kunyah

Apa Itu Kunyah dan Kenapa Mesti Diganti?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih 0 Comments

Kunyah (baca: kun-yah) adalah “nama panggilan alias” yang diawali dengan abu (untuk lelaki) atau ummu (untuk perempuan). Biasanya setelah kata abu/ummu adalah nama anaknya. Misalnya Pak Narto dan istrinya (Bu Ningsih) memiliki anak bernama Ahmad, maka Pak Narto berkunyah Abu Ahmad dan istrinya Ummu Ahmad.

Kunyah tidak harus memakai nama anaknya, bebas memakai nama apa saja yang bagus. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha tidak memiliki anak tetapi berkunyah Ummu Abdillah.

Apa hukum berkunyah? Imam Nawawi asy-Syafii menegaskan akan dianjurkannya karena menurutnya termasuk sunnah, dalam Syarhul Muhadzhzab. Untuk itu para ulama zaman terdahulu semuanya memiliki kunyah. Imam Nu’man bin Tsabit berkunyah Abu Hanifah, Imam Malik bin Anas berkunyah Abu Abdillah, Imam Asy-Syafii berkunyah Abu Abdillah, dan Imam Ahmad bin Ahmad berkunyah Abu Abdillah. Imam Al Bukhari berkunyah Abu Abdillah juga. Dalil terkuat yang dijadikan pegangan asy-Syafii atas sunnah berkunyah adalah hadits yang diriwayatkan Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa dia berkata:

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَحْسَنَ النَّاسِ خُلُقًا، وَكَانَ لِي أَخٌ يُقَالُ لَهُ أَبُو عُمَيْرٍ – قَالَ: أَحْسِبُهُ – فَطِيمًا، وَكَانَ إِذَا جَاءَ قَالَ: «يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ» نُغَرٌ كَانَ يَلْعَبُ بِهِ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam manusia terbaik budi pekertinya. Aku mempunyai adik laki-laki bernama Abu ‘Umair yang sudah disapih. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa jika datang ke rumah bertanya pada adikku, ‘Ya Abu Umair, apa yang dikerjakan burung Nughair?’ Dia biasa main dengan burung itu.” (HR. Al-Bukhari no. 6203 dan Muslim no. 2150)

Terus apa kunyah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam? Kunyah beliau adalah Abu al-Qasim atau Abul Qasim. Al-Qasim adalah putra pertama beliau yang meninggal saat masih kecil.

Nah, di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada seseorang yang juga berkunyah Abul Qasim, lalu dia dipanggil orang saat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ada di sana, akhirnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh tetapi bukan beliau yang dipanggil tetapi orang lain. Mulai saat itu orang dilarang memakai kunyah Abul Qasim.

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:

دَعَا رَجُلٌ بِالبَقِيعِ يَا أَبَا القَاسِمِ، فَالْتَفَتَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: لَمْ أَعْنِكَ قَالَ: «سَمُّوا بِاسْمِي، وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي»

“Seorang memanggil di Baqi’ ‘Hai Abul Qasim!’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menoleh kepadanya, lalu orang itu berkata, ‘Bukan Anda yang kumaksud.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Silahkan menamai dengan namaku tetapi jangan berkun-yah dengan kun-yahku (Abul-Qasim).’” (HR. Al-Bukhari no. 2121 dan Muslim no. 2131)

Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah al-Anshari radhiyallahu ‘anhuma berkata:

وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ فَسَمَّاهُ القَاسِمَ، فَقَالَتِ الأَنْصَارُ لاَ نَكْنِيكَ أَبَا القَاسِمِ، وَلاَ نُنْعِمُكَ عَيْنًا، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَسَمَّيْتُهُ القَاسِمَ فَقَالَتِ الأَنْصَارُ: لاَ نَكْنِيكَ أَبَا القَاسِمِ، وَلاَ نُنْعِمُكَ عَيْنًا، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَحْسَنَتِ الأَنْصَارُ، سَمُّوا بِاسْمِي وَلاَ تَكَنَّوْا بِكُنْيَتِي، فَإِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ»

“Seorang lelaki dari kaum kami bayinya lahir maka dinamakannya al-Qasim. Kaum Anshar berkata kepadanya, ‘Kami tidak akan memanggilmu Abul Qasim dan tidak menghormatimu.’ Maka orang itu datang memberitahu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Ya Rasulullah, bayiku lahir lalu aku menamakannya al-Qasim, tetapi kaum Anshar berkata ‘Aku tidak akan memanggilmu Abul Qasim dan tidak pula memuliakanmu.’ Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Kaum Anshar benar, namailah dengan namaku tetapi jangan berkun-yah dengan kun-yahku. Sesungguhnya aku Qasim (pembagi harta ghanimah).’” (HR. Al-Bukhari no. 3115 dan Muslim no. 2133)

Jabir radhiyallahu ‘anhu juga berkata:

وُلِدَ لِرَجُلٍ مِنَّا غُلاَمٌ فَسَمَّاهُ القَاسِمَ، فَقُلْنَا: لاَ نَكْنِيكَ أَبَا القَاسِمِ وَلاَ كَرَامَةَ، فَأَخْبَرَ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «سَمِّ ابْنَكَ عَبْدَ الرَّحْمَنِ»

“Seorang dari suku kami mendapat putra dan dinamainya al-Qasim, maka kami katakan kepadanya, ‘Kami tidak akan memanggilmu Abul Qasim dan tidak akan menghormat dengan panggilan itu.’ Maka dia memberitakan hal itu kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Namakan putramu ‘Abdurrahman.’” (HR. Al-Bukhari no. 6186 dan Muslim no. 2133)

Diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Abul Qasim shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«سَمُّوا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي»

“Namailah dengan namaku dan jangan berkunyah dengan kunyahku.” (HR. Al-Bukhari no. 6188 dan Muslim no. 2134)

Imam Muslim berpendapat tidak boleh berkunyah dengan Abul Qasim. Dia membuat sebuah bab Larangan Memakai Kunyah Abul Qasim dan Sunnah Nama yang Baik dalam kitab Shahihnya.

Ada masalah. Sebagian ulama mengambil kunyah Abul Qasim seperti Imam Ibnu Asakir, Imam Al-Qazwini pengarang Mukhtashar Syu’abul Iman dan Imam az-Zamakhsyari. Maka alasannya, larangan itu karena illat (alasan) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup. Adapun saat beliau telah wafat, illatnya hilang, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak akan terganggu lagi dengan orang yang memanggil-manggil Abul Qasim. Di antara dalilnya adalah riwayat dari Ibnu Katsir dalam an-Bidayah wan Nihayah bahwa ‘Ali pernah berkata, bila Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat ‘Ali ingin menamai anaknya Al-Qasim dan memakai kunyah Abul Qasim, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membolehkannya. Allahu a’lam[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*