asal usul

Asal Usul Manusia Menurut Al-Qur’an

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah 0 Comments

Menurut sensus penduduk Internasional, diperkirakan jumlah penduduk dunia lebih dari 10 Milyar jiwa. Ditambah lagi perkembangan manusia dan anak-pinak yang grafiknya tajam sehingga selalu bertambah dengan jumlah yang melimpah. Mati 1 tumbuh 100. Demikian kira-kira perumpamaannya. Sebenarnya, dari mana asal usul mereka ini?

Teori Darwin???

Orang Barat menyatakan banyak teori tentang asal-usul manusia dan yang terkenal di antara mereka asal usul manusia dari kera yang dipelopori Darwis Sang Ateis. Tentu ini kebobongan besar dan hanya dugaan semata.

Dalam Al-Qur`an dijelaskan bahwa manusia seluruhnya berasal dari keturunan Adam ‘alaihissalam. Allah yang Maha Benar menceritakan:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الأرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لا تَعْلَمُونَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.’ Mereka berkata: ‘Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan menyucikan Engkau?’ Tuhan berfirman: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.’ (QS. Al-Baqarah [2]: 30)

Maksud malaikat adalah para jin yang lebih dulu tinggal di bumi dan berbuat kerusakan. Mereka beranggapan manusia sifatnya seperti jin sehingga berucap seperti itu.

Kemudian Allah mewujudkan kehendak-Nya dengan menciptakan Adam dengan kedua Tangan-Nya dan mengajari Adam berbagai hal, seperti dalam firman-Nya:

وَعَلَّمَ آدَمَ الأسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ * قَالُوا سُبْحَانَكَ لا عِلْمَ لَنَا إِلا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ * قَالَ يَا آدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ

“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: ‘Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!’ Mereka menjawab: ‘Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah berfirman: ‘Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.’ Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: ‘Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?’” (QS. Al-Baqarah [2]: 30-33)

Setelah itu, Adam dianugrahi Allah istri bernama Hawa yang diciptakan dari tulang rusuk Adam ‘alaihissalam. Mereka bersenang-senang di surga lalu diuji Allah agar jangan mendekati sebuah pohon. Inilah pohon larangan. Allah menceritakan:

وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ

“Dan Kami berfirman: ‘Hai Adam diamilah oleh kamu dan istrimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang lalim.’ (QS. Al-Baqarah [2]: 35)

Adam dan Hawa menurut tetapi iblis datang dan menggoda mereka. Ia meyakinkan bahwa mereka dilarang dari pohon itu hanya agar mereka tidak kekak di surga seperi malaikat. Lalu iblis menamakan pohon itu sebagai pohon khuldi (pohon kekekalan). Allah menceritakan:

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ الشَّيْطَانُ قَالَ يَا آدَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَى شَجَرَةِ الْخُلْدِ وَمُلْكٍ لا يَبْلَى * فَأَكَلا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ وَعَصَى آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَى * ثُمَّ اجْتَبَاهُ رَبُّهُ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَى * قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلا يَضِلُّ وَلا يَشْقَى

“Kemudian setan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: ‘Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?’ Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima tobatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman: ‘Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepadamu petunjuk daripada-Ku, lalu barang siapa yang mengikut petunjuk-Ku, ia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.’” (QS. Thaha [20]: 120-124)

Inilah Asal-Usul yang Sebenarnya!

Setelah itu, Adam dan istrinya tinggal di dunia. Allah merima taubat Adam dan istrinya. Allah memberi Adam ‘alaihissalam ilmu, iman, dan kenabian. Di antara nikmat Allah adalah diberikannya Adam dan Hawa keturunan yang menyejukkan pandangan matanya. Setiap kali Hawa hamil, anak yang keluar kembar laki dan perempuan. Begitu seterusnya sehingga dewasa dan banyak. Kemudian Allah perintahkan Adam untuk menikahkan puta-putrinya sendiri dengan aturan nikah silang. Dua saudara kembar laki-perempuan dinikahkan dengan dua saudara kembar lain. Begitu seterusnya hingga mereka beranak pinak dan menyebar. Mereka semua Muslim dan bertauhid kepada Allah dan baru muncul kesyirikan pada awal masa Nabi Nuh ‘alaihissalam. Di sanalah Allah mengangkat Nuh ‘alaihissalam sebagai Rasul pertama untuk mengembalikan mereka kepada tauhid.

Begitulah asal-usul manusia yang kesimpulannya: Adam adalah bapak para manusia. Orang Barat telah keliru dan berbohong. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang keadaan manusia di Akhirat yang meminta syafaat Nabi Adam ‘alaihissalam dan berkata:

أَنْتَ أَبُو النَّاسِ، خَلَقَكَ اللَّهُ بِيَدِهِ، وَأَسْجَدَ لَكَ مَلاَئِكَتَهُ، وَعَلَّمَكَ أَسْمَاءَ كُلِّ شَيْءٍ، فَاشْفَعْ لَنَا عِنْدَ رَبِّكَ حَتَّى يُرِيحَنَا مِنْ مَكَانِنَا هَذَا، فَيَقُولُ: لَسْتُ هُنَاكُمْ، وَيَذْكُرُ ذَنْبَهُ فَيَسْتَحِي

“Enkau adalah bapak manusia. Allah menciptakanmu dengan Tangan-Nya dan menjadikan malaikat bersujud kepadamu dan mengajarimu nama-nama segala sesuatu, maka berilah kami syafaat di sisi Rabb-mu agar kami bisa terbebas dari tempat ini.’ Adam berkata, ‘Aku bukan orang yang berhak itu.’ Adam menyebutkan dosanya sehingga malu.’” (HR. Al-Bukhari no. 4476 dan Muslim no. 193)

Allahu a’lam[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*