di kala bersin

Dikala Aku Bersin dan Mendengar Bersin

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Adab 0 Comments

Di antara aktivitas gerak spontan manusia adalah bersin, yaitu mengeluakan udara yang tertekan dari hidung. Dalam Islam dianjurkan bagi yang bersin untuk mengucapkan alhamdulillah sebagai bentuk syukur dihilangkannya penyakit dari dalam badannya. Dan bagi bagi yang mendengarnya untuk mendoakannya sebagai bentuk penghormatan kepadanya karena membaca hamdalah. Doa ini disebut tasymit, berbunyi: yarhamukallah (semoga Allah menyayangimu).

Diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:

عَطَسَ رَجُلاَنِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَشَمَّتَ أَحَدَهُمَا وَلَمْ يُشَمِّتِ الآخَرَ، فَقِيلَ لَهُ، فَقَالَ: «هَذَا حَمِدَ اللَّهَ، وَهَذَا لَمْ يَحْمَدِ اللَّهَ»

“Ada dua orang (‘Amir bin ath-Thufail dan keponakannya) bersin di sisi Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam lalu beliau mendo’akan tasymit (yarhamukallah) salah satunya, dan tidak mendoakan tasymit yang lain. Ketika ditanya, beliau menjawab, ‘Orang ini membaca Alhamdulillah, sedang yang ini tidak membaca Alhamdulillah.” (HR. Al-Bukhari no. 6221 dan Muslim no. 2991)

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*