bumi tidak menerima

Mengenaskan, Bumi Tidak Menerima Jasad Penulis Wahyu Al-Qur’an

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Penyejuk Hati 0 Comments

Orang ini adalah mantan Kristiani yang masuk Islam di zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Karena dia pandai dan hafal beberapa al-Qur`an juga bisa baca tulis yang jarang ada di masa itu, dia diberi tugas Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mencacat wahyu yang turun. Hanya saja hatinya jahat dan niatnya tidak tulus karena Allah sehingga tatkala ia meninggal, bumi selalu memuntahkannya, tidak mau menerimanya. Waliyadhu billah.

Diriwayatkan dari Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:

كَانَ رَجُلٌ نَصْرَانِيًّا فَأَسْلَمَ، وَقَرَأَ البَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ، فَكَانَ يَكْتُبُ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَعَادَ نَصْرَانِيًّا، فَكَانَ يَقُولُ: مَا يَدْرِي مُحَمَّدٌ إِلَّا مَا كَتَبْتُ لَهُ فَأَمَاتَهُ اللَّهُ فَدَفَنُوهُ، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَقَالُوا: هَذَا فِعْلُ مُحَمَّدٍ وَأَصْحَابِهِ لَمَّا هَرَبَ مِنْهُمْ، نَبَشُوا عَنْ صَاحِبِنَا فَأَلْقَوْهُ، فَحَفَرُوا لَهُ فَأَعْمَقُوا، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَقَالُوا: هَذَا فِعْلُ مُحَمَّدٍ وَأَصْحَابِهِ، نَبَشُوا عَنْ صَاحِبِنَا لَمَّا هَرَبَ مِنْهُمْ فَأَلْقَوْهُ، فَحَفَرُوا لَهُ وَأَعْمَقُوا لَهُ فِي الأَرْضِ مَا اسْتَطَاعُوا، فَأَصْبَحَ وَقَدْ لَفَظَتْهُ الأَرْضُ، فَعَلِمُوا: أَنَّهُ لَيْسَ مِنَ النَّاسِ، فَأَلْقَوْهُ

“Ada seorang Nasrani (Kristen) masuk Islam dan bisa membaca (hafal) surat aI-Baqarah dan Ali Imran. Dia dijadikan penulis wahyu untuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu ia murtad (kembali) ke agama Nasrani. Dia berkata, ‘Muhammad tidak mengetahui apa-apa selain apa yang aku tuliskan untuknya.’ Kemudian Allah mematikannya dan orang-orang menguburnya. Di pagi harinya bumi telah memuntahkannya dan orang-orang Kristen menuduh, ‘Ini perbuatan Muhammad dan sahabatnya, karena orang ini kabur dari mereka.’ Mereka pun menggali kuburnya lebih dalam lalu pada pagi harinya bumi telah memuntahkannya dan orang-orang Kristen menuduh, ‘Ini perbuatan Muhammad dan sahabatnya, karena orang ini kabur dari mereka.’ Mereka pun menggali lagi kuburnya lebih dalam lagi lalu pada pagi harinya bumi telah memuntahkannya lagi. Mereka pun sadar bahwa itu bukan perbuatan manusia sehingga mayatnya dilempar begitu saja.” (HR. Al-Bukhari no. 3617 dan Muslim no. 2781)

Kisah ini juga memberi pelajaran berharga bagi kita agar tidak sombong dengan ibadah dan prestasi agama kita. Apalagi bila kita jujur dalam beragama ini kita susah untuk benar-benar tulus karena Allah. Yang ada justru ingin dan suka dipuji atas ibadah dan prestasi agama kita. Semoga Allah senantiasa membimbing kita. Allahu a’lam[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*