Benarkah Bahasa Arab Itu Mudah?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Nahwu-Sharaf, Tsaqafah 0 Comments

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengabarkan bahwa agama itu mudah berikut mempelajari dan mengamalkannya. Beliau bersabda:

«إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ»

“Sesungguhnya agama itu mudah.”

Oleh karena itu, mempelajari bahasa Arab itu mudah karena bahasa Arab adalah bagian dari agama. Dalil untuk hal ini adalah perkataan Umar Radhiyallahu ‘anhu:

تَعَلَّمُوا اللَّحْنَ وَالْفَرَائِضَ فَإِنَّهُ مِنْ دِينِكُمْ

“Pelajarilah lahn dan faraidh karena ia termasuk agama kalian.”

Allah yang Maha Menepati janji-Nya menegaskan dalam firman-Nya:

 “Dan sungguh Kami telah memudahkan al-Qur`an itu dengan bahasamu.”

Imam al-Qurthubi (w. 671 H) berkata, “Yakni Kami jelaskan al-Qur`an dengan bahasamu Arab dan menjadikannya mudah bagi yang mentadaburi dan merenungi. Ada yang berpendapat, ‘Kami menurunkannya kepadamu dengan bahasa Arab agar mudah dipahami.’”

Al-Hafizh Ibnu Katsir (w. 774 H) berkata, “Maksudnya, Kami mudahkan al-Qur`an ini yang Kami turunkan semudah-mudahnya, sejelas-jelasnya, seterang-terangnya, dan segamblang-gamblangnya dengan bahasamu yang merupakan bahasa paling agung, indah, dan tinggi.”

Syaikh as-Sa’di (w. 1376 H) berkata, “Maksudnya, Kami telah mudahkan ia dengan bahasamu yang merupakan bahasa yang paling fasih secara mutlak dan paling agung, sehingga karenanya kamu dimudahkan lafazhnya dan kamu dimudahkan maknanya.”

Jika ada yang bertanya, “Jika benar mudah, mengapa banyak orang yang mengeluh susah saat masa-masa mempelajarinya?” Penulis jawab, “Anda harus yakin bahwa Allah tidak akan menyalahi janji-Nya. Kemudian, Anda bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya, sabar, dan tidak lupa meminta pertolongan kepada Allah karena manusia adalah hamba yang lemah. Dengan begitu, Allah akan benar-benar menunaikan janji-Nya. Ingatlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

«الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللّٰهِ مِنْ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجَزْ»

“Orang mukmin yang kuat lebih baik dan dicintai Allah daripada mukmin yang lemah. Masing-masing ada kebaikannya. Bersemangatlah dalam apa yang bermanfaat bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah dan jangan lemah.”

Syaikh Fuad Abdul Baqi menjelaskan, “Yang dimaksud kuat di sini adalah kemauan jiwa yang kuat dan tinggi dalam urusan akhirat, sehingga orang yang memiliki sifat ini kebanyakan berada di garda depan saat jihad melawan musuh dan bersegera menyongsongnya dan lari menerjangnya. Dia sangat kuat keinginannya untuk beramar ma’ruf nahi mungkar dan bersabar atasnya, memikul penderitaan di jalan Allah, sangat rindu untuk shalat, puasa, dzikir, dan semua ibadah. Dia rajin melaksanakannya dan menjaganya.” Lanjutnya, “Maksud bersemangat adalah dalam ketaatan kepada Allah dan bersemangat untuk mendapatkan apa yang ada di sisi-Nya. Dia meminta pertolongan kepada Allah dalam melaksanakannya, tidak lemah, dan tidak malas dalam meminta ketaatan dan pertolongan.”

Fadhilatusy Syaikh al-Utsaimin (w. 1421 H) berkata, “Pada awalnya, nahwu itu sulit tetapi pada akhirnya mudah. Ia diumpamakan seperti sebuah rumah rotan dan pintunya besi. Yakni, masuknya memang sulit tetapi setelah Anda masuk akan mudah segala sesuatunya bagi Anda. Oleh karena itu, semestinya bagi seseorang untuk bersungguh-sungguh saat awal-awal mempelajarinya sehingga akan mudah baginya di sisanya. Tidak perlu memperhatikan ucapan seseorang, ‘Nahwu itu sulit!’ karena hanya akan menjadikan pelajar merasa minder. Ini tidaklah benar, tetapi sukar di awal dan mudah bagi Anda di sisanya.

Perkataan seseorang, ‘Nahwu itu sukar dan panjang tangganya…’ ini tidaklah benar. Kami tidak sependapat dengan ini, bahkan kami katakan, ‘Nahwu itu mudah dan tangganya pendek serta pendakiannya mudah dari awalnya, insya Allah. Maka pahamilah.’”

Mempelajari bahasa Arab akan lebih mudah bila berguru langsung kepada ahlinya yang akan mendekatkan sesuatu yang jauh, memperjelas sesuatu yang tersamar, menunjukkan jalan-jalan yang mudah, dan menghemat waktu. Allahu a’lam.[]

*Dinukil dari Ada Apa dengan Bahasa Arab? hal. 87-91 Penerbit Pustaka Syabab, cet ke-1 th. 2013 karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730219208.

Artikel http://thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*