Bagaimana Bila Bangun Shubuh Kesiangan?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih, Tanya Ustadz 0 Comments

Assalamualaikum Majalah Masajid tercinta. Terkadang saya kesiangan bangun shalat Shubuh karena begadang kerja dan lelah di malam harinya. Saya sudah berusaha memasang alarm dan menyuruh istri membangunkan saya. Apakah masih diwajibkan shalat Shubuh mengingat ada larangan shalat saat matahari terbit? Mamat Syamsul Hadi – Lampung

***

Waalaikumussalam. Orang yang kesiangan bangun Shubuh ada dua keadaan: sengaja dan tidak sengaja. Sengaja bangun kesiangan sehingga terluput shalat Shubuh hukumnya haram dan berdosa besar. Adapun bila ia sudah berusaha mencari “sebab” bangun Shubuh (seperti memasang alarm dan menyuruh istri) kemudian tetap kesiangan, maka semoga ia dimaafkan.

Lantas bagaimana cara shalatnya? Cara shalatnya adalah di waktu kapan dia bangun meskipun matahari sudah terbit.

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ نَسِيَ صَلاَةً فَلْيُصَلِّ إِذَا ذَكَرَهَا، لاَ كَفَّارَةَ لَهَا إِلَّا ذَلِكَ {وَأَقِمِ الصَّلاَةَ لِذِكْرِي}»

“Siapa yang lupa suatu shalat maka harus segera mengerjakannya saat telah ingat, tidak ada kafarat kecuali itu. ‘Tegakkanlah shalat untuk ingat kepada-Ku.’” (HR. Al-Bukhari no. 597 dan Muslim no. 684)

Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Para sahabat bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam bepergian hingga datang malam dan di akhir malam barulah mereka istirahat, lalu tertidur hingga bangun sesudah terbit matahari, dan pertama yang bangun Abu Bakar tetapi tidak berani membangunkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga bangun sendiri, lalu Umar terbangun. Abu Bakar duduk di dekat kepala beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengangkat suara takbir, sehingga terbangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu turun dan shalat Shubuh bersama kami. Ada seorang menyendiri tidak ikut shalat, dan ketika beliau selesai bertanya, ‘Ya Fulan, apa yang menghalangimu tidak shalat bersama kami?’ Jawabnya, ‘Saya junub.’ Maka beliau menyuruhnya tayammum dengan tanah lalu shalat.” (HR. Al-Bukhari no. 3571 dan Muslim no. 682)

Adapun larangan shalat saat matahari terbit yang dimaksud adalah shalat sunnah “tanpa sebab” di waktu tersebut karena terkesan menyembah (mengagungkan) keluarnya dua tanduk setan. Adapun shalat sunnah di waktu tersebut karena “suatu sebab” (seperti masuk masjid) dan shalat Shubuh karena lupa/kesiangan maka diperbolehkan. Allahu a’lam.[]

Sumber: Majalah Masajid Edisi Nopember 2015 Rubrik Tanya Jawab – www.majalahmasajid.com

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*