Bagaimana sunnah mendatangi istri ?

Ilham Rusydi Artikel Ilmiah, Fiqih 0 Comments

:السُّؤَالُ

ما هي السنة التي وردت عن النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم عند دخول الزوج على زوجته ؟

:الجَوَابُ

:من السنة

أن يأخـذ الإنسان بناصيتها أي: ناصيةِ المرأةويقول

اللهم إني أسألـك خيرها وخير ما جبلتها علـيه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه

لكن لا يقول هذا الكلام بصوت رفيع، لأنه لو قـاله بصوت رفيع ربما تنفر المرأة منه، لكن يمسك برأسها كأنه يريد أن يقبلها مثلاً ويتكلم بهذا الكلام

هذا ما أعلمه عن رسول الله ـﷺـ في هذا.

كـذلك أيضاًعندما يريد أن يأتيها لا بد أن يداعبها ويباشرها حتى تصل إلى ما وصل إليه هو من الشهوة

ثالثاً : عند الجماع يقول : “بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

فإنّه إذا قال ذلك وقدّر الله بينهما ولــداً لـم يضـرّه الشـيطان أبـداً

 

Syaikh Shalih Al-Utsaimin ditanya

Apa sunnah yang datang dari nabi ketika seorang suami hendak mendatangi istrinya ?

Jawaban Syaikh Shalih al-utsaimin :

Dari sunnah :

Orang itu (suami) agar memegang ubun-ubunnya, yaitu ubun-ubun istrinya dan mengucapkan :

اللهم إني أسألـك خيرها وخير ما جبلتها علـيه، وأعوذ بك من شرها وشر ما جبلتها عليه

Ya Allah, aku meminta kepadamu kebaikannya dan kebaikan yang engkau takdirkan padanya dan aku berlindung kepadamu dari kejelekannya dan kejelekan engkau takdirkan padanya”.

Tetapi tidak mengucapkannya dengan suara yang tinggi (keras), karena jika mengucapkannya dengan suara yang tinggi (keras) bisa jadi perempuan itu (istrinya) lari darinya (karena takut atau terkejut). Tetapi (seharusnya) peganglah kepalanya seolah-olah menginginkan untuk menciumnya misalnya dan mengucapkan ucapan (doa) tersebut.

Ini adalah apa yang aku mengajarkannya dari rasulullah sallallahu alaihi wasallam pada (hal) ini.

Demikian -juga- ketika hendak mendatanginya hendaknya dia (suami) menggodanya dan menggaulinya hingga sampai padanya apa yang dia sampai kepadanya dari syahwat.

Yang ketiga : ketika berjimak (bersetubuh) mengucapkan :

بسم الله، اللهم جنبنا الشيطان وجنب الشيطان ما رزقتنا

Dengan nama Allah, ya Allah jauhkanlah kami (dari) syaitan dan jauhkanlah syaitan dari apa-apa yang engkau rizkikan kepada kami

Maka sesungguhnya jika dia mengucapkan (doa) itu dan Allah mentaqdirkan pada keduanya anak, syaitan tidak akan membahayakannya (anak tersebut) selama-lamanya.

Diterjemahkan dari telegram كنوز الفوائد https://telegram.me/salafyat

Audio rekaman : http://zadgroup.net/bnothemen/upload/ftawamp3/mm_046_06.mp3


 

Penulis: Ilham Rusydi

Murojaah: Ustadz Abu Zur’ah Ath-Thaybi

Artikel thaybah.id

Mahasiswa aktif Teknik Informatika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*