Godaan Zulaikha yang Bergejolak

Abu Musa al-Fadaniy Khazanah Islamiyah 0 Comments

Bismillah,
Rahimakumullahu Jami’an…

Kiranya Nabi Yusuf -‘alaihi salam- merupakan diantara sebaik-baik panutan bagi para pemuda maupun pemudi muslim untuk dewasa ini.

Mari kita ulas dari hati ke hati terkait kisah salah seorang hamba Allah Ta’ala yang telah Dia jaga dengan sebaik-baik penjagaan, yakni Nabi Yusuf -‘alaihi salam-.

 

Tatkala Zulaikha -istri penguasa mesir, al ‘Aziz- berhasil menjebak Nabi Yusuf -‘alaihi salam-, gejolak syahwat Zulaikha sudah sedemikian dahsyat. Zulaikha begitu ambisius ingin menundukkan Nabi Yusuf -‘alaihi salam-, sehingga benar-benar telah menghilangkan akal sehatnya dan membenamkan rasa malunya. Tak lagi ia pedulikan statusnya sebagai seorang istri penguasa mesir, tak lagi ia pedulikan kedudukannya yang tinggi dari pada Nabi Yusuf -‘alaihi salam-. Disini akhirnya kita benar-benar memahami, bahwa ketika syahwat telah menguasi diri seseorang, maka ia tak ubahnya seperti seorang budak yang tersandra. Ya, ia menjadi budak oleh syahwatnya tersebut. Lepaslah semua prinsip yang ia telah pegang  kokoh selama ini. Na’udzubillahi min dzalik !

 

Keadaan ini benar-benar amat sulit bagi Nabi Yusuf -‘alaihi salam-. Ia yang notabene merupakan pemuda normal seperti pada umumnya para pemuda, yang mana pada usia tersebut gejolak syahwat mudah sekali terpicu. Pun juga ia merupakan pemuda lajang, yang tentu belum pernah merasakan hubungan pernikahan dengan wanita manapun. Belum lagi, dalam ini ia dipaksa dan dijebak, bukan ia yang meminta. Semua pintu-pintu dan jendela dikunci, sehingga tak akan ada seorang pun yang akan mengetahui. Dan Sudah barang tentu, Zulaikha mengetahui secara pasti kondisi kapan suaminya kembali, sehingga bisa dikatakan kondisi untuk berbuat zina benar-benar kondusif. Dan sebagaimana yang disebutkan pada beberapa atsar, bahwasanya Zulaikha memiliki paras yang begitu mempesona. Bahkan Allah -Ta’ala- sendiri yang mengisyaratkan bahwa kiranya ada secercah kecondongan di hati Nabi Yusuf -‘alaihi salam- terhadap Zulaikha.

 

ولقد همّت به , وهمّ بها لولآ أن رّءا برهان ربّه

…Sesungguhnya wanita itu (Zulaikha) telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Rabbnya… 
[QS. Yusuf (24)]

 

Namun apa yang terjadi setelahnya ?
Ya, sebagaimana yang anda ketahui, Nabi Yusuf -‘alaihi salam- menolak perbuatan faahisyah (menjijikan/keji) tersebut. Sehingga terjadi lah yang terjadi, yaitu Nabi Yusuf -‘alaihi  salam- dijebloskan ke penjara.

 


 

Wahai saudaraku, mari kita ulas lebih mendalam lagi terkait siatuasi ini.

Pertama, kita akan ulas betapa kondusif kondisi yang tercipta bagi Nabi Yusuf -‘alaihi salam- untuk memenuhi godaan istri al-‘Aziz (Zulaikha).

Pada saat itu, Zulaikha tengah berada di puncak kecantikan dan kejelitaannya, pun ia masih terbilang muda. Sudah barang tentu, lelaki manapun yang berada di posisi Nabi Yusuf -‘alaihi salam-, akan terpicu gejolak syahwatnya. Pun juga, semua pintu rumah Zulaikha sudah terkunci, dan semua jendela sudah tertutup rapat.  Tentu ia telah memperkirakan waktu yang tepat untuk melakukan perbuatan menjijikan tersebut. Zulaikha benar-benar telah menyerahkan dirinya secara total hanya untuk Nabi Yusuf -‘alaihi salam- semata.  Belum lagi, Zulaikha memiliki kedudukan yang begitu tinggi, sedangkan Nabi Yusuf -‘alaihi salam- merupakan budak yang dibeli oleh al-‘Aziz seharga beberapa dirham.

 

Kedua, kita akan ulas kondisi yang ada pada diri Nabi Yusuf -‘alaihi  salam-, yang mana seharusnya dapat menjadi faktor pendukung yang begitu kuat baginya untuk memenuhi gejolak syahwat Zulaikha.

Nabi Yusuf -‘alaihi salam-, selain ia merupakan pemuda yang tampan rupawan, elok, muda, pun ia seorang yang perjaka. Belum pernah ia menyalurkan kebutuhan syahwatnya kepada wanita manapun. Pun juga, ia merupakan orang yang asing di negeri mesir pada saat itu. Jauh dari keluarga dan para sahabatnya. Sehingga sekalipun ia ketahuan melakukan perbuatan menjijikkan tersebut, maka tentu orang-orang di daerah asalnya tidak akan mengetahuinya. Dan terakhir, Nabi Yusuf -‘alahi salam- merupakan orang yang dipaksa oleh majikannya, bukan ia yang meminta.

Dengan semua faktor tersebut, baik dari sisi Zulaikha maupun dari sisi Nabi Yusuf -‘alaihi salam-, seharusnya benar-benar mampu menghilangkan kendali Nabi Yusuf -‘alaihi salam- terhadap ajakan berzina Zulaikha. Namun sebaliknya Nabi Yusuf -‘alaihi salam- justru mampu menjaga dirinya dari perbuatan haram tersebut. Sungguh, Allah -Ta’ala- benar-benar telah menjaga dirinya dari perbuatan keji tersebut.

 

Wahai saudaraku..,
Tidak kah kita memahami bahwasanya penjagaan Allah -Ta’ala- terhadap Nabi Yusuf -‘alaihi salam- tersebut disebabkan Nabi Yusuf -‘alaihi  salam- merupakan diantara hamba Allah -Ta’ala- yang benar-benar ikhlash. Ia betul-betul menjaga hak-hak Allah Ta’ala- baik di kala lapang maupun di kala sempit, sehingga Allah -Ta’ala- memberikan penjagaan-Nya kepada Nabi Yusuf -‘alaihi salam- di kala sempit tersebut. Sungguh, ini merupakan Jazaa-an wifaqo (balasan yang sesusai amalan perbuatan).

 

Wahai saudaraku…,
Bukankah Rasulullahu -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- juga memberikan nasihat yang serupa kepada Ibnu Abbas kecil -Radiyallahu-,

 

احفظ الله يحفظك، احفظ الله تجده تجاهك، إذا سألت فاسأل اللهَ، وإذا استعنت فاستعن بالله، واعلم أن الأمة لو اجتمعت على أن ينفعوك بشيء لم ينفعوك إلا بشيء قد كتبه الله لك، وإن اجتمعوا على أن يضرّوك بشيء لم يضروك إلا بشيء قد كتبه الله عليك، رفعت الأقلام وجفت الصحف

..Jagalah (Hak-hak / Batasan-batasan syariat) Allah, nicaya Allah akan menjagamu. Jagalah (Hak-hak / Batasan-batasan syariat) Allah, niscaya engkau akan mendapati Allah di hadapanmu. Apabila engkau hendak meminta sesuatu, maka mintalah kepada Allah. Apabila engkau hendak memohon pertolongan, maka mohonlah kepada Allah. Ketahuilah ! Sekiranya seluruh umat manusia bersatu untuk memberikan kebaikan kepadamu, niscaya tidak akan bisa berhasil kecuali kebaikan yang telah Allah takdirkan atasmu. Sekiranya seluruh umat manusia bersatu untuk mencelakakanmu, niscaya tidak akan bisa mencelakakanmu kecuali apa yang telah Allah takdirkan atasmu.  Pena takdir telah diangkat, dan lembaran-lembaran takdir telah mengering.

[Hadits Riwayat Tirmidzi, Dishahihkan Al Albani]

 

Tahukah anda bagaimana ending dari kisah diatas ?

Disebabkan Nabi Yusuf -‘alaihi salam- telah meninggalkan yang haram ikhlash lillahi ta’ala, maka Allah -Ta’ala- ganti dengan yang lebih baik. Disebutkan bahwasanya tatkala al-‘Aziz meninggal dunia, Zulaikha datang kepada Nabi Yusuf -‘alaihi salam- dengan merendahkan dirinya , memohon serta mengiba sekiranya Nabi Ysuf -‘alaihi salam- berkenan menikahinya secara halal. Maka Nabi Yusuf -‘alaihi salam- pun menikahinya. Disebutkan juga bahwasanya tatkala malam pertama, Nabi Yusuf -‘alaihi salam- berkata kepada istrinya (Zulaikha), “Ini lebih baik daripada apa yang dulu engkau inginkan” [Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 4/396]

Semoga Allah -Ta’ala- memberikan taufiq para pemuda/i kaum muslimin saat ini untuk senantiasa menjaga hak-hak Allah Ta’ala baik di kala lapang maupun di kala sempit, mengingat untaian fitnah yang ada saat ini benar-benar mengguncangkan jiwa dan agama seseorang, kecuali mereka yang berjiwa hanif , mengikhlashkan penghambaan hanya untuk Allah Ta’ala.

 

Allahu ‘Alam..

Allahumma Yaa Muqallibal Qulub, Tsabbits Qalbi ‘ala Diinik…

 


Artikel Thaybah.ID
Penulis : Abu Musa al-Fadaniy

[Surabaya, 22 Rajab 1438 / 18 April 2018]

ditulis di pagi yang sejuk, Ma’had Thaybah Surabaya

 

*Referensi : من ترك شيئا للله عوضة الله خيرا منه

Pemuda kelahiran Ranah Minang yang sedang mengambil studi di Teknik Informatika, ITS Surabaya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*