Merenungi Sejenak Biografi Yahya bin Sallam Al-Qairawani

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Sejarah 0 Comments

Di sini saya akan menukil secara ringkas biografi ahli ilmu dan ahli ibadah ini dari kitab Al-I’lam karya Az-Zarkali atau Az-Zirakli:

Dialah Yahya bin Sallam bin Abi Tsa’labah Al-Bashri Al-Kufi Al-Qairawani yang lahir pada 124 – 200 H atau 742 – 815 M. Dia seorang mufassir (ahli tafsir), faqih (ahli fiqih), ahli ilmu hadits dan bahasa yang sempat bertemu sekitar 20 para Tabi’in dan mengambil riwayat-riwayat mereka. Dia lahir di Kufah (Iraq) dan pindah bersama ayahnya ke Bahsrah sehingga dia dinasabkan kepadanya dan tumbuh di sana. Dia juga safar ke Mesir lalu ke Afrika (tepatnya Al-Qairawan) lalu menetap di sana.

Dia berhaji di masa tua dan meninggal sepulang dari haji di Mesir. Di antara karya-karyanya adalah Tafsir Al-Qur’an. Imam Ibnul Jazari (Syaikhul Qurra) berkomentar mengenai kitab ini:

سكن إفريقية دهرا، وسمع الناس بها كتابه في تفسير القرآن، وليس لأحد من المتقدمين مثله

“Dia tinggal di Afrika beberapa masa yang lama dan manusia mendengar pengajaran kitab Tafsirnya dan tidak pernah ada dari ulama-ulama yang terdahulu yang menandinginya.”

Di antara karyanya yang lain adalah Al-Ikhtiyarat fil Fiqhi yang disinggung penyebutannya oleh Pengarang Ma’alimul Iman dan Al-Jami.

Pujian Ulama Kepadanya

Ibnul Jazari berkata:

كان ثقة ثبتا ذا علم بالكتاب والسنة ومعرفة باللغة والعربية

“Dia orang tsiqah (terpercaya) yang sangat mengilmui Al-Qur’an dan As-Sunnah dan mengilmui Bahasa Arab.”

Abul Arab berkata:

له مصنفات كثيرة في فنون العلم

“Dia memiliki banyak karya dalam berbagai cabang ilmu.”

Dengan segala pujian dan karya beliau ini, ternyata dia dilemahkan oleh Imam Ad-Daruquthi dalam masalah hadits, yakni periwayatan haditsnya tidak diterima, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Al-‘Asqalani. Tetapi Ibnu Hibban berkomentar dalam At-Tsiqat, “Terkadang keliru.” Mungkin maksudnya, Ibnu Hibban menilainya tsiqah (terpercaya) hanya saja terkadang keliru.

Sejenak Merenung

Tatkala kita membaca di awal biografi beliau, kita terkagum akan keilmuan sang imam ini apalagi ditambah pujian beberapa ulama terhadapnya. Saya sendiri sebelum membaca biografinya pernah membaca kitabnya:

التصاريف لتفسير القرآن مما اشتبهت أسمائه وتصرفت معانيه

Lalu saya terkagum dengan kandungan kitab ini yang membahas sisi makna kata dalam Al-Qur’an. Misalkan kata Al-Huda memiliki 17 arti dalam Al-Qur’an lalu beliau sebutkan penguat-penguatnya dari ayat-ayat Al-Qur’an.

Begitulah kedalaman dan kafaqihan imam ini. Namun, bersamaan dengan ini beberapa ahli hadits menilainya sebagai perawi dhaif (lemah) sehingga hadits-hadits periwayatannya tertolak. Jika dibandingkan dengan para perawi Al-Bukhari dalam kitab As-Shahih tentu sangat jauh sisi ketsiqahan dan keilmuannya. Para perawi Kitab As-Shahih ini begitu hebat dan istimewa dari sisi keilmuan, kezuhudan, ibadah, kewaraannya. Apalagi, jauh sekali jika dibandingkan dengan diri kita. Adakah di antara manusia zaman sekarang yang menyamai Yahya bin Sallam dalam keilmuan seperti ini? Adakah orang zaman sekarang yang menyamainya dalam pujian ulama kepadanya? Sungguh hampir tidak ada, atau bahkan memang tidak ada!

Dari sini, kita bisa mengambil sebuah pelajaran besar dan berharga: jika demikian keadaannya maka kedudukan Mu’awiyah bin Abi Sufyan jauh lebih hebat dan istimewa karena semua ahli hadits menilainya tsiqah dan tidak ada satu pun kitab hadits yang tidak mau mengambil riwayat dari shahabat mulia ini. Ini berbeda dengan sikap sebagian orang yang suka mencela dan memaki shahabat ini atas peperangan yang terjadi antara dirinya dengan Ali bin Abi Thalib dalam perang Shiffin.

Saat kita membaca biografi para ulama-ulama tsiqah lainnya semisal Sa’id Ibnul Musayyid, Ibnul Mubarak, Sufyan Ats-Tsauri, Abu Hanifah, Malik, Syafii, Ahmad, Ishaq bin Rahawaih, At-Tirmidzi, Abu Dawud, An-Nasai, Ibnu Majah, Al-Baihaqi, dan lainnya kita jadi mengerti akan kedudukan mereka dalam ilmu, ibadah, zuhud, dan wara. Binasalah orang yang mencela mereka dan beruntunglah orang yang memuji mereka dan mengetahui kadar dirinya sendiri.

Surabaya, Januari 2016

Abu Zur’ah Ath-Thaybi

Artikel http://thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*