Luasnya Ampunan Allah

Pepatah arab mengatakan manusia adalah tempat salah dan lupa. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, setiap manusia banyak melakukan kesalahan dan sebaik-baik yang melakukan kesalahan adalah yang banyak bertaubat.

Disini  Nabi tidak mengecualikan siapapun dari manusia. Bahkan para Nabi dan Rosulpun pernah melakukan kesalahan. Nabi Adam pernah bersalah memakan pohon larangan, Nabi Ibrohim pernah merasa bersalah karena bertauriah (mengelah yang terkesan berbohong padahal tidak) sakit saat diajak perayaan Jahiliyah kaumnya, juga tauriyah bahwa yang menghancurkan berhala-berhala adalah berhala yang paling besar. Nabi Yunus pernah Allah tegur karena melarikan diri dari kaumnya. Nabi musa pernah bersalah saat membunuh orang qibthi. Bahkan Nabi yang mulia Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pun pernah melakukan 3 kesalahan sebagaimana  yang Allah abadikan dalam Al-Quran yaitu permohonan ampun Nabi untuk pamannyaa Abu Tholib (QS Taubah), Nabi mengabaikan Abdullah Ummi Maktum yang buta karena sibuk mendakwahi pemimpin Quraisy (QS. Abasa), dan Nabi lebih memilih pendapat Abu Bakar ketimbang Umar dalam masalah tawanan perang (QS. Al-Anfal).

Allah menegur beliau langsung dengan menurunkan beberapa ayat-ayat Al-Quran. Maka manusia selain mereka lebih mungkin untuk melakukan kesalahan.

Akan tetapi rahmat Allah begitu luas dan membuka pintu taubat selebar-lebarnya kepada hamba-hambaNya, bahkan Allah mengabarkan bahwa dia mencintai mereka para pelaku maksiat dan dosa yang bertaubat. Allah berfirman dengan kelembutanNya lewat lisan Rosul-Nya, “Sesungguhnya Allah senatiasa menerima taubat hamba-hambaNya selagi nyawa belum di kerongkongan dan matahari terbit dari barat.” (HR. Muslim)

Sungguh Allah telah mengampuni dan memasukkan ke dalam Surga seorang pembunuh 100 jiwa. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menceritakannya panjang lebar seperti yang dicantumkan Al-Bukhari dan Muslim dalam kedua kitab shahihnya.

Allah juga akan mengampuni orang-orang yang mengatakan Allah itu bagian dari tiga (trinitas). Padahal mereka telah mengucapkan sebuah ucapan yang hampir-hampir langit runtuh bumi terbelah, dan gunung-gunung berterbangan karena besarnya ucapan mereka tersebut. Allah behkan mengampuni mereka jika mereka mau berhenti dari ucapannya dan bertaubat.  Allah berfirman:

لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ * أَفَلا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Maidah [5]: 73-74)

 

Allah juga menawarkan taubat kepada Ashabul Ukhdud yang telah membakar hidup-hidup ribuan wali-wali Allah. Sungguh amat keji perbuatan mereka tetapi  Allah justru menawarkan taubat dan mengampuni mereka jika mau bertaubat. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertobat, maka bagi mereka azab Jahanam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.” (QS. Al-Buruj [85]: 10)

Allah juga mengampuni seburuk-buruk para pelaku kesyirikan dan kekufuran yaitu para tukang sihir Fir’aun. Mereka melakukan sihir dari semenjak kecil dan boleh jadi sudah mendarah daging, tetapi seketika Allah mengampuni mereka saat mereka bertaubat dengan bersujud kepada Tuhannya Musa dan Harun, sebagaimana yang Allah ceritakan dalam Al-Araf, Thaha, dan Asy-Syuara.

 

Maka siapakah yang bisa menghalangi kasih sayang Allah pada hamba-hamba yang bertaubat kepadaNya? Allah berfirman:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

“Wahai hamba-hambaku yang melampaui batas atas diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah, sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa-dosa, sesungguhnya Dia maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Az-Zumar [39]:  53)

Allahu a’lam[]


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *