Ada Apa dengan Birrul Walidain ?

Abu Thalhah al-Babary Akhlak Muamalah 0 Comments

Semua insan tak akan lahir di dunia ini tanpa izin Allah melalui kedua orang tuanya. Melalui kedua orang tua lah insan tersebut dirawat dari mulai lahir sampai waktu tertentu. Mereka berdua merasakan suka duka dalam merawat kita hingga terkadang mereka tidak tidur diwaktu yang seharusnya untuk tidur setelah seharian bekerja. Hanya karena untuk buah hati tercinta, mereka rela melakukan apapun agar diri kita bisa tumbuh dengan baik.

Terkadang diri ini melihat seseorang yang memiliki orang tua yang masih sehat kedua-duanya. Akan tetapi seseorang tersebut terkadang lupa dengan keadaan orang tuanya. Ketika seseorang tersebut hidup jauh dari orang tua, lupakah dia untuk tetap berbuat baik kepada orang tuanya? Meskipun hanya melalui handphone kita berusaha menghubungi orang tua kita. Kita menanyakan kabar mereka,mengobrol tentang keadaan kita saat ini,dan hal-hal lain yang bisa dibicarakan. Bagi kedua orang tua, hal itu sudah membuat senang orang tua atas perbuatan baik kita kepadanya.
Pentingnya kita mengetahui apa itu Birrul Walidain atau dalam bahasa Indonesia berarti berbuat baik kepada kedua orang tua. Khususnya kedudukan birrul walidain dalam syariat Islam yang mana merupakan salah satu perintah Allah setelah perintah untuk mentauhidkan-Nya.
Sebagaimana firman Allah subhaanahu wa ta’ala

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَ ا لَّ تَعْبُدُوا إِ ا لَّ إِيااهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِ ا ما يَبْلُغَ ا ن عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَ دُهُمَا أَوْ كِلََهُمَا فَلََ تَقُلْ لَهُمَا أُ فٍّ وَلََّ تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًَّ كَرِيمًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya”
(Q.S.Al-Isra’ [17]: 23)

وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّ لِ مِنَ ال ا رحْمَةِ وَقُلْ رَ بِ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبايَانِي صَغِيرًا

“Dan katakanlah kepada keduanya perkataan yang mulia dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang. Dan katakanlah, “Wahai Rabb-ku sayangilah keduanya sebagaimana keduanya menyayangiku di waktu kecil”
(Q.S.Al-Isra’ [17]: 24)

 

Al-Hafizh Ibnu Katsir -rahimahullah- mengatakan pada saat menafsirkan ayat tersebut :

Allah ‘azza wa jalla berfirman seraya memerintahkan kepada hamba-Nya agar beribadah hanya kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya. Kata “al-Qadha” di dalam ayat ini bermakna perintah. Mengenai ayat وَقَضَىٰ “Dan Rabb-mu telah memerintahkan”, Mujahid berkata : “Maksudnya mewasiatkan.” Karena itulah Allah ‘azza wa jalla menggandengkan beribadah kepada-Nya dengan berbakti kepada kedua orang tua.

وَاعْبُدُوا ا ا للََّ وَلََّ تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْ بَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَال ا صاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ
ال ا سبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِ ا ن ا ا للََّ لََّ يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًَّ فَخُورًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat
baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga
yang memiliki hubungan kerabat dan tetangga yang bukan kerabat, teman sejawat, ibnu sabil
dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan
membangga-banggakan diri”
(Q.S. An Nisa [4]: 36)

 


Referensi :

  • Buku berjudul “Birrul Walidain : Berbakti kepada Kedua Orang Tua” penulis Ustadz Yazid bin Abdul
    Qodir Jawas

 


Penulis : Abu Thalhah al-Babary

Muroja’ah : Abu Zur’ah ath-Thaybi

Artkeil Thaybah.id

Mahasiswa aktif Teknik Mekatronika, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), Surabaya

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*