Hukum Wudhu, Kencing, Makan, dan Minum Sambil Berdiri

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih 0 Comments

Tidak ada larangan wudhu sambil berdiri. Maka hukumnya boleh sesuai dengan kebutuhan. Boleh juga kencing, makan, dan minum sambil berdiri jika memang dibutuhkan, tetapi yang lebih utama sambil duduk. Ini yang biasa dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Adapun dalil dimana beliau pernah berdiri saat buang air kecil, makan, dan minum maka hal itu sengaja dilakukan beliau untuk mengajari umat akan kebolehannya, bukan karena beliau lebih memilih yang kurang utama.

Lajnah Daimah Lil Buhuts wal Ifta (Komita Riset dan Fatwa Saudi Arabia mengeluarkan fatwa, “Alhamdulillah, seorang Muslim boleh berwudhu’ menurut keadaan yang lapang baginya, boleh duduk ataupun berdiri. Ia boleh minum sambil duduk ataupun berdiri, hanya saja mimun sambil duduk lebih utama. Demikian pula ia boleh buang air kecil sambil berdiri jika memang dibutuhkan dan auratnya tidak terlihat oleh orang lain serta tidak dikhawatirkan terkena percikan air seninya sendiri. Buang air kecil sambil duduk tentu lebih utama, sebab itulah yang biasa dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.” (Fatawa Lajnah Daimah V/202)


Penulis : Abu Zur’ah ath-Thaybi

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*