Meraih Derajat Surga Tertinggi dengan As-Siddiq

 

Apa As-Siddiq itu? As-Siddiq artinya membenarkan dan mempercayai semua yang dikabarkan Allah dalam Al-Qur’an dan Nabi Muhammad dalam hadits. Sifat yang mulia ini dimiliki oleh Sahabat Abu Bakar sehingga dia dijuluki As-Siddiq. Oleh karena itu, setiap Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengabarkan sesuatu pasti Abu Bakar percaya, meskipun tidak bisa dicerna oleh akal. Contohnya adalah sebagai berikut:

 

Yups, mari kita mendengar kisah yang diceritakan oleh ‘Aisyah istri Nabi Radhiyallahu ‘Anhu, “Rasulullah diperjalankan Allah dengan Buroq (binatang sejenis kuda bersayap) dari Makkah menuju Baitul Maqdis di Syam (Palestina) lalu dinaikkan ke langit lalu pulang di malam itu menuju Makkah. Ketika pagi hari, beliau berada di tengah-tengah kaumnya dan menceritakan itu kepada mereka. Sekelompok orang Quraisy berkumpul mengelilingi beliau lalu mereka merasa memiliki kesempatan untuk mendustakan beliau. Sebagian mereka pergi menemui Abu Bakar lalu berkata, ‘Apa kamu tahu tentang kabar temanmu? Dia mengaku diperjalankan semalam menuju Baitul Maqdis di Syam lalu pagi harinya sudah ada di tengah-tengah kita!’ Abu Bakar menjawab, ‘Apa benar beliau mengatakannya?’ Mereka menjawab, ‘Benar.’ Abu Bakar berkata, ‘Dia jujur.’ Mereka menyanggah, ‘Yakinkah kamu membenarkan bahwa dia pergi ke Masjidil Aqsha dan pulang dalam satu malam?’ Aku Bakar menjawab, ‘Ya. Aku membenarkannya akan kabar langit yang datang kepadanya baik pagi maupun siang.’ Oleh karena itu, Abu Bakar dijuluki ash-Shiddiq (artinya yang jujur atau membenarkan).” (Hadits shohih riwayat Al-Hakim no. 4407)

 

Orang yang memiliki sifat As-Siddiq ini Allah puji sebagai orang bertakwa, padahal orang yang bertaqwa saja yang paling mulia di sisi Allah, bukan orang kaya atau orang tampan. Allah berfirman:

 

وَالَّذِي جَاءَ بِالصِّدْقِ وَصَدَّقَ بِهِ أُولَئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

“Dan orang yang membawa kebenaran (Muhammad) dan membenarkannya, mereka itulah orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zumar [39]: 33)

 

Kelak di Surga, orang berjiwa Siddiq akan Allah kumpulkan bersama para Nabi dan para Rasul juga dengan Abu Bakar As-Siddiq. Allah berfirman:

 

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَئِكَ رَفِيقًا

“Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para Siddiq, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. (QS. An-Nisaa [4]: 69)

 

Sobat Kecil yang semoga disayang Allah…

Jika Sobat Kecil mau memiliki sifat As-Siddiq ini maka semenjak sekarang mulai diterapkan sifat ini di dalam hati bahwa ‘AKU AKAN SELALU MEMBENARKAN UCAPAN ALLAH DAN NABI MUHAMMAD Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam’.

 

Maka…

Saat Nabi mengabarkan hanya Islam agama yang diterima Allah maka kita percaya.

Saat Nabi mengabarkan hanya orang Islam yang masuk Surga maka kita percaya.

Saat Nabi mengabarkan bahwa seluruh Sahabatnya masuk Surga maka kita percaya.

Saat Nabi mengabarkan bahwa setelah dikubur mayit didatangi Malaikat Munkar dan Nakir maka kita percaya

Saat Nabi mengabarkan bahwa dikubur mayit disiksa atau diberi nikmat maka kita percaya.

Saat Nabi mengabarkan bahwa celananya cingkrang maka kita percaya.

Saat Nabi mengabarkan bahwa beliau berjenggot maka kita percaya.

 

Intinya, apapun yang dikabarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kita percaya. Mudah bukan? Semoga kita bisa meniru Abu Bakar sehingga mendapat julukan As-Siddiq. Aamiin.

 


 

Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *