Himbauan bagi Segenap Orang Tua Berkenaan Bahasa Arab Si Anak

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Bahasa Arab 0 Comments

Bapak/Ibu yang budiman …

Kita telah mengetahui pada masa kini akan keseriusan para orang tua memasukkan anak-anaknya ke kursus-kursus bahasa seperti kursus bahasa Inggris, bahasa Jerman, bahasa Cina, bahasa Jepang, dan bahasa Belanda. Tradisi ini semakin menjamur di kota-kota besar seperti Surabaya. Seorang kawan pernah membuat kaget penulis saat memberitahukan kepada penulis bahwa dia mengajar les privat fisika olimpiade dengan gaji Rp 250.000 per pertemuan! Angka yang tinggi sekali. Namun anehnya, hal yang sama tidak mereka lakukan untuk bahasa Arab. Kebanyakan mereka memasukkan putra-putrinya mengikuti kursus bahasa Inggris agar ke depannya mudah di akademisinya dan mudah mencari kerja.

Di sini penulis tidak sedang melarang Bapak/Ibu memasukkan putra-putrinya mengikuti kursus-kursus bahasa. Namun, pikirkanlah dengan adil. Jika Bapak/Ibu yakin bahwa dengan mengikutkan mereka ke kursus bahasa Inggris, maka kelapangan dunia ada di depan mata, meningkat nilai akademisinya, mudah dalam mencari kerja di perusahaan-perusahaan internasional, gaji tinggi, punya mobil, dan rumah tingkat, padahal Bapak/Ibu yakin bahwa semua itu hanya bisa dinikmati selama 40 tahun atau bahkan lebih singkat dari itu. Maka, apakah konsep ini juga Bapak/Ibu terapkan untuk negeri akhirat putra-putri Bapak/Ibu? Orang yang cerdas adalah orang yang adil dalam mengambil sikap.

Seandainya putra-putri Bapak/Ibu gagal bahasa Inggrisnya, paling dunianya sempit dan merana –menurut persangkaan sebagian orang yang suka menduga-duga–, tetapi jika akhiratnya yang gagal, mereka akan merugi, menyesal, dan merana selama-lamanya. Naudzubillah wa nas`alullaha lana as-salamah wal afiyah.

Tidakkah Bapak/Ibu suka memiliki anak yang fasih lisannya, taat kepada Rabb-nya, berbakti kepada orang tuanya, baik akhlaknya, dan cerdas otaknya?

Bapak/Ibu yang budiman …

Jika setan melemahkan kemauan Bapak/Ibu untuk memasukkan mereka mengikuti kursus bahasa Arab, maka ingat-ingatlah nasihat emas Imam kita Imam Ahli Sunnah Muhammad bin Idris yang kita lebih mengenalnya dengan asy-Syafi’i. Semoga dengan itu Allah melapangkan dada setiap orang tua yang dikehendaki kebaikan oleh Allah.

Imam asy-Syafi’i berkata:

مَا جَهُلَ النَّاسُ وَلَا اخْتَلَفُوْا إِلَّا لِتَرْكِهِمْ لِسَانَ الْعَرَبِ وَمَيْلِهِمْ إِلَى لِسَانِ أَرِسْطَاطَالِيْسَ

“Manusia tidak menjadi bodoh dan selalu berselisih kecuali karena mereka meninggalkan bahasa Arab dan condong kepada bahasa Aristoteles.”[]

*Dinukil dari Ada Apa dengan Bahasa Arab? hal. 136-137 Penerbit Pustaka Syabab, cet ke-1 th. 2013 karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730219208.


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*