Hukum Liburan Ke Candi Borobudur atau Semisalnya

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah, Fiqih 0 Comments

Melakukan rekreasi atau wisata ke candi Borobudur atau semisalnya adalah haram. Sama saja niatnya untuk refresing atau sekadar melihat kemegahan, karena ada unsur mengagumi orang-orang musyrik dan laknat Allah sedang turun di atas mereka. Jika tempat itu merupakan tempat ibadah mereka dan masih digunakan untuk ibadah maka hukumnya lebih haram lagi. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya oleh seorang shahabat untuk meminta izin menyembelih kurban nazhar di sebuah tempat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baru membolehkan setelah memastikan bahwa tempat itu bukan tempat perayaan dan ibadah orang-orang musyrik. Ini hadits shahih.

Imam al-Ghazali rahimahullah berkata:

وإنما يمنع الحضور لمشاهدة المنكر من غير غرض صحيح فحق على كل مسلم أن يبدأ لنفسه فيصلحها بالمواظبة على الفرائض وترك المحرمات.

“Datang ke tempat-tempat kemungkaran tanpa tujuan yang benar (seperti berdakwah, mengajak Islam) maka dilarang. Hendaknya setiap orang Islam untuk memulai dari dirinya memperbaiki diri dengan mengerjakan amalan-amalan wajib dan meninggalkan perkara-perkara yang haram.” (Ihya Ulumiddin II/338)

Kesimpulannya, hukumnya haram kecuali untuk tujuan yang dibernarkan seperti berdakwah. Allahu a’lam.[AZ]

Artikel http://abizurah.blogspot.com/

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*