Sang Penakluk Konstantinopel

Norkandir Khazanah Islamiyah 0 Comments

 

Sobat Kecil Rahimakumullah, kebayang nggak kalau di zaman dulu ada sebuah kerajaan yang supermegah, superkuat, dan superbesar. Itulah kerajaan Konstantinopel yang sekarang berada di Negeri Turki. Negeri Turki dulu dikuasai oleh orang-orang Salib alias Kristen, lalu muncullah seorang ksatria Muslim yang tangguh yang datang membawa ribuan pasukan hebat berani mati untuk menaklukan Konstantinopel. Akhirnya, kerajaan yang kuat itu berhasil ditaklukan oleh sang panglima sehingga Turki sekarang menjadi negara Muslim. Panglima itu bernama Muhammad Al-Fatih. Siapa itu Muhammad Al-Fatih?

 

Ia adalah pemuda yang semenjak kecil dididik untuk membaca Al-Qur`an dan menghafalnya, juga seorang pemuda yang dekat sekali dengan masjid. Saking dekatnya, seolah-olah masjid adalah rumahnya sendiri. Hasilnya? Dia menjadi pemuda tangguh dan panglima perang penakluk Konstantin, padahal umurnya ketika itu kurang dari 22 tahun. Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda tentang Al-Fatih dan pasukannya:

 

لَتُفْتَحَنَّ الْقُسْطَنْطِينِيَّةُ، وَلَنِعْمَ الْأَمِيرُ أَمِيرُهَا، وَلَنِعْمَ الْجَيْشُ ذَلِكَ الْجَيْشُ

 

“Sungguh Konstantinopel benar-benar akan ditaklukan. Sungguh pemimpin terbaik adalah pemimpin penaklukan itu dan pasukan terbaik adalah pasukan tersebut.” (Hadits Shohih riwayat Al-Hakim no. 8300)

 

Dalam sejarah, Islam pernah menaklukkan benua Eropa. Siapa sangka salah satu dari Panglima Perang penakluk itu adalah seorang pemuda berusia 21 tahun, yang bernama Sultan Muhammad Al-Fatih (30 Maret 1432 – 3 Mei 1481). Ia merupakan seorang sultan Turki Utsmani yang menaklukkan Kekaisaran Romawi Timur yang miliki kerajaan bernama Konstantinopel.

 

Seorang pemimpin yang hebat, pilih tanding, dan tawadhu’ setelah Sultan Salahuddin Al-Ayyubi (pahlawan Islam dalam perang Salib melawan gabungan Kristen) dan Sultan Saifuddin Mahmud Al-Qutuz (pahlawan Islam dalam peperangan di ‘Ain al-Jalut melawan tentara Mongol).

 

Kejayaannya dalam menaklukkan Konstantinopel menyebabkan banyak kawan dan lawan kagum dengan kepimpinannya serta taktik dan strategi peperangannya yang dikatakan mendahului pada zamannya dan juga kaedah pemilihan tentaranya. Ia jugalah yang mengganti nama Konstantinopel menjadi Islambul (Negeri Islam).

 

Apa rahasia dibalik semua kesuksesan beliau? Ternyata rahasianya, ayahandanya mendekatkan Muhammad Al-Fatih kecil ke masjid. Ayahanda juga menugasi beberapa ulama yang khusus mengajarinya Al-Qur`an, fiqih, sejarah, dan strategi perang.

 

Menurut cerita sejarah bahwa tentara Sultan Muhammad Al-Fatih tidak pernah meninggalkan shalat wajib sejak baligh dan separuh dari mereka tidak pernah meninggalkan shalat tahajjud sejak baligh. Hanya Sulthan Muhammad Al-Fatih saja yang tidak pernah meninggalkan shalat wajib, tahajud, dan rawatib sejak baligh.

 

Sifat Al-Fatih yang menonjol adalah sifatnya tenang, berani, sabar menanggung penderitaan, tegas dalam membuat keputusan, dan mempunyai kemampuan mengawasi diri yang luar biasa. Kemampuanya dalam memimpin dan mengatur pemerintahan sangat menonjol.

 

Dalam sejarah ditulis, bahwa pasukan Sultan Muhammad Al-Fatih tiba di kota Konstantinopel pada hari Kamis 26 Rabiul Awal 857 H atau 6 April 1453 M. Di hadapan tentaranya, Sulthan Al-Fatih lebih dahulu berkhutbah mengingatkan tentang kelebihan jihad, pentingannya memuliakan niat dan harapan kemenangan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dia juga membacakan ayat-ayat Al-Qur’an mengenainya serta hadis Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tentang pembukaan kota Konstantinopel. Ini semua memberikan semangat yang tinggi pada bala tentera dan lantas mereka menyambutnya dengan zikir, pujian dan doa kepada Allah. Hingga tepat jam 1 pagi hari Selasa 20 Jumadil Awal 857 H atau bertepatan dengan tanggal 29 Mei 1453 M, serangan utama dilancarkan. Para mujahidin diperintahkan supaya meninggikan suara takbir kalimah tauhid sambil menyerang kota. Tentara Utsmaniyyah akhirnya berhasil menembus kota Konstantinopel melalui Pintu Edirne dan mereka mengibarkan bendera Daulah Utsmaniyyah di puncak kota. Kesungguhan dan semangat juang yang tinggi di kalangan tentara Al-Fatih, akhirnya berjaya mengantarkan cita-cita mereka.

Dari sinilah Panglima ini dijuluki Al-Fatih yang artinya Sang Penakluk, di mulai dari Masjid menuju Konstantinopel. Allahu a’lam[]

 


Penulis : Nor Kandir

Artikel Thaybah.id

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*