rajin puasa tidur

Dinilai Rajin Puasa dan Shalat Tahajjud Meski Tidur

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih 0 Comments

Banyak orang rajin puasa Dawud, Senin-Kamis, Ayyamul Bidh (13, 14, 15 bulan Hijriah), dan shalat malam serta shalat Tahajjud. Ini susah dilakukan kecuali oleh orang-orang kuat dan hebat. Ajaibnya, ada orang-orang yang pas-pasan ibadah sunnahnya, tetapi pahalanya mengungguli ahli ibadah di atas. Apa penyebabnya? Membantu kesusahan orang lain, terutama janda dan anak yatim. Apalagi bersedia menanggung semua kebutuhan harian mereka. Ma syaa Allah.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«السَّاعِي عَلَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ، كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، أَوِ القَائِمِ اللَّيْلَ الصَّائِمِ النَّهَارَ»

Orang yang berusaha membantu wanita janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjihad fisabilillah, atau bagaikan ahli shalat malam dan ahli puasa di siang hari. (HR. Al-Bukhari no. 5353 dan Muslim no. 2987)

Allahu a’lam.[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*