pengkhianatan harta

Pengkhianatan Harta, Tahta, dan Wanita yang Diburu Manusia

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Penyejuk Hati 0 Comments

Orang kuliah teknik atau umum sedikit sekali yang niatnya untuk tujuan dakwah dan tabungan di akhirat. Kebanyakan mereka diniatkan semenjak awal untuk memuaskan nafsu jiwanya dengan menggunakan gaji besarnya untuk membeli mobil mewah, rumah mewah, penampilan menawan, istri cantik yang terpandang. Memang tidak dilarang asal tujuannya untuk memudahkannya beribadah kepada Allah. Jika hanya untuk tujuan memuaskan nafsu semata maka dilarang. Bahkan ada di antara mereka yang meniatkan ibadah yang seharusnya pahalanya ditabung untuknya di akhirat, diubah niatnya untuk mencari keuntungan dunia. Inilah makna firman Allah:

مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لا يُبْخَسُونَ * أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الآخِرَةِ إِلا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Hud [11]: 15-16)

Setelah mereka meraih harta, tahta, dan wanita yang mereka kejar dulunya siang dan malam, hingga membanting tulang, siang jadi malam, dan malam jadi siang, mereka pun akhirnya bisa menikmatinya di usia senja dan sudah rapuh tulangnya dan beruban rambutnya. Sayangnya, tidak lama setelah itu ia pun meninggal dan meninggalkan semua jerih payahnya. Hartanya tak lama setelah itu dibagi-bagi untuk ahli warisnya. Tahta dan jabatannya dicopot dan telah digantikan orang lain yang masih hidup. Adapun istrinya telah menikah lagi dengan lelaki lain. Akhirnya, ia pun sendirian di alam kubur. Tidak ada yang setia menemaninya kecuali amal shalihnya yang pas-pasan. Penyesalannya tiada akhir.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ، فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ: يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ، فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ»

“Jenazah diikuti tiga hal. Dua hal balik meninggalkannya dan satu yang tetap bersamanya. Dia diikuti keluarganya, hartanya, dan amalnya, lalu keluarga dan hartanya balik pulang dan tinggal amalnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6514 dan Muslim no. 2960)

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*