abu bakar hijrah

Kisah Hijrahnya Abu Bakar Bersama Nabi dan Kisah Gua Hira

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Sejarah 0 Comments

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin ‘Azib radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Abu Bakar datang ke rumah ayahku untuk membeli pelana onta, lalu ia berkata kepada ‘Azib (ayahku), ‘Suruhlah anakmu membawakan pelana itu bersamaku.’

Aku pun membawanya dan ayah juga ikut untuk menerima uang harganya. Ayahku berkata kepadanya, ‘Hai Abu Bakar, ceritakan kepadaku bagaimana kisah perjalanan malammmu ketika hijrah bersama Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam.’

Jawab Abu Bakar, ‘Baiklah, kami berangkat pada malam hari hingga pagi, dan ketika tengah hari jalanan sudah sunyi tiada seorang pun berjalan, tampak kepadaku batu bukit yang besar bernaungan tidak dikenai panas matahari, maka kami pergi ke sana untuk turun beristirahat, maka aku meratakan tempat untuk Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam tidur dan aku hampar kemul bulu dan aku katakan, ‘Tidurlah ya Rasulullah, dan aku akan menjaga di sekelilingmu,’ maka tidurlah Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam dan ketika aku sedang menjaga sekelilingnya tiba-tiba aku melihat penggembala membawa kambingnya ke dekat batu besar itu untuk berteduh seperti kami, lalu aku bertanya kepadanya, ‘Milik siapakah Anda wahai anak?’

Jawabnya, ‘Milik orang Madinah atau Makkah.’ Aku bertanya, ‘Adakah susu di kambingmu?’ Jawabnya, ‘Ada.’ Aku bertanya, ‘Apakah Anda bisa memerah susunya?’ Jawabnya, ‘Ya.’ Maka ia memegang salah satu kambingnya dan kukatakan, ‘Bersihkan teteknya dari kotoran tanah atau rambut.’ Ia memerah di mangkuk, lalu aku mengambil bejanaku untuk minum dan wudhu’.

Aku pergi menuju Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam tetapi aku tidak suka membangunkan beliau. Rupanya aku datang bertepatan beliau bangun. Aku tuangkan air di atas susu itu hingga dingin lalu aku berkata, ‘Minumlah ya Rasulullah,’ maka beliau minum sehingga aku merasa puas, kemudian beliau bertanya, Apakah belum saatnya untuk berangkat? Jawabku, ‘Ya.’ Maka kami meneruskan perjalanan setelah matahari condong (ke barat). Kami dikejar oleh Suraqah bin Malik sehingga aku berkata, ‘Kita dikejar wahai Rasulullah.’ Jawab beliau:

«لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا»

‘Jangan sedih, Allah bersama kita.’ Lalu Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam berdo’a maka tenggelamlah kuda Suraqah ke tanah hingga perutnya, lalu berkata Suraqah, ‘Kalian mendoakan atasku, maka kini berdo’alah untukku. Demi Allah aku berjanji akan menghalangi tiap orang yang akan mengejar kalian.’

Maka Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam berdoa hingga ia selamat. Tiap kali dia bertemu seseorang, ia berkata padanya, ‘Aku telah menempuh jalan ini.’ Tidak ada seorang pun yang ditemuinya melainkan menyuruhnya balik dan Suraqah benar menepati janjinya kepada kami.” (HR. Al-Bukhari no. 3615 dan Muslim no. 2009)

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*