menyembunyikan berpeluang

Menyembunyikan Dosa Berpeluang Diampuni

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah, Penyejuk Hati 0 Comments

Tiap orang punya dosa. Di antara mereka ada yang malu sehingga menyembunyikan dosanya, tidak dibeberkan kepada manusia. Yang lain dengan bangga diceritakan kepada orang lain untuk tujuan bercanda atau lainnya. Orang tipe pertama memiliki peluang diampuni selagi dia tutupi dosa itu, dalam artian tidak diceritakan kepada orang lain dan tidak bangga atas maksiatnya. Tapi muram dan takut. Dalilnya diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: saya telah mendengar Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«كُلُّ أُمَّتِي مُعَافًى إِلَّا المُجَاهِرِينَ، وَإِنَّ مِنَ المُجَاهَرَةِ أَنْ يَعْمَلَ الرَّجُلُ بِاللَّيْلِ عَمَلًا، ثُمَّ يُصْبِحَ وَقَدْ سَتَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ، فَيَقُولَ: يَا فُلاَنُ، عَمِلْتُ البَارِحَةَ كَذَا وَكَذَا، وَقَدْ بَاتَ يَسْتُرُهُ رَبُّهُ، وَيُصْبِحُ يَكْشِفُ سِتْرَ اللَّهِ عَنْهُ»

Semua ummatku dimaafkan kecuali mujahirin (menyebarkan aib dosanya). Termasuk mujahirin adalah seorang berbuat sesuatu di waktu malam, kemudian di waktu pagi ditutup oleh Allah tiba-tiba ia berkata, Hai Fulan aku semalam telah berbuat ini dan itu.’ Di malam hari Rabb-nya telah menutupinya tetapi di pagi hari ia justru menyingkap apa yang ditutup Allah itu. (HR. Al-Bukhari no. 6069 dan Muslim no. 2990)

Di akhirat kelak, nasibnya terserah Allah dan Allah maha Pemaaf. Diriwayatkan dari Shafwan bin Muhriz al-Mazini berkata: ketika aku berjalan bersama Ibnu ‘Umar radhiyallahu anhuma dengan memegang tanganku, tiba-tiba seorang lelaki menghadap sambil berkata: bagaimana Anda mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang ‘berbisik’? Jawabnya: aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ اللَّهَ يُدْنِي المُؤْمِنَ، فَيَضَعُ عَلَيْهِ كَنَفَهُ وَيَسْتُرُهُ، فَيَقُولُ: أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا، أَتَعْرِفُ ذَنْبَ كَذَا؟ فَيَقُولُ: نَعَمْ أَيْ رَبِّ، حَتَّى إِذَا قَرَّرَهُ بِذُنُوبِهِ، وَرَأَى فِي نَفْسِهِ أَنَّهُ هَلَكَ، قَالَ: سَتَرْتُهَا عَلَيْكَ فِي الدُّنْيَا، وَأَنَا أَغْفِرُهَا لَكَ اليَوْمَ، فَيُعْطَى كِتَابَ حَسَنَاتِهِ، وَأَمَّا الكَافِرُ وَالمُنَافِقُونَ، فَيَقُولُ الأَشْهَادُ: {هَؤُلاَءِ الَّذِينَ كَذَبُوا عَلَى رَبِّهِمْ أَلاَ لَعْنَةُ اللَّهِ عَلَى الظَّالِمِينَ}»

“Sesungguhnya Allah akan mendatangkan orang beriman untuk mendekat, lalu Dia meletakkannya di suatu tempat terjaga dan menutupinya. Dia berfirman, ‘Apakah kamu ingat dosa ini? Apakah kamu ingat dosa itu?’ Jawabnya, ‘Iya, demi Allah.’ Sehingga tatkala Dia membuatnya mengakui semua dosa-dosanya dan orang itu yakin akan binasa, Allah berfirman, ‘Aku telah menutupinya untukmu di dunia, dan Aku pun mengampuninya untukmu pada hari ini.’ Lalu dia diberi buku kebaikannya. Adapun orang kafir dan munafiq, para saksi (Malaikat) akan berseru, ‘Mereka inilah orang-orang yang mendustakan Rabb mereka. Ketahuilah laknat Allah atas orang-orang zhalim (kafir, musyrik, dan munafiq).[1]’” (HR. Al-Bukhari no. 2441 dan Muslim no. 2768)

Allahu a’lam.[]

[1] QS. Hud [11]:

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*