tiba saat jamaah usai

Tiba Saat Jamaah Telah Usai

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih, Tanya Ustadz 0 Comments

Assalamualaikum. Pernah saya sudah bersiap ke masjid tetapi tiba-tiba ada halangan sehingga jamaah telah usai. Apa yang harus saya lakukan? Shalat di rumah atau tetap ke masjid? Terima kasih.

Ana Kristianto – Kediri Jawa Timur

***

Waalaikumussalam. Yang terbaik adalah tetap ke masjid karena orang yang hadir ke masjid dan shalat telah usai tetap diberi pahala jamaah dengan syarat keterlambatanya itu bukan karena kesengajaan. Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ وُضُوءَهُ، ثُمَّ رَاحَ فَوَجَدَ النَّاسَ قَدْ صَلَّوْا أَعْطَاهُ اللَّهُ جَلَّ وَعَزَّ مِثْلَ أَجْرِ مَنْ صَلَّاهَا وَحَضَرَهَا لَا يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أَجْرِهِمْ شَيْئًا»

“Siapa yang berwudhu dengan sempurna kemudian berangkat (ke masjid) tetapi mendapati manusia telah usai shalat, maka Allah memberinya pahala seperti pahala orang yang telah usai shalat dan menghadirinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun.” (HR. Abu Dawud no. 564 dan dishahihkan oleh Syaikh al-Albani)

Apakah di sana shalat sendirian atau membuat jamaah gelombang kedua? Yang terbaik adalah shalat sendirian. Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama dengan syarat masjid tersebut telah ada imam rawatibnya dan jamaah tetap, sehingga tidak termasuk dalam hukum ini masjid/mushalla bandara, mushalla mall/pasar, mushalla kereta api. Namun, jika ada yang mengajaknya berjamaah maka baiknya dipenuhi.

Imam Abdurrazzaq meriwayatkan tentang orang yang datang ke masjid sementara jamaah telah usai. Dari ats-Tsauri dari Yunus dari al-Hasan al-Bashri berkata, “Dia shalat sendiri saja.” Ini dipegang oleh ats-Tsauri dan aku (Abdurrazzaq) pun juga berpendapat demikian. (HR. Abdurrazzaq no. 3426 II/293 dalam al-Mushannaf)

Meskipun demikian, kita tidak boleh menyalahkan orang yang membuat jamaah baru berdasarkan riwayat sebagian salaf yang membolehkan. Tetapi ia dimakruhkan —menurut sebagian pendapat— memanggil-manggil untuk shalat berjamaah. Allahu a’lam.[]

Sumber: Majalah Masajid Edisi November 2015 Rubrik Tanya Jawab – www.majalahmasajid.com

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*