Meskipun Demikian Mereka Tetap Diperangi

 

Orang-orang kafir, musyrik, dan jahiliyah pada masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memiliki keyakinan-keyakinan ketuhanan kepada Allah. Mereka menyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah pencipta, pemberi rizki, pemilik, dan pengatur alam semesta. Hal ini benar adanya sesuai dengan apa yang diberitakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri dalam al-Quran atau Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabda-sabdanya. Bahkan, ucapan dan perilaku mereka juga menunjukkan demikian. Meskipun mereka memiliki keyakinan seperti ini, mereka belum dianggap Muslim oleh Allah dan RasulNya. Keyakinan-keyakinan ini belum bisa memasukkan mereka ke dalam Islam. Bahkan, mereka adalah orang-orang yang dimusui dan diperangi oleh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para shahabatnya.

Pengenalan mereka terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah hal yang asing. Sisa-sisa ajaran para Nabi dan Rasul masih ada di diri mereka. Dalam sejarah kaum Quraisy, mereka terkenal sebagai kaum yang sangat antusias dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah haji, yaitu salah satu sisa peninggalan ajaran Nabi Ibrahim yang masih mereka kerjalan adalah ibadah haji ini.

 

Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”, maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar). [QS. Al-Ankabut [29]: 61]

Mereka meyakini bahwa Allahlah yang menciptakan langit dan bumi. Allah berfirman:

Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka akan menjawab: “Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui”. [QS. Az-Zukhruf [43]: 9]

 “Dan sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”; tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” [QS. Lukman [31]: 25]

 

Mereka meyakini bahwa Allah-lah yang menundukkan matahari dan bulan. Allah berfirman:

Dan sesungguhnya jika kamu menanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menurunkan air dari langit lalu menghidupkan dengan air itu bumi sesudah matinya?” Tentu mereka akan menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Segala puji bagi Allah”, tetapi kebanyakan mereka tidak memahami (nya). [QS. Al-Ankabut [29]: 63]

 

Mereka meyakini bahwa Allah-lah yang menurunkan air dari langit sehingga suburlah bumi setelah matinya. Allah berfirman:

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?”, niscaya mereka menjawab: “Allah”. Katakanlah: “Maka terangkanlah kepadaku tentang apa yang kamu seru selain Allah, jika Allah hendak mendatangkan kemudaratan kepadaku, apakah berhala-berhalamu itu dapat menghilangkan kemudaratan itu, atau jika Allah hendak memberi rahmat kepadaku, apakah mereka dapat menahan rahmat-Nya?. Katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku”. Kepada-Nya lah bertawakal orang-orang yang berserah diri. [QS. Az-Zumar [39]: 38]

Katakanlah: “Kepunyaan siapakah bumi ini, dan semua yang ada padanya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak ingat?” Katakanlah: “Siapakah Yang Empunya langit yang tujuh dan Yang Empunya ‘Arsy yang besar?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “Maka apakah kamu tidak bertakwa?” Katakanlah: “Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) -Nya, jika kamu mengetahui?” Mereka akan menjawab: “Kepunyaan Allah.” Katakanlah: “(Kalau demikian), maka dari jalan manakah kamu ditipu? [QS. Mukminun [23]: 84-89]

 

Mereka juga meyakini bahwa Allah-lah yang memiliki bumi dan semua yang ada di atasnya, Rabb langit yang tujuh, Rabb Arsy yang tinggi, di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari (azab) –Nya. Allah berfirman:

Katakanlah: “Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?” Maka mereka akan menjawab: “Allah”. Maka katakanlah: “Mengapa kamu tidak bertakwa (kepada-Nya)?” [QS. Yunus [10]: 31]

 

Mereka meyakini juga bahwa Allah-lah satu-satuNya sang pemberi rizki, menciptakan pendengaran dan penglihatan, menghidupkan makluk, mematikan makhluk, mengatur segara urusan. Allah berfirman:

Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: “Allah”, maka bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Allah)? [QS. Az-Zukhruf [43]: 87]

Intinya, orang-orang Quraisy yang diperangi Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan para Sahabatnya adalah orang-orang yang meyakini keMahaKekuasaan Allah baik Mencipta, Mematikan, Menghidupkan, Mengatur, Memberi rezki, dan semisalnya. Akan tetapi hal itu tidak lantas menjadikan mereka sebagai orang Muslim.

Allahu a’lam.[]


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *