Usia adalah amanah

Ilham Rusydi Mutiara Faidah, Penyejuk Hati 0 Comments

Setiap manusia dihidupkan oleh Allah pada rentang waktu tertentu. Rentang waktu tersebut adalah usia. Masing-masing manusia bermacam-macam. Ada yang puluhan tahun, ada yang puluhan bulan, beberapa bulan, beberapa hari, beberapa jam, beberapa menit bahkan beberapa detik. Itulah usia yang telah Allah tetapkan pada setiap makhluq dan tidak bisa ditunda dan diketahui kedatangannaya sebagaimana firman Allah.

إِنَّ أَجَلَ اللَّهِ إِذَا جَاءَ لا يُؤَخَّرُ لَوْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

Sesugguhnya ketetapan Allah itu jika telah datang tidak bisa ditunda jika kalian mengetahui.” (QS. Nuh 71:4 )

Usia adalah waktu yang diamanahkan oleh Allah kepada kita untuk kita ketika hidup di dunia. Sebuah amanah tentunya akan diminta pertanggungjawaban dari setiap penggunaan amanah tersebut. Setiap detik dari usia kita akan terus disaksikan dicatat oleh Allah tanpa ada satu detik pun yang terlewati. Semua akan tercatat dengan lengkap sesuai apa yang telah kita perbuat. Semua ucapan, niat, kenginan hati, lirikan mata, gerakan tangan, langkah kaki semuanya akan dicatat oleh Allah dan kelak akan ditampakkan kepada kita.

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ , فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ , وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

Pada hari itu manusia ke luar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka. Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula.” (QS. Al-Zalzalah [99]:6-8)

Setiap amanah memiliki tujuan tertentu. Allah memberikan amanah kepada kita berupa usia untuk dipergunakan beribadah kepadaNya. Beribadah dengan melakukan amal sholeh yang telah diajarkan oleh Allah dan RasulNya.

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

Tidak akan bergeser dua telapak kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai dia ditanya tentang umurnya kemana dihabiskannya, tentang ilmunya bagaimana dia mengamalkannya, tentang hartanya; dari mana diperolehnya dan ke mana dibelanjakannya, serta tentang tubuhnya untuk apa digunakannya”. (HR At-Tirmidzi)

Hadits di atas menjadi renungan bagi kita. Setiap waku yang diamanahkan untuk kita akan diminta tanggung jawab oleh Allah kelak di hari kiamat. Oleh karena itulah wajib bagi kita yang mendapat amanah berupa usia tersebut untuk selalu menjaganya agar tidak keluar dari tujuan awal.

Tatkala kita mendapat sebuah amanah untuk menjalankan proyek dengan dana tertentu. Tentu setiap rupiah dana yang keluar akan diminta pertanggungjawaban oleh atasan kita. Ketika kita tidak dapat menjaga amanah tersebut maka atasan kita akan murka kepada kita. Ketahuilah saudaraku, yang demikian hanyalah atasan kita dan tentunya yang demikian sangat jauh lebih ringan dari pada pertanggungjawaban kita di hadapan Allah kelak. Kalau atasan masih bisa bagi kita untuk mengakalinya dan mengelabuinya. Namun ketika yang mengadili adalah Allah maka tidak ada sedikitpun yang dapat kita sembunyikan dariNya.

Semoga kita dapat memanfaatkan sisa waktu yang Allah berikan kepada kita untuk senantiasa beribadah kepadanya. Memperbanyak dzikir kepadanya. Memperbanyak amalan-amalan sholeh. Semoga Allah menjadikan amalan-amalan baik kita di dunia diterima dan dapat bermanfaat bagi kita kelak di hari kiamat dan menjauhkan kita dari adzabnya. Aamiin.


Penulis: Ilham Rusydi

Murojaah: Abu Zur’ah Ath-Thaybi

Artikel thaybah.id

Mahasiswa aktif Teknik Informatika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*