sesajen di jalan

Hukum Meletakkan Sesaji atau Makanan atau Bunga di Perempatan Jalan pada Hari Jumat

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah 0 Comments

Kebiasaan masyarakat di daerah kami yang sering kali dilakukan adalah meletakkan bubur (jenang) macam tujuh warna bersamaan dengan bunga-bunga yang sering diletakkan di perempatan jalan atau jalan-jalan yang rawan bahaya. Hal ini sering dilakukan bila malam Jum’at legi. Pertanyaan, Bagaimana hukumnya?

Jawaban

Hukumnya haram baik niatnya taqarrub (mendekatkan diri kepada Allah) maupun taqarrub kepada jin. Hukumnya bertambah haram jika ada pemborosan harta. Sebab hal ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, pada shahabat, dan para imam madzhab 4. Seandainya itu perbuatan baik tentu mereka telah mendahului kita dalam mengamalkannya. Ini merupakan ritual orang musyrik zaman dulu seperti Jahiliyyah, Hindu, dan Budha.

Disebutkan dalam kitab Sirojul Arifin hal 57:

أما وضع الطعام والأزهار في الطريق أو المزارع أو البيوت لوح الميت وغيره في الأيام المعتادة كيوم العيد ويوم الجمعة وغيرهما كل ذلك من الأمور المحرمة ومن العادة الجاهلية ومن عمل أهل الشرك.

“Adapun meletakkan makanan dan bunga-bunga di jalan, ladang, atau rumah-rumah pada hari-hari tertentu seperti hari Id atau hari Jumat atau selainnya, maka semua itu termasuk perkara yang diharamkan dan termasuk kebiasaan kaum Jahiliyyah dan ritual orang-orang musyrik.”

Allahu a’lam.[AZ]

Artikel http://abizurah.blogspot.com/

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*