Hukum Menyingsingkan Baju Ketika Sholat

Abu Khalid Muchtar Yahya Belajar Islam 0 Comments

Syaikh Masyhur Hasan Salman dalam kitabnya Al-Qaul al-Mubin fi akhtho’a al-Mushollin bahwasanya diantara kesalahan yang kerap dilakukan sejumlah orang sebelum mengerjakan sholat adalah menyingsingkan (menggulung) pakaiannya.1

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah ﷺ bersabda:

 

أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ وَلَا أَكُفَّ ثَوْبًا وَلاَ شَعْرًا

“Aku diperintahkan untuk bersujud dengan menempelkan tujuh anggota badan, aku dilarang mengikat rambut dan dilarang menyingsingkan pakaian (ketika sholat).” (HR.Muslim, An-Nasa’i, Ibnu Majah)

 

Ibnu Khuzaimah rahimahullah juga menyebutkan dalam baba az-zajr ‘an kaffits tsiyabi fish sholah” (Larangan melipat pakaian dalam sholat)2

Imam An-Nawawi rahimahullah menyatakan: “Para ulama sepakat tentang larangan mengerjakan sholat dengan pakaian yang disingsingkan atau lengan baju yang digulung atau perbuatan semisalnya.3

 

Menurut Imam Malik rahimahullah, apabila itu merupakan pakaian dan penampilannya sebelum sholat dan dia sedang mengerjakan sesuatu yang memerlukan penyingsingan lengan baju, kemudian dia mengerjakan shalat dalam kondisi demikian, maka hal itu tidaklah mengapa. Namun jika dia melakukannya sekadar karena ingin mengikat rambut atau menyingsingkan baju, maka itu bukanlah perbuatan yang baik.4

 

Syaikh Masyhur Hasan Salman menjelaskan bahwasanya larangan dalam hadits tersebut bersifat mutlak. Dengan kata lain, larangan ini berlaku baik seseorang baru menyingsingkan pakaian ketika hendak sholat maupun menyingsingkannya sebelum memulai sholat, lalu sholat dalam keadaan demikian.

 

Imam An-Nawawi meneruskan pernyataannya yang lalu: “Larangan menyingsingkan pakaian hukumnya makruh tanzih. Jadi seseorang yang sholat dalam kondisi begitu berarti telah berbuat sesuatu yang buruk, namun sholatnya tetap sah. Abu Ja’far Muhammad bin Jarir ath-Thabari juga berpendapat demikian berdasarkan ijma’ para ulama. Sementara, Ibnul Mundzir menukil dari Hasan al-Bashri orang itu harus mengulangi sholatnya.5

 

Imam An_Nawawi juga menambahkan: Menurut mayoritas ulama, larangan menyingsingkan pakaian ketika sholat bersifat umum, berlaku bagi siapa pun yang sholat dalam keadaan demikian, baik dia menyingsingkan pakaiannya karena hendak sholat atau karena keperluan lain sebelum sholat. Berbeda dengan ad-dawudi, dia membatasi larangan ini pada saat hendak memulai sholat saja. Namun yan lebih tepat dan shahih adalah pendapat pertama, sebab seperti itulah yang jelas-jelas dinukil dari para sahabat dan jumhur ulama.6


Footnote:

  1. Yang lazim kita lihat sekarang adalah penyingsingan lengan baju hingga ke bagian siku.
  2. Shahih Ibnu Khuzaimah (I/383)
  3. Syarah Shahih Muslim (IV/209)
  4. Al-Mudawwanah al-Kubra (I/96)
  5. Syarah Shahih Muslim (IV/209)
  6. Syarah Shahih Muslim (IV/209)

 

Referensi : Kitab Al-Qaul al-Mubin fi akhtho’a al-mushollin, Syaikh Masyhur Hasan Salman. Pustaka Imam Syafi’i.

 


 

Penulis : Abu Khalid Muchtar Yahya
Artikel Thaybah.ID

Mahasiswa aktif Teknik Mesin Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*