yang sering kelaparan

Bagi Anda yang Sering Kelaparan

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah 0 Comments

Ada di antara kaum Muslimin hari ini yang belum makan semenjak kemarin. Ada yang sedang kelaparan tidak punya uang dan makanan. Adapula yang bisa sarapan pagi ini tetapi ala kadarnya. Jangan bersedih! Qanaah atas pemberian Allah adalah sikap terbaik. Itu bukan tanda Allah tak sayang kepadanya. Sebab para kekasih Allah pernah kelaparan. Ini menunjukkan disempitkan rezeki bukan tanda Allah benci.

Selama 10 tahun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak pernah makan keyang 3 kali berturut-turut. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ قَدِمَ المَدِينَةَ، مِنْ طَعَامِ البُرِّ ثَلاَثَ لَيَالٍ تِبَاعًا، حَتَّى قُبِضَ

“Semenjak pindah ke Madinah keluarga (anak-istri) Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah kenyang makan gandum tiga hari berturut-turut sampai beliau wafat.” (HR. Al-Bukhari no. 5416 dan Muslim no. 2970)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ طَعَامٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ حَتَّى قُبِضَ

“Keluarga Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah kenyang makan tiga hari berturut-turut hingga wafat.” (HR. Al-Bukhari no. 5374 dan Muslim no. 2976)

Keluarga Muhammad shallallahu alaihi wa sallam makannya cuma dua kali sehari. Itupun dengan air dan kurma pada salah satunya. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

مَا أَكَلَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكْلَتَيْنِ فِي يَوْمٍ إِلَّا إِحْدَاهُمَا تَمْرٌ

“Keluarga Muhammad shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah makan dua kali sehari melainkan yang satunya kurma.” (HR. Al-Bukhari no. 6455 dan Muslim no. 2971)

Hingga menjelang wafatnya beliau, makanannya juga masih dua kali. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

تُوُفِّيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ شَبِعْنَا مِنَ الأَسْوَدَيْنِ: التَّمْرِ وَالمَاءِ

“Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia setelah kami kenyang makan aswadain yaitu kurma dan air.” (HR. Al-Bukhari no. 5383 dan Muslim no. 2975)

Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah 3 bulan tidak punya makanan yang bisa dimasak. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata kepada ‘Urwah:

ابْنَ أُخْتِي إِنْ كُنَّا لَنَنْظُرُ إِلَى الهِلاَلِ، ثُمَّ الهِلاَلِ، ثَلاَثَةَ أَهِلَّةٍ فِي شَهْرَيْنِ، وَمَا أُوقِدَتْ فِي أَبْيَاتِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَارٌ، فَقُلْتُ يَا خَالَةُ: مَا كَانَ يُعِيشُكُمْ؟ قَالَتْ: الأَسْوَدَانِ: التَّمْرُ وَالمَاءُ، إِلَّا أَنَّهُ قَدْ كَانَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جِيرَانٌ مِنَ الأَنْصَارِ، كَانَتْ لَهُمْ مَنَائِحُ، وَكَانُوا يَمْنَحُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ أَلْبَانِهِمْ، فَيَسْقِينَا

“Hai keponakanku, adakalanya kami melihat hilal, kemudian hilal kemudian hilal hingga tiga kali dalam dua bulan, sedang dalam masa itu di rumah Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah dinyalakan api (untuk masak).” ‘Urwah bertanya, “Bibiku, apa yang kalian makan sehari-hari?” Jawab ‘Aisyah, ‘Aswadan yaitu kurma dan air. Hanya saja Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam memiliki tetangga Anshar yang memiliki kambing-kambing. Mereka mengirim kepada Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam susunya sehingga beliau memberi minum kami.” (HR. Al-Bukhari no. 2567 dan Muslim no. 2972)

Siapa Sa’ad bin Abi Waqqash? Beliau adalah pemuda yang awal masuk Islam dan termasuk 10 shahabat yang dijamin masuk surga. Apakah beliau keyang atau kelaparan? Diriwayatkand dari Sa’ad radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

إِنِّي لَأَوَّلُ العَرَبِ رَمَى بِسَهْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَرَأَيْتُنَا نَغْزُو وَمَا لَنَا طَعَامٌ إِلَّا وَرَقُ الحُبْلَةِ، وَهَذَا السَّمُرُ، وَإِنَّ أَحَدَنَا لَيَضَعُ كَمَا تَضَعُ الشَّاةُ، مَا لَهُ خِلْطٌ، ثُمَّ أَصْبَحَتْ بَنُو أَسَدٍ تُعَزِّرُنِي عَلَى الإِسْلاَمِ، خِبْتُ إِذًا وَضَلَّ سَعْيِي

“Aku adalah orang ‘Arab pertama yang memanah di jalan Allah dan kami tidak memiliki makanan kecuali daun dari pohon berduri dan pohon samur, sehingga salah seorang dari kami buang air seperti kotoran kambing yang tidak ada campurannya. Kemudian kini Bani Asad hendak mengajari saya tentang Islam, jika demkian sungguh merugi dan sia-sia usahaku sebelumnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6453 dan Muslim no. 2966)

Maka jangan bersedih. Yakinlah dibalik itu ada hikmat besar. Allahu a’lam[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*