surat surat shalat fardhu

Surat-Surat yang Pernah Dibaca Rasulullah dalam Shalat Fardhu

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Artikel Ilmiah, Fiqih 0 Comments

Dalam artikel ini akan dijelaskan beberapa surat yang pernah dibaca oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam shalatnya. Mengetahui hal ini bermanfaat untuk meniru beliau. Harap diperhatikan bahwa surat yang dibaca dalam surat Fardhu boleh surat apa saja, tidak terbatas beberapa surat di bawah ini. Tema ini dimaksudkan agar orang yang ingin meneladani Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bisa mewujudkannya. Dikisahkan bahwa Syaikh Bin Baz rahimahullah ketika mengimami shalat Shubuh hari Jumat kebiasan beliau membaca as-Sajdah dan al-Insan, untuk meneladani Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Bagaimana Sifat Bacaan Surat Rasulullah?

Ciri bacaan beliau rakaat kedua lebih sedikit (setengah atau sepertiga) dari rakaat pertama. Diriwayatkan dari Abu Qatadah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Biasa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca dalam dua raka’at pertama dari shalat Zhuhur surat al-Fatihah dan dua surat dengan memanjangkan surat dalam raka’at pertama dan memendekkan dalam raka’at kedua, juga adakalanya memperdengarkan suara bacaannya. Dan dalam shalat Ashar biasa membaca dalam raka’at pertama dan kedua masing-masing al-Fatihah dan surat, juga memanjangkan raka’at pertama. Beliau memanjangkan (bacaan surat) pada raka’at pertama shalat Shubuh dan memendekkan dalam raka’at kedua.” (HR. Al-Bukhari no. 759 dan Muslim no. 451)

Diriwayatkan dari Jabir bin Samurah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Penduduk Kufah mengadukan Sa’ad bin Abi Waqqash kepada ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu sehingga ia diberhentikan dan diganti oleh ‘Ammar (bin Yasir Radhiyallahu ‘Anhu). Dalam pengaduan itu mereka berkata bahwa Sa’ad tidak baik shalatnya, sehingga ia dipanggil oleh ‘Umar dan ditanya, ‘Hai Abu lshaq (Sa’ad) orang-orang ini menganggap Anda tidak baik shalatnya.’ Jawab Abu lshaq, ‘Demi Allah, saya shalat dengan mereka sebagaimana shalat Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, tidak menyalahi sedikit pun. Saya shalat Isya’ dengan memanjangkan dua raka’at pertama dan memendekkan dua rakaat akhir.’ ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu berkata, ‘Demikianlah perkiraan kami terhadap dirimu hai Abu Ishaq.’ Lalu ‘Umar mengirimkannya kembali ke Kufah dengan seseorang dan beberapa orang untuk menanyakan perihalnya kepada penduduk Kufah. Tidaklah meninggalkan satu masjid pun melainkan dimasuki untuk menanya tentangnya, dan semuanya memuji baik terhadap Sa’ad, hingga masuk masjid Bani ‘Absin, lalu ada orang bernama Usamah bin Qatadah yang digelari Abu Sa’dah berkata, ‘Adapun jika Anda bertanya maka Sa’ad tidak suka keluar dalam Sariyah (perang kecil) dan tidak membagi (ghanimah) dengan rata, dan tidak adil dalam putusan hukum.’ Sa’ad Radhiyallahu ‘Anhu berkata:

وَاللَّهِ لَأَدْعُوَنَّ بِثَلاَثٍ: اللَّهُمَّ إِنْ كَانَ عَبْدُكَ هَذَا كَاذِبًا، قَامَ رِيَاءً وَسُمْعَةً، فَأَطِلْ عُمْرَهُ، وَأَطِلْ فَقْرَهُ، وَعَرِّضْهُ بِالفِتَنِ

‘Demi Allah saya akan berdo’a tiga macam: Ya Allah, jika hamba-Mu ini berdusta hanya untuk mencari nama, maka panjangkan usianya, panjangkan kefakirannya, dan hadapkanlah ia dengan fitnah-fitnah.’ Kemudian setelah itu ia berkata, ‘Aku orang tua yang kena fitnah, aku telah kena do’anya Sa’ad.’”

Abdul Malik (salah seorang yang meriwayatkan hadits ini) berkata, “Aku sendiri telah melihat orang itu (Usamah bin Qatadah) sangat tua sehingga kedua alisnya telah turun ke matanya, dan suka duduk di jalan untuk menggoda (budak-budak wanita).” (HR. Al-Bukhari no. 755 dan Muslim no. 453)

Abu Barzah Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam shalat Shubuh sedang kami sudah dapat mengenal kawannya, dan membaca ayat antara 60 hingga 100 ayat. Dan shalat Zhuhur jika matahari telah tergelincir, dan shalat ‘Ashar saat seorang dari kami pergi ke ujung kota kemudian kembali matahari masih terang. Dan beliau tidak peduli mengundurkan shalat Isya’ hingga sepertiga malam.” (HR. Al-Bukhari no. 541 dan Muslim no. 461)

Shalat Shubuh

Beliau pernah membaca surat Al-Jin. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pergi bersama beberapa shahabatnya menuju pasar ‘Ukazh dan ketika itu syaithan telah terhalang untuk mendengarkan berita dari langit, dan dilempari dengan bintang yang membakar mereka lalu kembali kepada kaumnya dan kaumnya berkata, ‘Tidak ada yang menghalai kalian dari berita langit melainkan pasti ada sesuatu telah terjadi. Carilah informasinya ke penjuru timur dan barat bumi. Lihatlah apa yang menyebabkan kalian terhalang dari berita langit.’ Mereka pun menuju arah Tihamah keberadaan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam saat di pohon kurma hendak menuju pasar ‘Ukazh dalam keadaan sedang shalat Fajar bersama para shahabatnya. Tatkala mereka mendengar al-Qur`an sangat perhatian lalu berkata, ‘Demi Allah, inilah yang menghalangi kalian untuk mendapat berita dari langit.’ Dari sana mereka kembali kepada kaumnya dan berkata:

يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا، يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ، فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا

‘Hai kaum kami, sungguh kami telah mendengar bacaan yang sangat mengagumkan, menunjuki ke jalan yang lurus, maka kami beriman kepadanya dan tidak menyekutukan Rabb kami dengan apapun.’ [Jin:2] Maka Allah menurunkan wahyu kepada Nabi-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الجِنِّ

‘Katakanlah: Telah diwahyukan kepadaku bahwa beberapa rombongan jin telah mendengarkan bacaan al-Qur’an.’ [Al-Jin: 1] Sedang yang diwahyukan itu ialah apa yang dikatakan oleh jin itu.” (HR. Al-Bukhari no. 773 dan Muslim no. 449)

Juga telah shahih bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca surat Al-Zalzalah di rakaat pertama dan kedua dalam shalat Shubuh.

Juga, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau pernah membaca dalam shalat Shubuh surat Qaf, as-Sajdah, al-Insan, dan al-Zalzalah. Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu dia berkata: “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca pada shalat Shubuh, ‘Qaf wal Qur’an al-Majid’ (surat Qaf).” (HR. Muslim no. 458)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam shalat Shubuh membaca: ALIF LAAM MIIM TANZIIL AS-Sajadah (Surah as-Sajadah), dan HAL ATAA ‘ALAL INSAANI HIINUM MINAD DAHRI (Surah al-Insaan).” (HR. Al-Bukhari no.  891 dan Muslim no. 879)

Dari seorang laki-laki dari Juhainah dia berkata: “Bahwa dia telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam shalat Shubuh: IDZA ZULZILATIL-ARDHU ZILZALAHA, pada kedua rakaatnya.” (HR. Abu Dawud no. 816 dan dinyatakan shahih oleh Syaikh al-Albani)

Shalat Zhuhur dan ‘Ashar

Beliau membaca AL-Lail dalam shalat Zhuhur. Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu anhu dia berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam shalat Zhuhur ‘Wal-laili idza yaghsya’, dan dalam shalat ‘Ashar membaca surat semisal itu panjangnya. Sementara dalam shalat Shubuh beliau membaca surat yang lebih panjang dari itu.” (HR. Muslim no. 459)

Shalat Maghrib

Beliau pernah membaca surat Al-Mursalat, Ath-Thur dalam shalat Maghrib. Diriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma berkata: ketika Ummul Fadhl mendengar ‘Abdullah bin ‘Abbas membaca surat ‘Walmursalaati urfa’ (al-Mursalat), beliau berkata, “Hai anakku, demi Allah kamu telah mengingatkanku. Itulah surat terakhir yang aku dengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membacanya dalam shalat Maghrib.” (HR. Al-Bukhari no. 763 dan Muslim no. 462)

Diriwayatkan dari Jubair bin Muth’im Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca dalam shalat Maghrib surat ath-Thur.” (HR. Al-Bukhari no. 765 dan Muslim no. 463)

Shalat Isya’

Beliau pernah membaca surat At-Tin dan Al-Baqarah dalam shalat ‘Isya. Diriwayatkan dari A-Baraa’ Radhiyallahu ‘Anhu berkata, “Ketika dalam bepergian, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca di salah satu raka’at shalat Isya’ surat at-Tin.” (HR. Al-Bukhari no. 767 dan Muslim no. 464)

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma berkata: Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu ‘Anhu biasa shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam kemudian pergi ke kampungnya untuk mengimami mereka, lalu membaca surat aI-Baqarah. Ada orang yang menyudahi dengan shalat sendiri yang ringan, ketika Mu’adz mengetahui orang itu, ia berkata: “Sungguh ia orang munafik.” Orang itu mengetahui kabar itu lalu mendatangi Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنَّا قَوْمٌ نَعْمَلُ بِأَيْدِينَا، وَنَسْقِي بِنَوَاضِحِنَا، وَإِنَّ مُعَاذًا صَلَّى بِنَا البَارِحَةَ، فَقَرَأَ البَقَرَةَ، فَتَجَوَّزْتُ، فَزَعَمَ أَنِّي مُنَافِقٌ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” يَا مُعَاذُ، أَفَتَّانٌ أَنْتَ – ثَلاَثًا – اقْرَأْ: وَالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى وَنَحْوَهَا

“Ya Rasulullah kami adalah kaum yang bekerja dengan tangan-tangan kami di samping menggembala ternak, dan Mu’adz shalat mengimami kami semalam itu membaca surat al-Baqarah. Maka Aku memutus shalatku, lalu dia menuduh saya munafik.” Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Ya Mu’adz, apakah kamu akan tukang pembuat fitnah (memicu orang enggan shalat)?” hingga 3 kali, “Bacalah surat asy-Syamsy dan al-A’la atau yang semisalnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6106 dan Muslim no. 465)

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*