Wahai Saudaraku, bersemangatlah menuntut ilmu syar’i

Abu Musa al-Fadaniy Mutiara Faidah 0 Comments

Diantara kebahagian dari seorang pemuda yaitu Allah Ta’ala pertemukan ia dengan seorang muallim yang mengajarkannya Al Qur’an dan As Sunnah. Ilmu syar’i yang akan mengantarkan pemuda tersebut kepada puncak kebahagian, berupa kebahagiaan di dunia maupun kebahagiaan di surga kelak.

Bukankah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi  wa sallam- telah mengabarkan di dalam hadits yang shahih riwayat muslim -Rahimahullahu-,

من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الجنة.

Barang siapa yang berusaha menempuh suatu jalan guna menimba ilmu (syar’i), maka Allah Ta’ala akan mudahkan baginya jalan menuju ke surga-Nya

Ketahuilah wahai saudaraku..,
bahwasanya ilmu diin ini merupakan ilmu abadi, suatu ilmu yang mana semua para Rasul diutus untuk perkara ini, bahkan seluruh makhluk disibukkan untuk perkara ini hingga kiamat kelak. Masya Allah…

Wahai saudaraku…,
apa yang akan terbayang di benak anda sekiranya Raja terkaya dan terhebat di muka bumi ini menyebut-nyebut nama anda di hadapan para pelayannya ? Sudah barang tentu akan ada perasaan bangga di dalam dada. Maka ketahuilah, sesungguhnya Raja dari seluruh Raja, -Allah ‘Azza Wa Jalla- menyebut-nyebut nama orang-orang yang menuntut ilmu syar’i di hadapan para malaikat-Nya !

Bukankah telah  dikabarkan jua oleh Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa  sallam- dari hadits shahih lainnya, riwayat muslim -Rahimahullahu,

لَا يَقْعُدُ قَوْمٌ يَذْكُرُونَ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا حَفَّتْهُمُ الْمَلَائِكَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَنَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah sekelompok orang duduk berdzikir kepada Allah ‘azza wa jalla, kecuali para malaikat mengelilingi mereka, rahmat (Allah) meliputi mereka, ketentraman turun kepada mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka di hadapan (para malaikat) yang ada di sisiNya

Wahai saudaraku..,
bukankah majlis ilmu syar’i merupakan diantara majlis dzikir kepada Allah Ta’ala ?
Bukankah di dalamnya kita banyak membahas Al Qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah ?
Dan bukankah pula kita banyak memuji dan mengagungkan Allah -‘Azza Wa Jalla- ketika di majlis ilmu tersebut ?

Maka berbahagialah anda yang telah diberikan taufik oleh Allah -‘Azza Wa Jalla- untuk bisa duduk di pelbagai majlis ilmu dengan begitu istiqamah. Masya Allah..

Berdasarkan hadits diatas, barulah kita memahami, bahwasanya Allah Ta’ala tidak membatasi bagi para thallabul ilmu hanya dengan rahmat-Nya, namun Allah Ta’ala perintahkan para malaikat-Nya untuk menaungi mereka, kemudian Allah Ta’ala curahkan ketentraman di hati mereka, bahkan Allah Ta’ala menyebut nama-nama mereka di hadapan para malaikat-Nya ! Masya Allah, betapa ini menunjukkan perniagaan yang amat menggiurkan !
Allahu Akbar ! Allahu Akbar !

Wahai saudaraku…,
tidakkah kita mengetahui bahwasanya  para penuntut ilmu dan orang yang mengajarkan llmu syar’i akan dikenal oleh seluruh alam ! Sekalipun ia asing di tengah riuhnya manusia yang lalai dari agama ini !

Sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- dalam hadits shahih riwayat tirmidzi -Rahimahullahu-,

 

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى معلم النَّاس الْخَيْر

“Dan sesungguhnya Allah dan para malaikatnya, serta para penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang berada di lubangnya dan juga ikan paus, benar-benar mendoakan kebaikan bagi pengajar kebaikan bagi manusia”

 

 

Kemudian wahai sudaraku, ingatlah…
Di dalam menuntut ilmu syar’i, sudah barang tentu banyak yang kita korbankan. Waktu yang seharusnya bisa digunakan untuk nongkrong bersama rekan sejawat, pekerjaan yang harus ditunda sejenak, hingga peluang bisnis yang kita korbankan, yang mana semua hal tersebut kita peruntukkan untuk bisa hadir dalam rangka thallabul ilmi, dan  di dalamnya tidak ada riya’, sum’ah, maupun ujub ! Ikhlash Lillahi Ta’ala, Insya Allah !

Sungguh….
jangan pernah  bosan-bosannya atas kita mengoreksi keadaan hati ini. Jangan sampai niat di hati ini berubah menjadi mengharapkan ridha manusia, atau agar disebut ‘alim. Bukankah telah sampai hadits shahih kepada kita bahwasanya diantara orang yang pertama kali menjadi bahan bakar neraka yaitu mereka yang belajar ilmu agama kemudian mengajarkannya, namun tersisipi niat agar dikatakan sebagai seorang yang ‘aalim ! Na’duzbillahi min dzalik !

 

 

Wahai saudaraku…
Jangan pernah pula sekalipun terbesit pikiran untuk meninggalkan majlis ilmu syar’i. Bukankah Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sendiri yang mengabarkan bahwa rahmat Allah Ta’ala turun pada waktu tersebut ?
Dan bukankah ketenangan menghinggapi hati orang-orang yang ada di dalam majlis tersebut ?
Dari pada itu lah, menjauh dari majlis ilmu, maka sama saja menjauh dari sumber ketenangan jiwa ! Kemudian membuka pintu yang begitu lebar bagi syubhat-syubhat yang menggoncangkan jiwa. Na’udzubillahi min dzalik !

 

 

Dan pahamilah wahai saudaraku…
Bahwasanya pada majlis ilmu juga terdapat buhul rizki.
Bukankah dahulu ada seorang sahabat Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mengadukan kepada Rasulullah bahwa adiknya fokus dalam menuntut ilmu syar’i, sedangkan sahabat tersebut lah yang fokus bekerja hingga berpeluh  keringat guna menghidupi kebutuhan ia dan saudaranya.

Namun perhatikan apa jawaban Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- atas pengaduan sahabat yang mulia tersebut,

لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ

Barangkali engkau mendapatkan rezeki karena sebab saudaramu
[Hadtis hasan shahih, riwayat Tirmidzi]

 

Masya Allah… Masya Allah…

 

Semoga Allah Ta’ala senantiasa mencurahkan kepada kita taufiq (pertolongan) untuk bisa terus semangat dalam thallabul ilmi, yang mana tanpa taufiq dari Allah Ta’ala, maka kaki ini tak akan pernah bisa melangkah guna mencari ilmu syar’i. Dan kita memohon kepada Allah Ta’ala, agar kemudian kita bisa wafat dalam keadaan istiqamah berpegang teguh kepada Al Qur’an dan As Sunnah ‘ala fahmi Salaf.

 

Allahumma Yaa Muqallibal Qulub, Tsabbits Qalbi ‘ala diinik…

Allahumma inni ‘ala dzikrika, wa syukrika, wa husni ibadatik..

 

Allahu A’lam..


 

Penulis : Abu Musa al-Fadaniy

Artikel Thaybah.id

Pemuda kelahiran Ranah Minang yang telah mengambil studi sarjana di Teknik Informatika, ITS Surabaya. Alumni Ma’had Thaybah Surabaya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*