bumi tenggelam

Ternyata Bumi Pernah Tenggelam Kecuali Sebuah Kapal

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah, Sejarah 0 Comments

Umat Nabi Nuh Pertama Kali Berbuat Kesyirikan

Kita telah tahu bahwa manusia pertama adalah Adam ‘alaihissalam lalu darinya dan keturunannya Allah mengisi bumi dan memakmurkan bumi dengan mereka. Jumlah mereka semakin besar dan banyak. Mereka menyembah Allah semata dan belum terjadi kesyirikan hingga di awal masa Nabi Nuh ‘alaihissalam.

Umat Nuh ‘alaihissalam semua durhaka dan menentang dakwahnya kecuali hanya sedikit sekali. Allah memerintahkan Nuh untuk membuat kapal karena sebentar lagi umatnya akan ditenggelamkan dengan banjir besar.

وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

“Dan buatlah sebuah kapal dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang yang lalim itu. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.” (QS. Hud [11]: 37)

Siapa Penumpang Kapal Nabi Nuh?

Mereka masing-masing sepasang, meliputi binatang dan manusia, juga Nuh, keluarganya, dan orang beriman. Allah menceritakan:

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ قُلْنَا احْمِلْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ وَمَنْ آمَنَ وَمَا آمَنَ مَعَهُ إِلا قَلِيلٌ

“Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur telah memancarkan air, Kami berfirman: ‘Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.’ Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.” (QS. Hud [11]: 40)

Hanya saja istri dan anak Nuh ‘alaihissalam lebih memilih kekafiran dan enggan masuk kapal. Tentang istri Nuh ‘alaihissalam, Allah berfirman:

ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا لِلَّذِينَ كَفَرُوا اِمْرَأَةَ نُوحٍ وَامْرَأَةَ لُوطٍ كَانَتَا تَحْتَ عَبْدَيْنِ مِنْ عِبَادِنَا صَالِحَيْنِ فَخَانَتَاهُمَا فَلَمْ يُغْنِيَا عَنْهُمَا مِنَ اللَّهِ شَيْئًا وَقِيلَ ادْخُلا النَّارَ مَعَ الدَّاخِلِينَ

“Allah membuat istri Nuh dan istri Lut perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua orang hamba yang saleh di antara hamba-hamba Kami; lalu kedua istri itu berkhianat kepada kedua suaminya, maka kedua suaminya itu tiada dapat membantu mereka sedikit pun dari (siksa) Allah, dan dikatakan (kepada keduanya): ‘Masuklah ke neraka bersama orang-orang yang masuk (neraka).’” (QS. At-Tahrim [66]: 10)

Tentang putra Nuh ‘alaihissalam, Allah berfirman:

وَنَادَى نُوحٌ رَبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنْتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ * قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلا تَسْأَلْنِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَنْ تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

“Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku, termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.’ Allah berfirman: ‘Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatannya) perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.’” (QS. Hud [11]: 45-46)

Semua manusia tenggelam pada waktu itu tanpa tersisa kecuali siapa saja yang naik kapal Nuh ‘alaihissalam. Ini diisyaratkan firman Allah:

فَأَنْجَيْنَاهُ وَمَنْ مَعَهُ فِي الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ * ثُمَّ أَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبَاقِينَ

“Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tersisa.” (QS. Asy-Syuara [26]: 119-120)

Kita Adalah Keturunan dari Sisa Umat Nabi Nuh

Imam Qatadah berkata:

الناس كلُّهم ذرِّيَّة من أنجى الله في تلك السفينة

“Manusia seluruhnya adalah keturunan orang yang Allah selamatkan di kapal tersebut.” (Tafsir Ibnul Jauzi III/9)

Hal ini dipertegas dengan firman Allah tentang Nabi Musa ‘alaihissalam:

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِبَنِي إِسْرَائِيلَ أَلا تَتَّخِذُوا مِنْ دُونِي وَكِيلا * ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ

“Dan Kami berikan kepada Musa kitab (Taurat) dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israel (dengan firman): ‘Janganlah kalian mengambil sekutu selain Aku, hai anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama-sama Nuh.’” (QS. Al-Isra [17]: 2-3)

Itu adalah nikmat terbesar bagi manusia di mana Allah sisakan keturuan mereka, terutama kepada para nabi dan rasul. Untuk itu Allah befirman:

أُولَئِكَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ مِنْ ذُرِّيَّةِ آدَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِنْ ذُرِّيَّةِ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْرَائِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَاجْتَبَيْنَا إِذَا تُتْلَى عَلَيْهِمْ آيَاتُ الرَّحْمَنِ خَرُّوا سُجَّدًا وَبُكِيًّا

“Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkat bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israel, dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis.” (QS. Maryam [19]: 58)

Allahu a’lam.[]

Simak kaum-kaum Nabi lainnya yang dibinasakan oleh Allah: Kehancuran Umat Nabi Luth

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*