bacaan tasyahud

Bacaan Tasyahud dalam Shalat

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Fiqih 0 Comments

Tasyahud secara bahasa artinya bacaan syahadat. Disebut duduk tasyahud karena dalam duduk tersebut membaca bacaan yang mengandung syahadatain.

Bagaimana Bacaan Tasyahud?

Yaitu seseorang membaca:

التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

Ibnu Hajar sang pakar hadits telah mengumpulkan hadits tentang ini dan kesimpulannya lafazh ALAIKA AYYUHANNABI ‘atasmu wahai Nabi’ perlu diganti dengan ALAN NABI ‘atas Nabi’. Ini ijtihad para shahabat sepeninggal Nabi SAW di mana mereka mengganti panggilan kata ganti ke-2 dengan kata ganti ke-3.

Inilah yang disebut tasyahud. Lafazh tasyahud ada beberapa macam menurut hadit-hadits shahih. Syaikh al-Albani telah mengumpulkannya dalam Sifat Shalat Nabi. Tasyahud ini adalah yang paling shahih. Kemudian setelah itu dilanjutkan dengan shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Lafazh shalawat dan salam yang shahih ada beberapa macam redaksinya dan ini yang bagus dan mudah dihafal.

Tentang bacaan tasyahud ini merujuk kepada dalil shahih dari riwayat ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘Anhu berkata: Dahulu kami jika shalat bersama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam membaca (السَّلاَمُ عَلَى اللَّهِ قَبْلَ عِبَادِهِ) ‘salam atas Allah sebelum hamba-hamba-Nya’, (السَّلاَمُ عَلَى جِبْرِيلَ) ‘salam atas Jibril’, dan (السَّلاَمُ عَلَى مِيكَائِيلَ) ‘salam atas Mikail’, dan (السَّلاَمُ عَلَى فُلاَنٍ وَفُلاَنٍ) ‘salam atas fulan dan fulan’. Ketika Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam selesai shalat menghadapkan wajahnya kepada kami dan bersabda:

إِنَّ اللَّهَ هُوَ السَّلاَمُ، فَإِذَا جَلَسَ أَحَدُكُمْ فِي الصَّلاَةِ فَلْيَقُلْ: التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ، وَالطَّيِّبَاتُ، السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، فَإِنَّهُ إِذَا قَالَ ذَلِكَ أَصَابَ كُلَّ عَبْدٍ صَالِحٍ فِي السَّمَاءِ وَالأَرْضِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، ثُمَّ يَتَخَيَّرْ بَعْدُ مِنَ الكَلاَمِ مَا شَاءَ

“Sesungguhnya Allah adalah as-Salam. Jika seseorang dari kalian duduk dalam shalat hendaknya membaca, ‘Kehormatan itu hanya milik Allah, demikian pula shalawat dan kebaikan. Salam atasmu hai Nabi dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Salam atas kami dan semua hamba Allah yang shalih.’ Jika ia membaca itu mencakup semua hamba yang shalih di langit dan bumi. ‘Aku bersaksi bahwa tiada ilah yang berhak diibadahi selain Allah dan aku besaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.’ Kemudian setelah itu ia boleh memilih do’a sesukanya.” (HR. Al-Bukhari no. 6230 dan Muslim no. 402)

Lalu, Bacaan Shalawat?

Adapun dalil dianjurkannya membaca shalawat dan salam kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pasca bacaan tasyahud adalah riwayat dari ‘Abdurrahman bin Abi Laila berkata: Saya bertemu dengan Ka’ab bin Ujrah Radhiyallahu ‘Anhu lalu berkata: Maukah kamu kuberi hadiah yang telah kudengar dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam? Jawabku: Baiklah, berikan kepadaku. Maka berkata Ka’ab: Kami bertanya kepada Rasulullah: Ya Rasulullah bagaimanakah kami membaca shalawat atas Anda ahlil-bait, karna Allah baru mengajari kami cara membaca salam atas kalian? Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sabda:

قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ، وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Katakanlah: Ya Allah limpahkan shalawat atas Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaiman Engkau telah melimpahkannya atas Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Mulia. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad sebagaimana Engkau memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Mulia.” (HR. Al-Bukhari no. 3370 dan Muslim no. 406)

Versi shalawat dan salam yang lain diriwayatkan dari Abu Humaid as-Sa’idi Radhiyallahu ‘Anhu berkata bahwa para Shahabat bertanya:

يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ نُصَلِّي عَلَيْكَ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” قُولُوا: اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَأَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

“Ya Rasulullah, bagaimana cara kami membaca shalawat atasmu?” Maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ‘Ya Allah limpahkan shalawat atas Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah melimpahkannya atas keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad, istri-istrinya, dan keturunannya sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sungguh Engkau Maha Terpuji dan Mulia.’” (HR. Al-Bukhari no. 3369 dan Muslim no. 407)

Allahu a’lam.[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*