecerdasan mental seseorang. Dengan kandungan zat galian yang dimilikinya, ia mampu meningkatkan kesehatan fisik dan mental. Zat galian adalah manganese (belerang), klorin, silica, kuprum, potassium (kalium), magnesium, sulfur, karbon, kalsium, fosforus,  dan zat besi. Dua sendok teh tiap pagi dan malam adalah cara minum madu yang baik.

Madu mengandung glukosa (gula anggur), fruktosa (gula buah), sukrosa (gula tebu), dan maltosa (gula gandum). Glukosa dan fruktosa menghasilkan suplai glikogen dalam hati. Memakan satu sendok madu asli sebelum tidur akan meningkatkan fungsi otak, karena fruktosa yang terkandung dalam madu menjadi energi cadangan di dalam hati dan bekerja di otak semalaman. Tak heran, madu menjadi rahasia penambah energi bagi atlet zaman Yunani kuno yang menghadapi olimpiade.

Di dalam madu juga terkandung berbagai vitamin yang hampir memenuhi seluruh vitamin yang dibutuhkan oleh manusia, yaitu : A, B1, B2, B3, B5, B6, D, K, E, Uric Acid, dan asam nikotinat. Bahkan berdasarkan hasil penelitian ahli gizi dan pangan, madu mengandung karbohidrat yang paling tinggi di antara produk ternak lainnya: susu, telur, daging, keju, dan mentega sekitar (82,3% lebih tinggi). Setiap 100 gram madu murni bernilai 294 kalori atau perbandingan 1.000 gram madu murni setara dengan 50 butir telur ayam atau 5,675 liter susu atau 1.680 gram daging. Dari hasil penelitian terbaru ternyata zat-zat atau senyawa yang ada di dalam madu sangat komplek yaitu mencapai 181 jenis.

Di dalam madu juga terdapat kandungan mineral dan garam seperti: besi, sulfur, magnesium, kalsium, kalium, sodium, klorin, tembaga, krom, nikel, lead, silica, mangan, alumunium, aurum, lithium, thin, zink, dan titanium. Sungguh menakjubkan, karena semua mineral tersebut merupakan komposisi tanah yang darinya manusia diciptakan.

Di dalam madu juga terkandung bermacam-macam enzim dan asam yang sangat penting untuk kehidupan dan aktivitas tubuh manusia, misalnya: enzim amilase, enzim katalase, enzim fosfolirase, dan beberapa enzim lainnya.

Adapun macam-macam asam yang terkandung dalam madu adalah: formic acid, lactic acid, atric acid, tartaric acid, oxalid acid asam fosfat, dan asam glukomat.

Di dalam madu juga terkandung hormon-hormon kuat yang berfungsi menggiatkan dan memacu kerja organ-organ tubuh. Karena itu di dalam madu juga terkandung antibiotik yang melindungi manusia dari seluruh penyakit dan membunuh berbagai bakteri dan mikroba.

Telah diketahui pula bahwa di dalam madu terdapat dotorium (hydrogen berat) yang berfungsi sebagai anti kanker.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنْ كَانَ فِى شَىْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ -أَوْ يَكُونُ فِى شَىْءٍ مِنْ أَدْوِيَتِكُمْ- خَيْرٌ فَفِى شَرْطَةِ مِحْجَمٍ، أَوْ شَرْبَةِ عَسَلٍ، أَوْ لَذْعَةٍ بِنَارٍ تُوَافِقُ الدَّاءَ، وَمَا أُحِبُّ أَنْ أَكْتَوِيَ»

“Jika ada sesuatu dari obat kalian –atau jika ada sesuatu dari obat kalian– yang bisa menyembuhkan, maka ia ada pada bekam, minum madu, atau mengecos dengan besi panas pada luka tetapi saya tidak suka kay (pengobatan dengan besi panas ini).”

Adapun untuk kemampuan otak yang mengagumkan, madu adalah pilihan yang tepat. Madu dapat meningkatkan perkembangan mental anak-anak dalam semua bidang. Laju perjalanan glukosa ke otak yang cepat berguna untuk mempertahankan fungsi normal dari nutrisi penting otak. Asetilkolin merupakan bahan penting untuk meningkatkan memori, dan vitamin untuk meningkatkan kegiatan berpikir dalam otak dengan normal. Mineral penting untuk menjaga fungsi otak yang dapat meningkatkan kemampuan berpikir, kalsium dapat memastikan otak bekerja ulet dan intens, dan germanium dapat meningkatkan kecerdasan.

Madu mendukung keseimbangan asam-basa dalam tubuh yang kaya garam anorganik. Garam anorganik dalam tubuh manusia dapat dikombinasikan dengan bahan-bahan asam, sehingga memberikan kontribusi untuk keseimbangan asam-basa, tubuh dapat menghilangkan kelelahan.

Pakar obat tradisional Prof. Hembing Widjayakusumah berkata, “Aneka zat yang terdapat dalam madu berkhasiat bagi perkembangan otak anak, terutama zat gulanya yang sangat dibutuhkan otak untuk melaksanakan fungsinya secara optimal.”

Fakta ilmiah lain tentang madu telah dibicarakan oleh para ilmuwan yang bertemu pada Konferensi Apikultur Sedunia (World Apiculture Conference) yang diselenggarakan pada tanggal 20-26 September 1993 di Cina. Konferensi tersebut membahas pengobatan dengan menggunakan ramuan yang berasal dari madu. Para ilmuwan Amerika mengatakan bahwa madu, royal jelly, serbuk sari, dan propolis dapat mengobati berbagai penyakit. Seorang dokter Rumania mengatakan bahwa ia mengujikan madu untuk pengobatan pasien katarak, dan 2.002 dari 2.094 pasiennya sembuh total. Para dokter Polandia juga menyatakan dalam konferensi tersebut bahwa resin lebah dapat membantu penyembuhan banyak penyakit seperti wasir, masalah kulit, penyakit ginekologis, dan berbagai penyakit lainnya.

Dari al-Laits bin Sa’ad, dari Ibnu Syihab bahwa dia bercakap-cakap dengan bersulang madu, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh kebanyakan orang-orang pada malam hari. Mereka berkata, “Berilah kami minum dan bertuturlah kepada kami.” Dia banyak minum madu dan tidak makan buah-buahan sedikitpun.

Menjauhi buah-buahan secara mutlak perlu ditinjau ulang. Para penduduk surga sebelum dihidangkan daging, terlebih dahulu dihidangkan buah-buahan. Di antara dalil yang digunakan oleh yang berpendapat ini adalah firman Allah:

“Dan Kami berikan mereka buah-buahan dan daging melimpah menurut selera mereka.”

Begitu pula Allah memerintahkan Nabi Yahya untuk memakan buah-buahan pasca sakit berat beberapa lama di perut ikan. Allah berfirman:

 “Dan Kami tumbuhkan untuknya sebatang pohon dari jenis labu.”

Dijelaskan oleh sebagian pakar kesehatan bahwa mendahulukan buah-buahan sebelum makan daging membantu memudahkan pencernaan, menjaga kesehatan, dan beberapa manfaat lainnya.

Menurut kaum Yahudi memakan hidangan berkarbohidrat (roti dan nasi) kemudian ditutup dengan buah-buahan menyebabkan ngantuk. Mereka mengetahui kaidah penemuan ini, sehingga sebelum makan menu utama, mereka mendahuluinya dengan buah-buahan.

Penulis berpendapat tidak masalah mengkonsumsi buah-buahan bagi para penghafal hanya saja tidak berlebihan, tetapi yang terbaik adalah menghindarinya ala kadarnya karena terdapat riwayat bahwa Abu Bakar al-Anbari tidak menyentuh buah-buahan sedikitpun saat dijamu oleh Khalifah ar-Radhi Billah, lalu saat beliau sakit keras meminta keluarganya untuk mendatangkan buah-buahan yang lezat lalu memakannya dengan lahap. Ketika ditanya beliau menjawab, “Aku merasa sakit ini akan mengantarkanku kepada kematian, sehingga aku tidak begitu khawatir dengan hafalanku.” Setelah itu beliau wafat. Orang-orang pada zamannya mengatakan, “Abu Bakar al-Anbari adalah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah dalam menghafal,” karena saking banyak dan kuat hafalannya. Allahu a’lam.

b) Kismis

Kismis adalah anggur yang telah dikeringkan dan rasanya manis karena kandungan zat gula yang melimpah di dalamnya. Nama lain kismis adalah zabib (Arab), grape seed/raisin (Inggris), dan vitis vinifera (Latin/Saintifik).

Imam az-Zuhri (w. 124 H) berkata:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَحْفَظَ الْحَدِيثَ فَلْيَأْكُلِ الزَّبِيبَ

“Barangsiapa yang suka menghafal hadits, hendaklah makan kismis.”

Imam al-Hakim menjelaskan, “Karena kismis Hijaz itu panas, manis, lembut, agak kering, dan menghilangkan lendir.”

Dalam riwayat Abu Ja’far ath-Thusi disebutkan bahwa kismis dapat menghilangkan lendir dan menyehatkan jiwa.

Sebanyak 60% berat kismis terdiri dari gula, di mana separuh darinya adalah fruktosa dan separuh lagi adalah glukosa. Kismis sangat tinggi kandungan antioksidannya sebanding dengan buah prune dan aprikot. Terdapat sekitar 54% zat gula dengan berat 90 gram dari sekitar 165 gram berat kismis. Fruktosa dan glukosa berguna untuk meningkatkan, menajamkan, dan menguatkan daya ingatan. Penjelasannya, otak manusia memerlukan zat gula secara cepat dengan kadar yang banyak agar bisa bekerja dengan baik dan kismis dapat menyediakan keperluan itu dalam jumlah yang banyak dan cepat.

Juga, hal ini disebabkan otak yang kekurangan oksigen akan menyebabkan rasa kantuk, lemah ingatan, dan mudah lupa. Kismis mengandung zat besi yang diperlukan untuk mengatur peredaran darah dan menyediakan pasokan oksigen yang akhirnya akan dikirim ke otak.

Prof. Hembing Widjayakusumah berkata, “Jika suplai darah dan oksigen ke otak lancar, maka daya ingat bisa menjadi lebih baik.”

Seorang ibu kebangsaan Malaysia menulis di internet –dengan pengeditan ke bahasa Indonesia–, “Saya telah mempraktekkan kepada anak-anak saya untuk mengkonsumsi kismis setiap hari dan al-hamdulillah walaupun tanpa tuisyen, hasil pemeriksaan amat membanggakan. Di antaranya Nurul Amerah (16 tahun) mencapai UPSR 4A1B dan PMR 8A, Nurul Ezzati (14 tahun) mencapai UPSR 5A, Muhammad Naim (9 tahun) juara satu di kelasnya, dan Nurul Izzyan (6 tahun) sudah bisa membaca, menulis, dan menghitung dengan lancar.”

Selain itu, kismis sendiri mampu menurunkan kadar radikal bebas. Radikal bebas merupakan senyawa yang dapat merusak sel dan membuat tubuh sulit untuk kembali bugar setelah berolahraga. Fakta ini terungkap dalam pertemuan tahunan American College of Nutrition. Para peneliti mempelajari delapan atlet triathlon yang berkompetisi dalam dua minggu yang terpisah. Pada satu perlombaan, mereka diberi makan kismis dan pada perlombaan lainnya tidak. Akhirnya Gene Spiller, Ph.D –pimpinan utama penelitian ini– menyimpulkan, “Kismis secara signifikan mengurangi jumlah kerusakan sel pada tubuh atlet akibat radikal bebas.” Dia menyarankan mengkonsumsi segenggam kismis sebelum berolahraga berat.

c) Habbatus Sauda`

Nama lain habbastus sauda` adalah jinten hitam (Indonesia), fennel flower (Inggris), habat et baraka (Mesir), nigella (Italia), nigelle (Prancis),  nidella (Jerman), black cumin/black seed (Amerika), dan black caraway (Eropa).

Habbatus sauda` mampu meningkatkan daya ingat, konsentrasi, dan kewaspadaan. Dengan kandungan asam linoleat (omega 6) dan asam linolenat (omega 3), habbatus sauda` merupakan nutrisi bagi sel otak untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan. Habbatus sauda juga memperbaiki peredaran darah mikro ke otak dan cocok diberikan kepada anak usia masa pertumbuhan maupun lansia.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«فِى الْحَبَّةِ السَّوْدَاءِ شِفَاءٌ مِنْ كُلِّ دَاءٍ إِلاَّ السَّامَ»

“Dalam habbatus sauda` ada penyembuh untuk segala penyakit kecuali kematian.”

d) Kurma

               Orang Yahudi dikenal sebagai orang-orang cerdas, dan al-Qur`an memberitahukan bahwa Allah telah melebihkan mereka dengan kecerdasan ini atas makhluk di bumi, terlepas dari kesesatan mereka dan kelicikan mereka bahkan mereka adalah manusia yang paling bertanggung jawab atas kekacauan umat manusia di bumi. Apa di antara langkah mereka dalam mewujudkan kecerdasan ini? Dr. Stephen Carr Leon melakukan penelitian selama 8 tahun untuk meneliti prilaku kecerdasan kaum Yahudi. Hasil penelitian menyebutkan bahwa kaum wanita mereka banyak mengkonsumsi kurma dan susu terutama di masa hamil dan masa menyusui. Namun, liciknya mereka menutup-nutupi hal ini dan merekomendasikan manusia dengan makanan-makanan lain sebagaimana yang dimuat di buku-buku yang beredar.

               Sebenarnya Islam telah memberitahukannya kepada kaum muslimin, yaitu saat Allah menjelaskan tentang Maryam si perawan suci yang disuruh Allah untuk menggoyangkan pohon kurma agar berguguran ruthabnya (kurma basah) pasca melahirkan Isa ‘alaihissalam. Allah mengisahkan:

“Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu agar ia menggugurkan kepadamu ruthab yang masak.”

Jika kita menilik sejarah kaum salaf dahulu, makanan keseharian mereka adalah kurma. Diriwayatkan bahwa di antara makanan keseharian Imam an-Nawawi adalah kurma. As-Sakhawi berkata, “Dia ridha meluruskan tulang sulbinya dan menutupi kebutuhan hidupnya dengan apa yang dikirimkan oleh ayahnya berupa kue Ka’ak kering dan Tin Haurani atau cukup dengan roti. Dia tidak makan kecuali satu jenis lauk berupa madu, kurma, cuka, atau minyak.” Begitu pula telah diriwayatkan bahwa di antara makanan keseharian Imam asy-Syafi’i adalah kurma dan roti kering.

               Sungguh telah shahih bahwa Rasulullah makan kurma begitu pula para shahabatnya. Urwah bin Zubair bin Awwam menceritakan bahwa Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata kepadanya:

ابْنَ أُخْتِي، إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الْهِلاَلِ، ثُمَّ الْهِلاَلِ، ثَلاَثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ، وَمَا أُوقِدَتْ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ. فَقُلْتُ: يَا خَالَةُ، مَا كَانَ يُعِيشُكُمْ؟ قَالَتْ: الأَسْوَدَانِ: التَّمْرُ وَالمَاءُ، إِلَّا أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِيرَانٌ مِنَ الأَنْصَارِ، كَانَتْ لَهُمْ مَنَائِحُ، وَكَانُوا يَمْنَحُونَ رَسُولَ اللّٰهِ صَلَّى اللّٰهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَلْبَانِهِمْ، فَيَسْقِيْنَا

“Wahai putra saudariku, kami dulu benar-benar melihat bulan sabit, lalu bulan sabit, tiga bulan sabit dalam dua bulan, sementara api tidak mengepul di rumah-rumah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Aku bertanya, “Wahai bibi, lantas dengan apa kalian makan?” Dia menjawab, “Dengan aswadan yaitu kurma dan air. Hanya saja Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki tetangga Anshar yang memiliki manihah (kambing/unta betina). Mereka memberi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam susu perahannya lalu kami meminumnya.”

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ تَصَبَّحَ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ ذَلِكَ الْيَوْمَ سَمٌّ وَلاَ سِحْرٌ»

“Barangsiapa yang memasuki pagi memakan tujuh kurma ajwah, maka pada hari itu racun dan sihir tidak akan membahayakannya.”

Cukuplah menjadi kemuliaan kurma saat Allah menjadikan-Nya sebagai tanda kebesaran-Nya. Allah berfirman:

 “Dengan air itu Allah menumbuhkan untuk kalian tanaman, zaitun, kurma, anggur, dan berbagai buah-buahan. Sesungguhnya pada demikian itu terdapat tanda bagi kaum yang berpikir.”

e) Susu

Enam kelas makanan yang diperlukan terdapat dalam susu yaitu air, mineral, lemak, karbohidrat, protein, dan semua jenis vitamin. Susu yang terbaik untuk mempertajam otak dan pikiran adalah susu kambing di samping susu lembu yang segar. Susu yang pekat/cair lebih baik khasiatnya dibandingkan susu tepung. Susu segar juga bisa menguatkan tulang belakang, meningkatkan kecerdasan, memperbaiki penglihatan, dan mencegah/menghindari kelupaan. Aturan minum susu yang baik adalah lebih kurang segelas pada waktu pagi dan malam. Sungguh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum susu kambing sebagaimana yang terdapat pada hadits-hadits yang shahih.

Cukuplah menjadi kemuliaan susu saat Allah menjadikannya sebagai salah satu dari empat minuman utama penduduk surga. Allah berfirman:

 “Dan sungai-sungai susu yang tidak berubah rasanya.”

Imam Ibnu Syihab az-Zuhri telah mempraktekkannya dengan mengkonsumsi makanan-makanan tersebut dan hasilnya beliau menjadi imam dalam menghafal, setelah taufiq dari Allah. Disebutkan bahwa beliau menghafal al-Qur`an hanya dalam 2 bulan 20 hari.

Imam adz-Dzahabi berkata, “Bukti (kekuatan) hafalan az-Zuhri adalah bahwa dia hafal al-Qur`an dalam 80 malam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh keponakannya, Muhammad bin Abdullah.”

Imam az-Zuhri berkata:

مَا اسْتَعَدْتُ حَدِيثًا قَطُّ، وَلا شَكَكْتُ فِي حَدِيثٍ إِلا حَدِيثًا وَاحِدًا فَسَأَلْتُ صَاحِبِي فَإِذَا هُوَ كَمَا حَفِظْتُ

“Aku tidak pernah mempersiapkan hadits sama sekali. Aku tidak pernah ragu dalam suatu hadits kecuali satu hadits saja lalu aku tanyakan kepada temanku, ternyata hadits tersebut persis seperti yang aku hafal.”

Abu Bakar al-Hudzali berkata, “Aku duduk di majlis al-Hasan dan Ibnu Sirin, dan aku tidak melihat seorang pun yang lebih mulia darinya,” yakni az-Zuhri.

Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin masyhur dikenal sebagai ulama besar Bashrah dan mereka lebih tua dan lebih tinggi tingkatan thabaqahnya daripada az-Zuhri. Hanya saja ilmu adalah anugerah dan anugerah Allah diberikan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki dan Allah pemilik karunia yang besar.

Dari Ja’far bin Rabi’ah bahwa dia berkata, “Aku berkata kepada Irak bin Malik, ‘Orang yang paling faqih dari penduduk Madinah dan yang paling tahu tentang sesuatu yang telah berlalu dari urusan manusia adalah Sa’id bin al-Musayyib. Adapun yang paling melimpah haditsnya di antara mereka adalah Urwah bin az-Zubair. Tidaklah engkau berkehendak untuk memancarkan lautan dari Ubaidullah bin Abdullah melainkan engkau pasti bisa memancarkannya.” Irak berkata, “Namun yang paling berilmu di antara mereka semua menurutku adalah Ibnu Syihab, karena dia mengumpulkan ilmu mereka semua pada ilmunya.”

b. Makanan yang Perlu Dihindari
a) Apel

Adapun makanan yang perlu dihindari adalah buah apel. Imam az-Zuhri berkata:

التُّفَّاحُ يُورِثُ النِّسْيَانَ

“Buah apel mewarisi sifat lupa.”

b) Rokok

Rokok memang bukan makanan tetapi di masa sekarang rokok seperti makanan pokok bagi sebagian orang. Bahkan sebagian mereka tidak ridha hanya makan 3 batang sehari tetapi 3 bungkus!!! Sehingga bibir mereka hitam legam berbau menyengat seperti aspal yang diinjak-injak kendaraan di jalan raya!!!

Hasil penelitian Universitas Israel menyebutkan bahwa nikotin dapat merusak sel utama otak dan akan melekat pada gen. Artinya keturunan perokok akan mewarisi generasi yang cacak otak (bodoh). Allahu a’lam.[]

* Dinukil dari Mungkinkah Aku Hafal Satu Juta Hadits Seperti Imam Ahmad? hal. 88-103 cet Pustaka Syabab karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730 219 208.

Artikel: http://thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*