Kenapa Mereka Dijuluki Jahiliyah?

Sebelum diutusnya Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, bangsa Arab berada dalam masa jahiliyyah. Mereka suka berperang, menumpahkan darah, membunuh bayi hidup-hidup, minum khamr, berzina, dan lain sebagainya dari perbuatan keji dan mungkar.

Penyebutan mereka sebagai orang-orang jahiliyyah, tidak berarti mereka adalah kaum yang hidup tanpa aturan, adab, dan primitif. Bahkan, mereka adalah orang-orang yang suka menyembah pemilik ka’bah Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan berthawaf mengitarinya. Mereka juga menyediakan makanan dan bekal bagi para jamaah haji yang datang dari daerah yang jauh. Mereka pun orang-orang yang pandai dalam hal syair dan bahasa sastra. Sehingga, sastra Arab dan syair menuai puncaknya pada masa itu.

Secara bahasa jahiliyah adalah orang-orang bodoh atau masa kebodohan, tetapi makna yang dikehendaki dalam Islam adalah bodoh dalam keyakinan bukan bodoh akal (seperti gila). Mereka menyembah berhala dan  patung. Dari sinilah mereka dijuluki jahiliyah. Karena setiap penghambaan kepada selain Allah adalah kebodohan meskipun dia orang cerdas. Dan bangsa Quraisy adalah bangsa yang cerdas dan pandai peperangan.

Di dalam Al-Qur’an, Allah menyebut orang yang bermaksiat sebagai orang bodoh. Allah berfirman:

إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللَّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِنْ قَرِيبٍ فَأُولَئِكَ يَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Sesungguhnya tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan dosa lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. An-Nisaa [4]: 17)

Maknanya, dosa itu disebabkan karena kebodohan manusia tentang syariat Allah atau setiap orang yang melakukan maksiat adalah orang bodoh, kemudian Allah memberi mereka ampunan jika mereka mau bertaubat.

Begitu pula Allah mengkaitkan dengan kebiasaan tabarruj (bersolek ria di hadapan lelaki yang bukan mahrom) termasuk kejahilan (kebodohan) karena ia adalah maksiat. Allah berfirman:

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al-Ahzab [33]: 33)

Kesimpulannya, orang-orang Quraisy dijuluki jahiliyah bukan karena mereka bodoh akalnya, primitif kehidupannya. Tetapi karena mereka hidup dalam penghambaan diri kepada selain Allah dan gemar bermaksiat kepada Allah. Allahu a’lam[]

 


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id