Kiat Menggapai Husnul Khotimah

Alwan Muhammad Mutiara Faidah 0 Comments

Kehidupan makhluk hidup pasti akan berakhir dengan kematian. Kematian yang datangnya tidak seorangpun dapat mengetahui kapan datangnya. Ada orang didapati meninggal saat bekerja, berjalan, berdiri bahkan saat tidur. Baik yang tua, muda, bahkan anak kecil tidak ada yang bisa lari dari padanya, dia merupakan sesuatu yang pasti. Oleh karenanya Allah subhanahu wata’ala berfirman yang artinya

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…
(QS. An Nisa’: 78)

Oleh karenanya kematian bukanlah sesuatu yang harus ditakutkan, akan tetapi kematian merupakan sesuatu yang harus kita persiapkan. Karena yang terpenting bukanlah mengetahui kapan kematian akan menjemput kita atau kapan kematian akan menyambar kita tapi yang terpenting ialah bagaimana kita mempersiapkan diri ketika kematian itu datang kepada kita.
Segala amalan yang kita kerjakan selama hidup didunia ini ditentukan oleh akhir dari amalan kita.

Siapa saja yang berbuat baik terus menerus atau lebih banyak berbuat baiknya maka bisa jadi akhir dari kehidupan nya akan ditutup ketika dia berbuat baik, sebaliknya siapa saja yang lebih banyak berbuat dosa atau kezhaliman bahkan terus menerus tenggelam didalamnya maka bisa jadi kehidupan nya akan ditutup ketika dia berbuat kezaliman didalamnya. Kita berharap kepada Allah semoga kehidupan kita ditutup dengan husnul khotimah. Oleh karenanya penting kiranya bagi kita untuk mengetahui bagaimana menggapai husnul khotimah tersebut.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda didalam hadist yang shahih :

إنَّمَا الأَعْمَالُ بِالخَـوَاتِيْمُ رواه البخاري وغَيْرُهُ
sesungguhnya amalan itu tergantung dengan penutupnya
[HR Bukhari dan selainnya ]

Ada beberapa cara untuk menggapai husnul khotimah diantaranya :
1. Takut Kepada Allah
Sebagian orang merasa sudah banyak beramal, sudah banyak berbuat baik, merasa sudah bertaqwa, merasa dirinya suci, sehingga ia pun merasa Allah tidak mungkin mengadzabnya. Hilang darinya rasa takut kepada Allah. Allah berfirman tentang manusia yang demikian (yang artinya) :

Apakah kalian merasa aman dari makar Allah? Tidaklah ada orang yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi
(QS. Al A’raf: 99).

Abdullah bin Mas’ud radhiallahu’anhu berkata:

Seorang yang beriman melihat dosa-dosanya bagai ia sedang duduk di bawah gunung yang akan runtuh, ia khawatir tertimpa. Sedangkan orang fajir (ahli maksiat), melihat dosa-dosanya bagaikan lalat yang melewati hidungnya
(HR. Bukhari 6308)

2. Taubat Dari Segala Dosa Dan Maksiat.
Bersegera dalam bertaubat kepada Allah merupakan suatu perintah yang Allah sangat tekankan.
Allah berfirman :

وَسَارِعُوٓاْ إِلَىٰ مَغۡفِرَةٖ مِّن رَّبِّكُمۡ وَجَنَّةٍ عَرۡضُهَا ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلۡأَرۡضُ أُعِدَّتۡ لِلۡمُتَّقِينَ ١٣٣

Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa.
(QS.Al ‘Imran: 133)

3. Berdo’a Agar Ditetapkan Diatas Kebenaran Dan Melakukan Amal Sholeh.
Rasulullah shallallohu’alaihi wasallam senantiasa berdo’a:

اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Allahumma mushorrifal quluub shorrif quluubanaa ‘ala tho’atik”
[Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]

Do’a ini penting sekali sebab hati seorang manusia itu berada diantara dua jari dari sekian jari Allah yang mahapemurah. Allah membolak-balikkan nya sekehendakNya.
4. Pendek Angan-Angan.
Hal ini dapat memotivasi untuk beramal sholeh dan menghilangkan kemalasan. Berdasarkan hadist dari ibnu umar – Rhadiyallohuanhu- beliau berkata bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah mmegang pundakku seraya bersabda,

كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيْبٌ أَوْ عَا بِرُ سَبِيْلٍ
Jadilah kamu didunia ini seperti orang asing atau sedang menyebrang jalan.

Ibnu Umar – Rhadiyallohuanhu – berkata :

Jika kamu berada diwaktu sore, maka janganlah menunggu datangnya waktu pagi, dan jika kamu berada di waktu pagi, maka janganlah menunggu waktu sore. Pergunakanlah waktu sehatmu untuk waktu sakitmu dan waktu hidupmu untuk waktu matimu.

 
5. Menjauhkan Perbuatan Dosa Dan Maksiat
Karena pengaruh dosa dan maksiat itu begitu besarnya maka kita perlu untuk menghindar, jangan sampai kita bertemu apalagi melakukan nya. Dosa itu bagaikan karat didalam hati. Allah berfirman :

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutupi hati mereka.”
(QS. Al Muthoffifin: 14)

 
6. Sabar Atas Musibah
Perjalanan kehidupan terkadang membawamu terperosok dan jatuh dalam berbagai kesulitan. Kesulitan-kesulitan itu terasa berat bagimu. Dadamu seolah-olah menjadi sesak. Bumi yang begitu luas terhampar seolah-olah menjadi sempit bagimu. Apakah keadaan ini akan membawamu berputus asa wahai saudaraku, jangan. Akan tetapi bersabarlah. Karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya

“Dan ketahuilah, sesungguhnya kemenangan itu beriringan dengan kesabaran. Jalan keluar beriringan dengan kesukaran. Dan sesudah kesulitan itu akan datang kemudahan.”
(Hadits riwayat Abdu bin Humaid di dalam Musnad-nya dengan nomor 636, Ad Durrah As Salafiyyah hal. 148)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menggambarkan kepada umatnya bahwa kesabaran itu bak sebuah cahaya yang panas. Dia memberikan keterangan di sekelilingnya akan tetapi memang terasa panas menyengat di dalam dada.

 
7. Berbaik Sangka Kepada Allah
Allah -Taala- memerintahkan kita agar senantiasa berhusnudzon kepadaNya, sebagaimana sabda Rasulullah dalam sebuah hadits qudsi: ” Rasulullah SAW bersabda :

(Allah -Taala- Berfirman)”Aku tergantung pada prasangka hambaKu….”

Maknanya ialah jika kita menaruh prasangka yang baik kepada Allah,maka InsyaAllah, Allah akan memberikan kemudahan atas segala permasalahan yang kita hadapi.

Ibnu Mas’ud berkata:

“Demi Dzat yang tidak ada sesembahan selain-Nya tidaklah seseorang diberi pemberian yang paling baik daripada prasangka baiknya kepada Allah. Demi Dzat yang tidak ada sesembahan selain-Nya. Tidaklah seorang hamba berbaik sangka kepada Allah melainkan Allah akan memberikan apa yang menjadi prasangkanya. Hal itu karena kebaikan ada ditangan Allah”
(Kitab Husni azh Zhan, Ibnu Abi Dun-ya)

Wallohu’alam.

 

Penulis : Alwan Muhammad

Artikel Thaybah.id


Referensi :

  • https://muslim.or.id/11168-memupuk-rasa-takut-kepada-allah.html
  • https://muslim.or.id/621-seberkas-cahaya-di-tengah-gelapnya-musibah.html.https://rumaysho.com/1257-maksiat-menggelapkan-hati.html
  • https://rumaysho.com/984-doa-agar-diteguhkan-hati-dalam-ketaatan.html
  • http://azwirbchaniago.blogspot.co.id/2014/11/baik-sangka-kepada-allah.html
  • https://www.youtube.com/watch?v=YgGh4lp_-ho
Mahasiswa aktif Matematika FMIPA, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*