Gaya Belajar Orang Kafir

 

Semua kita sudah tahu akan kehebatan orang kafir dalam belajar dalam kesabaran, ketelitihan, dan kehebatan penemuan mereka. Namun, mereka belajar hanya untuk meraup dunia sebanyak-banyaknya. Mereka berhasil merajai ilmu, hanya saja terbatas ilmu dunia. Ilmu agama? Nol putol. Allah berfirman:

 

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

 

“Mereka hanya berilmu yang nampak saja dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) Akhirat adalah lalai.” (QS. Ar-Ruum [30]: 7)

 

Ibnu Katsir berkata:

 

أَكْثَرُ النَّاسِ لَيْسَ لَهُمْ عِلْمٌ إِلاَّ بِالدُّنْيَا وَأَكْسِابِهَا وُشُؤُوْنِهَا وَمَا فِيْهَا، فَهُمْ حِذَاقُ أَذْكِيَاءِ فِي تَحْصِيْلِهَا وَوُجُوْهِ مَكَاسِبِهَا، وَهُمْ غَافْلُوْنَ عَمَّا يَنْفَعُهُمْ فِي الدَّارِ الْآخِرَةِ، كَأَنَّ أَحَدَهُمْ مُغَفَّلٌ لَا ذِهْنَ لَهُ وَلَا فَكْرَةَ.

 

“Kebayakan manusia tidak mempunyai ilmu kecuali tentang dunia, cara-cara memperolehnya, hal ihwalnya, dan apa yang terkait dengannya. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas dalam meraihnya dan cara-cara menempuhnya. Namun, mereka lalai tentang apa yang bisa memberi manfaat bagi mereka di negeri akhirat, seolah-olah mereka dininabobokan, tidak waras, dan tidak berakal.”
(Tafsir Ibnu Katsir VI/ 305)

 

Hasan Al-Bashri berkata:

وَاللَّهِ لَبَلَغَ مِنْ أَحَدِهِمْ بِدُنْيَاهُ أَنَّهُ يُقَلِّبُ الدِّرْهَمَ عَلَى ظَفْرِهِ، فَيُخْبِرَكَ بِوَزْنِهِ، وَمَا يُحْسِنُ أَنْ يُصَلِّيَ.

 

“Demi Allah, benar-benar salah seorang di antara mereka akan mencapai dunianya sambil membolak-balik dirham yang ada di jari-jemarinya, lalu dia mengabarkan kepadamu tentang berat timbangannya. Namun, dia tidak bisa shalat dengan baik.” (Tafsir Quranil Azhim VI/ 305)

 

Kesimpulannya, orang kafir umumnya rajin belajar dan canggih teknologinya. Niat awal belajar untuk meraup dunia. Hanya saja ilmu agama ditinggalkan.

 


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id