bicara cepat lambat

Baiknya Bicara Cepat Atau Lambat?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Adab 0 Comments

Manusia ada yang bicara dengan cepat dan super cepat, dan ada pula yang lambat dan ringan. Jika dipilih cara orang kedua maka ini yang lebih baik untuk meniru Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Manfaatnya adalah orang yang diajak bicara bisa mendengarnya dengan baik dan tidak salah paham. Bukankah bahasa itu digunakan untuk memahamkan orang yang diajak bicara? Jika tidak demikian maka fungsi bahasa jadi tidak ada. Diriwayatkan dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ يُحَدِّثُ حَدِيثًا لَوْ عَدَّهُ العَادُّ لَأَحْصَاهُ

“Nabi shallalahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan hadits yang seandainya seseorang menghitungnya tentu mampu menghitungnya (karena tidak terlalu banyak dan tidak terlalu cepat).” (HR. Al-Bukhari no. 3567 dan Muslim no. 2493)

Ini juga pelajaran bagi para ustadz, dai, dan pengajar untuk pelan dalam mengajar dan tidak tergesa-gesa. Allahu a’lam[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*