kitab bahasa arab

Kitab Bahasa Arab yang Direkomendasikan

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Nahwu-Sharaf, Tsaqafah 0 Comments

Banyak para ulama yang mengarang kitab tentang kaidah bahasa Arab. Ada yang berupa mandhumah maupun mantsurah, yang singkat maupun yang panjang lebar. Di antara yang paling masyhur dan lengkap pembahasannya adalah Alfiyah Ibnu Mâlik berisi 1.000 bait syair lebih dengan syarahnya oleh Ibnu Aqil. Sementara yang ringan dan ringkas adalah al-Ajurrumiyah karya ash-Shanhaji. Di antara kitab bahasa Arab yang beredar dan banyak di pakai di pesantren dan lembaga pendidikan Islam adalah: Durûsul Lughah Lighairin Nâthiqîn Bihâ 3 jilid oleh Prof. Dr. Abdurrahim, al-Arâbiyyah Baina Yadaik 6 jilid, Nahwul Wâdhih 3 jilid oleh Ali Jarim dan Musthafa Amin, al-Mulakhkhash, Tashriful ‘Izzi, dan al-Amtsilah at-Tashrîfiyyah.

Masing-masing kitab memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri sehingga menurut sebagian orang kitab anu lebih mudah baginya tetapi tidak untuk yang lain. Hanya saja, penulis pribadi lebih condong kepada pendapatnya Syaikh al-Utsaimin yang merekomendasikan kitab al-Ajurrumiyah untuk dihafal dan dipelajari. Kitabnya kecil sekitar 10 halaman sehingga hanya membutuhkan 10 hari saja untuk menghafalnya, pada umumnya. Barangkali ini berlaku bagi mereka yang memiliki tekad yang kuat atau telah akrab dan terbiasa dengan bahasa Arab. Namun bagi pemula, akan lebih baik mempelajari dulu Durûsul Lughah atau al-Arabiyyah baina Yadaik agar lebih menyenangkan, mudah, dan mengakrabkan lisan dengan percakapan.

Adapun dalam ilmu sharaf, penulis merekomendasikan al-Amtsilah at-Tashrifiyah untuk dihafal. Allahu a’lam.

Hamzah Abbas Lawadi berkata, “Satu hal yang juga penting diperhatikan dalam mempelajari bahasa Arab, khususnya bagi pemula yang belum pernah belajar bahasa Arab sebelumnya, yaitu dengan mempelajarinya secara bertahap. Pembelajaran hendaknya dimulai dari yang mudah terlebih dahulu, kemudian setelah itu baru mulai mempelajari yang lebih sulit.

Dalam hal ini, para pengajar hendaknya memperhatikan permasalahan tersebut secara lebih serius. Mereka hendaknya memilihkan materi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka sekarang. Seorang pengajar hendaknya tidak mengajarkan apa yang mereka inginkan, namun lebih memilih apa yang sekarang ini mereka butuhkan dan mampu dipahami.

Bagi seorang pemula, kami sarankan untuk tidak mempelajari kaidah-kaidah nahwu dan sharaf terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan kaidah-kaidah tersebut akan terasa sulit dipahami dan dicerna bagi para pemula, terlebih jika mereka diminta untuk menghafalnya.

Kenyataan yang terjadi di dunia pembelajaran bahasa Arab, banyak sekali orang-orang yang belajar dengan materi ini di awal proses belajarnya. Sebagian besar, bahkan hampir seluruhnya berguguran di tengah jalan, sulit ditemukan seorang pembelajar yang dapat menyelesaikan pembelajarannya hingga tuntas. Oleh karena itu, muncullah di tengah-tengah masyarakat satu paradigma bahwa bahasa Arab itu sulit dipelajari, padahal tidak demikian.

Paradigma ini muncul karena sering kali para pembelajar, khususnya para pemula, terburu-buru untuk bisa segera mahir dalam bahasa Arab, yaitu dengan memilih ilmu nahwu dan sharaf sebagai materi awal pembelajarannya. Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar mereka bisa lebih cepat mahir berbahasa Arab. Padahal tidak demikian, hal ini justru akan semakin menyulitkan mereka memahami pembelajaran bahasa.

Akan tetapi, hal tersebut bukan berarti ilmu nahwu dan sharaf tidak perlu dipelajari, yang dianjurkan adalah memilih waktu yang tepat untuk mengajarkannya. Adapun waktu yang tepat menurut hemat penulis adalah setelah mereka dibekali mufradat dan pendahuluan yang cukup sebagai bekal menghadapi pelajaran nahwu dan sharaf.

Inilah sistem pembelajaran bahasa Arab modern yang kami temukan dewasa ini. Hampir seluruh kurikulum pembelajaran bahasa Arab di perguruan-perguruan tinggi terkemuka di Timur Tengah memilih sistem ini. Mereka tidak memulai kurikulum nahwu dan sharaf di awal pembelajaran, tetapi mereka meletakkanya setelah masuk semester kedua atau pada tahun berikutnya.”[]

*Dinukil dari Ada Apa dengan Bahasa Arab? hal. 91-93 Penerbit Pustaka Syabab, cet ke-1 th. 2013 karya Abu Zur’ah Ath-Thaybi. Untuk takhrij dan referensi silahkan merujuk ke buku aslinya. Marketing Pustaka Syabab 085730219208.

Artikel http://thaybah.id

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*