Dengan Alasan Apa Menghindar dari Mempelajari Al-Qur’an?

Agama Islam adalah agama yang mudah sebagaimana yang telah dikabarkan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam begitu pula oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu dalam firmanNya,

 “Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesusahan bagimu.”[1]

Begitu pula firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

 “Allah tidak membebankan seseorang dengan sesuatu yang di luar kesanggupannya.”[2]

Maka, mempelajari dan menghafal Al-Qur’an adalah mudah. Mudah bagi yang dimudahkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala tapi sulit bagi yang mempersulit diri. Allah Subhanahu wa Ta’ala berjanji akan memudahkan hafalan Al-Qur’an di dada kaum muslimin jika memang mereka bersungguh-sungguh dan bertawakkal serta menggantungkan diri kepadaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

 “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Al-Qur’an dan Kami juga yang akan menjaganya.”[3]

Di antara penjagaan Allah Subhanahu wa Ta’ala terhadap Al-Qur’an yang paling agung adalah dengan diletakkan di dada-dada kaum muslimin.

Apabila kita berpedoman pada mushaf Madinah Utsmani, jika kita kalkulasi maka satu juz terdiri dari 10 lembar lalu dikali 30 juz sehingga jumlah totalnya 300 lembar atau 600 halaman. Jumlah sebanyak ini sangatlah mustahil dihafal seluruhnya. Bila seseorang hanya menyandarkan kepada kekuatan hafalannya saja, niscaya dia akan malas dan futur dalam menghafal Al-Qur’an karena tidak kunjung selesai. Namun, barangsiapa yang dalam menghafal bersungguh-sungguh dengan banyak meluangkan waktu menghafalnya, banyak berdoa, dan berserah diri, menyandarkan diri, serta bertawakkal kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka orang inilah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala mudahkan dalam menghafal Al-Qur’an. Sehingga dalam sejarah disebutkan, asy-Syafi’i kecil hafal Al-Qur’an saat berumur 7 tahun dan hafal Al-Muwaththo’ Imam Malik saat berumur 10 tahun. Begitu pula dengan Imam an-Nawawi dan Imam as-Suyuthi. Di zaman sekarang kita juga mendapati anak-anak kecil di Saudi yang usianya belum genap 10 tahun telah hafal seluruh Al-Qur’an. Maha suci Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah berfirman,

 “Sesungguhnya Kami telah memudahkan Al-Qur’an. Maka, adakah yang mau menghafalnya?”[4]

Dalam surat Al-Qomar ini Allah Subhanahu wa Ta’ala mengulang-ngulang ayat tersebut sebanyak 4 kali dengan redaksi yang sama, yaitu ayat ke-22, 32, dan 40. Bukankah ini menunjukkan penegasan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa Dia benar-benar akan memudakan menghafal Al-Qur’an?

 

[1] QS. Al-Baqoroh [2]: 185.

[2] QS. Al-Baqoroh [2]: 286.

[3] QS. Al-Hijr [15]: 9.

[4] QS. Al-Qomar [42]: 17.


 

Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *