masuk neraka

Berilmu Tetapi Masuk Neraka, Kenapa?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Manhaj 0 Comments

Ilmu dicari untuk beribadah terbaik kepada Allah. Jika ilmu justru menjauhkannya dari keikhlasan kepada Allah maka ilmunya menyimpang dari tujuan yang benar.

Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayyinah [98]: 5)

Ilmu Tergantung Niatnya

Dari ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، [فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إلى الله و رسوله فهجرته إلى الله و رسوله]، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوْ إِلَى امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya dan setiap orang akan mendapatkan (ganjaran) sesuai niatnya. Siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan siapa yang hijrahnya kepada dunia kepada dunia yang ingin dia raih atau wanita yang ingin ia nikahi maka hijrahnya kepada apa yang dia berhijrah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari no. 1 & 54 dan Muslim no. 1907)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

قَالَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَنَا أَغْنَى الشُّرَكَاءِ عَنِ الشِّرْكِ، مَنْ عَمِلَ عَمَلًا أَشْرَكَ فِيهِ مَعِي غَيْرِي، تَرَكْتُهُ وَشِرْكَهُ

“Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh sekutu. Siapa yang mengerjakan amal yang dia menyekutukan Aku dengan selain-Ku maka aku meninggalkannya dan kesyirikannya.” (HR. Muslim no. 2985)

Dari Jundab bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

“Siapa yang berbuat riya (beramal agar dilihat kebaikannya) maka Allah akan menampakkan riyanya, dan siapa yang berbuat sum’ah (beramal agar didengar kebaikannya) maka Allah akan membeberkan sum’ahnya.” (HR. Al-Bukhari no. 6499 dan Muslim no. 2986)

Dari Abi Umamah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبَلُ مِنَ الْعَمَلِ إِلَّا مَا كَانَ لَهُ خَالِصًا وَابْتُغِيَ بِهِ وَجْهُهُ

“Sesungguhnya Allah tidak menerima amal kecuali apa yang ikhlas untuk mencari Wajah Allah.” (HR. An-Nasai no. 3140 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Hadits ini berkenaan tentang orang yang berjihad tetapi untuk mencari ghanimah (rampasan perang) dan agar dipuji manusia atas keberanian dan ketangkasannya, bukan karena Allah. Maka beliau menjawab, “Dia tidak mendapat apa-apa (pahala di sisi Allah).” Setelah diulang-ulang pertanyaanya, beliau menambah dengan sabda di atas.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Siapa menuntut ilmu yang semestinya untuk mencari Wajah Allah justru ia mempelajarinya hanya untuk meraup harta dunia maka dia tidak akan mencium aroma Surga di hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud no. 3664 dan Ibnu Majah no. 252. Dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Dari Jabir bin ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anhu bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا تَعَلَّمُوا الْعِلْمَ لِتُبَاهُوا بِهِ الْعُلَمَاءَ، وَلَا لِتُمَارُوا بِهِ السُّفَهَاءَ، وَلَا تَخَيَّرُوا بِهِ الْمَجَالِسَ، فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَالنَّارُ النَّارُ

“Kalian jangan menuntut ilmu dengan tujuan membanggakan diri kepada ulama, mendebat orang-orang bodoh, dan supaya dipilih dalam majlis. Siapa yang melakukan itu maka Neraka (layak baginya).” (HR. Ibnu Majah no. 254 dan dishahihkan Syaikh Al-Albani)

Simak bagaimana kisah para orang-orang shalih menuntut ilmu beserta keikhlasannya di: Rihlah Para Ulama’ dalam Menuntut Ilmu

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*