Buanglah ke laut, aku yang akan ganti..

Abu Musa al-Fadaniy Mutiara Faidah 0 Comments

Apa jadinya tatkala seseorang yang begitu melimpah kekayaannya menyuruh kita untuk mencampakkan smartphone usang yang kita miliki ke laut , kemudian ia menjanjikan akan menggantinya dengan yang lebih baru dan yang lebih canggih ?

Maka akan ada 2 kemungkinan situasi,

 

Kemungkinan pertama,

dengan segera kita mengambil ancang-ancang terbaik disertai semangat yang membara, agar smartphone itu bisa terlempar sejauh mungkin ke tengah laut.

 

Kemungkinan kedua,

langsung saja tangan dan kaki bergemetar hebat, bahkan bisa jadi dada jadi kembang kempis  karena tak rela smartphone tersebut dicampakkan ke laut. Padahal sejatinya smartphone tersebut sudah dijamin akan segera diganti dengan yang lebih baru & canggih.

 

Wahai saudaraku, perhatikanlah !

Bagaimana pula jika yang menjamin harta kita tersebut bukan lagi manusia terkaya, melainkan Dzat yang Maha Memiliki Alam Semesta dan Seisinya ?!!

Milyaran Tatasurya adalah kepunyaan-Nya !!

Tiada yang ada di alam semesta ini, kecuali dalam kekuasaan-Nya !!

 

Dan Dzat Yang Maha Kaya tersebut berfirman,

قل إنّ ربّي يبْسطُ الرزق لمن يشآء من عباده ويقدرله, ومآ انفقْتمْ من شيْءٍ فهو يُخلفه, وهو خيْر الرزقيْنَ

Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasi bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya, dan Dia-lah Pemberi rizki yang terbaik
[Qur’an Surah Saba’ : 39]

 

Dalam menafsirkan ayat diatas, al-Hafizh Ibnu Katsir berkata,

“Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang perintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits”


 

Bayangkan wahai saudaraku..
yang memberi janji bukan lah manusia, melainkan Dzat yang Maha Menepati Janji.

 

Bukan hal yang mustahil,
dikarenakan kita rutin berinfak di jalan Allah -Ta’ala-, tatkala jatuh sakit, Allah -Ta’ala- segera memberikan kesembuhan, sehingga kita mampu “menyelamatkan” uang ratusan ribu dari  cek medis ke rumah sakit.

Atau,

dikarenakan rutin berinfak di jalan Allah -Ta’ala-, tatkala ada copet yang ingin mencuri smartphone kita, Allah -Ta’ala- gagalkan aksi copet tersebut, sehingga kita mampu “menyalamatkan” uang beberapa juta dari membeli smartphone penggantinya.


 

Namun, tetaplah ingat  wahai saudaraku..
tidaklah kita berinfaq di jalan Allah -Ta’ala- kecuali semata-mata mengharapkan pertemuan dengan Allah -Ta’ala- di Surga-Nya kelak. Dan berbagai janji  yang telah banyak Allah -Ta’ala- jelaskan baik di Al-Qur’an maupun As-Sunnah terkait balasan bagi orang yang berinfaq,  jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi untuk tidak bakhil.

Cukuplah harta yang kita miliki hanya sebatas sampai di tangan saja, jangan sekali-kali masuk sampai ke hati, sehingga malah menjadikan kita orang yang bakhil. Na’udzubillahi min dzalik.

Allahu A’lam…

Semoga berfaedah, khususnya bagi penulis.


Penulis : Abu Musa al-Fadaniy
Artikel Thaybah.id

Pemuda kelahiran Ranah Minang yang telah mengambil studi sarjana di Teknik Informatika, ITS Surabaya. Alumni Ma’had Thaybah Surabaya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*