Mari Berlaku Adil !

Abu Musa al-Fadaniy Adab, Akhlak Muamalah, Khazanah Islamiyah 0 Comments

Sudah maklum di telinga kita sebuah ucapan, yang mana banyak diucapkan baik oleh non-muslim maupun oleh mereka yang ngakunya muslim,

“Liat tuh istrinya pelaku teroris X ketangkap kamera pakai cadar, maka muslimah yang bercadar itu pemahamannya memang ekstrem !”

Maka kita katakan bahwa ini merupakan cara berpikir yang -mohon maaf- dungu, bahkan dengan tingkat kedunguan yang tidak dapat ditoleransi lagi.

Jika mau adil, maka konsekuensi dari pola berpikir yang dungu ini memaksa orang tersebut mengamini statement berikut,

“Wanita yang melacur di prostitusi X berpakaian ketat, maka wanita yang ketat itu pelacur”

Tentu ini pun cara mengambil kesimpulan yang salah.

Namun sayangnya, kebanyakan manusia terlanjur terjebak pada isu-isu buruk yang memojokkan syariat Islam, sehingga sedemikian pula lah yang diamini oleh sebagian besar non-muslim.

Terkait pemahaman seseorang, baik apakah ia menyimpang, ekstrem, ataupun yang semisalnya, maka yang dicek yaitu pemahamannya. Bagaimana mungkin kita men-judge seseorang mengidap pemahaman yang berbahaya tanpa menelaah pemahamannya tersebut, namun malah menjadikan pakaian takwa yang mereka kenakan sebagai standar/bukti atas pemahaman menyimpangangnya. Ini salah besar !

 

Namun, tentunya yang layak untuk menelaah penyimpangan pemahaman seseorang atau kelompok  yaitu para ‘Ulama Ahlus Sunnah, karena mereka yang lebih tau bagaimana Qawa’idnya.

 

Sungguh memalukan jika didapati seseorang yang KTPnya islam, namun merendahkan bahkan mencela syariat islam yang mulia, semisal syariat cadar ataupun yang lainnya. Orang yang seperti demikian sejatinya tersesat oleh cara berpikirnya sendiri, bahkan tersesat dengan kesesatan yang begitu jauh. Sebagaimana lazimnya perkataan orang-orang Minang,

“Sasek ! Sasasek-saseknyo !”

 

Jangankan melakukan aksi teror kepada non-muslim, membunuh semut saja, yang notabene tergolong binatang lemah, tak mampu memberikan perlawanan berarti, diharamkan dalam islam. Apalagi menyangkut nyawa seorang anak manusia, islam benar-benar memuliakan hal demikian.

 

Penyimpangan dalam Islam akan terus ada hingga hari kiamat selama orang-orang yang mengaku Islam enggan merujuk kepada sumber islam itu sendiri, yaitu Al-Qur’an dan As-Sunnah (Hadits-hadits Shahih), dengan cara pemahaman sebagaimana yang diterangkan oleh Rasulullah -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- kepada Salaful Ummah, yakni Para Sahabat Radiyallahu’ anhum ajma’in.

 

Allahu A’lam.


 

Penulis: Abu Musa al-Fadaniy

Murojaah: Ustadz Abu Zur’ah Ath-Thaybi

Artikel thaybah.id

Pemuda kelahiran Ranah Minang yang telah mengambil studi sarjana di Teknik Informatika, ITS Surabaya. Alumni Ma’had Thaybah Surabaya.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*