Gaya Belajar Iblis

Gaya Belajar Iblis

 

Iblis sangat semangat dalam belajar, mirip Sahabat. Bedanya, niat awal iblis adalah jahat, yaitu belajar untuk menghalangi manusia dari jalan Allah. Sudah berapa juta tahun dia belajar celah-celah kelemahan anak Adam. Alangkah lamanya, alangkah cerdas dan mahirnya dia. Sayang, niatnya jahat. Allah berfirman:

 

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ * ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

 

“Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).’” (QS. Al-A’raf [7]: 16-17)

Kesimpulannya, iblis sangat semangat dalam belajar dan sudah jutaan tahun belajar sehingga ilmunya tinggi dan banyak, tetapi tujuannya untuk kejahatan. Itulah kerugian di atas kerugian.

 


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id