surat sahabat menikah

Surat untuk Sahabatku yang Baru Menikah

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Adab, Penyejuk Hati 0 Comments

السَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Dari Sahabatmu: ‘Abdullah

Teruntuk Akhi Fadhil: Ahmad hafizhakallah

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَيْهِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهَدْيِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ:

Ini adalah surat yang ditulis oleh sahabatmu untuk kawan tercinta al-Akh Ahmad yang sedang membangun bahtera rumah tangga dan tali ikatan yang kokoh. Saya nasihatkan:

Pertama…

Saya nasihatkan kepada antum untuk menyadari bahwa kalian berdua bukanlah para malaikat tetapi sepasang manusia yang sedang memadu kasih. Manusia tidak ada yang sempurna karena kesempurnaan hanya ada di surga. Maka, wajar jika antum akan menjumpai kekurangan pada si istri. Jika antum tidak menyukai salah satu dari sifatnya, antum harus ingat segudang sifat lain yang antum sukai darinya. Yang jelas, istri shalihah tidak akan menyia-nyiakan suaminya meskipun benih cinta belum mekar di hatinya. Allah berfirman:

«فَإِنْ كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَيَجْعَلَ اللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا»

“Jika kalian tidak menyukai mereka, boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan di dalamnya kebaikan yang banyak.” [QS. An-Nisâ` [4]: 19]

«لَا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً، إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ»

“Janganlah seorang mukmin (suami) membenci mukminah (istri). Jika dia membenci satu prilakunya, dia ridha dengan (prilakunya) yang lain.” [HR. Muslim (no. 1469, II/1091), Ahmad (no. 8363) dan al-Baihaqi (no. 14727) dalam al-Kubrâ dari Abu Hurairah RA]

Kedua…

Wasiat sepasang suami istri yang paling bijak menurut saya adalah apa yang dikatakan Abu Darda’ kepada Ummu Darda’. Kurang lebih seperti ini, “Jika aku sedang marah, maka diamlah engkau. Sebaliknya, jika engkau sedang marah, maka aku akan diam. Jika tidak demikian, maka pernikahan kita tidak akan bertahan lama.”

Nasehat saling memaafkan dan lapang dada adalah nasehat yang sangat diperlukan oleh pasutri. Tidak ragu lagi bahwa hubungan dan intraksi yang terus-menerus antara dua orang –suatu saat nanti– pasti akan menimbulkan goresan-goresan, baik kecil ataupun besar. Tidak ada kebaikan setelah itu kecuali jika disikapi dengan saling memaafkan dan lapang dada. Allah berfirman:

«وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ»

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Tidakkah engkau suka jika Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” [QS. An-Nûr [24]: 22]

«إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ»

“Sesungguhnya hanya orang-orang sabar saja yang akan disempurnakan pahalanya dengan tanpa batas.” [QS. Az-Zumar [39]: 10]

Ketiga…

Sebagaimana antum suka dengan kata-kata manis, maka istri pun suka kata-kata manis. Merupakan sedekah bagimu jika antum bermuka manis kepadanya. Demikianlah sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, candailah istrimu. Buatlah dia merasa bahwa dirimu adalah segalanya dalam hidupnya yang membimbingnya menuju keridhaan Allah.

Sebaik-baik teladan bersabda:

«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»

“Senyummu kepada wajah saudaramu bernilai sedekah bagimu.” [Shahih: HR. At-Tirmidi (no. 1956). Dinilai shahih al-Albani]

Keempat…

Saya nasehatkan antum untuk banyak bersyukur kepada Allah atas karunia-Nya yang amat banyak kepada antum. Dia telah menyempurnakan separuh agama antum dan sisanya bisa antum cari dengan bermunajad kepada-Nya. Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendapat karunia besar berupa ampunan dosa yang lalu dan yang akan datang, beliau bersyukur kepada Allah dengan shalat malam hingga bengkak kakinya. Adapun antum, bersyukurlah dengan kapasitas kemampuan antum karena Allah tidak membebani hamba di luar batas kemampuannya.

«إِذَا تَزَوَّجَ الْعَبْدُ فَقَدْ كَمُلَ نِصْفُ الدِّينِ، فَلْيَتَّقِ اللّٰهَ فِي النِّصْفِ الْبَاقِي»

“Jika seorang hamba menikah maka dia telah menyempurnakan setengah agama. Hendaklah dia bertakwa kepada Allah di setengah sisanya.” [Hasan: HR. Al-Baihaqi (no. 5100). Dinilai hasan al-Albani]

Kelima…

Terimalah hadiah saya sederhana ini dengan tangan terbuka. Meskipun sederhana, tetapi pemberian ini adalah pemberian yang tulus dengan cinta dan persaudaraan, sebagai bukti cinta saya kepadamu.

Keenam…

Saya ucapkan selamat kepada antum karena memenuhi perintah-Nya. Dalam waktu dekat Allah pun akan memenuhi janji-Nya, yaitu kekayaan. Insya Allah.

Allah berfirman:

«وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ»

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kalian dan budak-budak laki-laki dan perempuan kalian yang shalih. Jika mereka miskin, maka Allah akan menjadikan mereka kaya dengan karunia-Nya. Allah Mahaluas dan Maha Mengetahui.” [QS. An-Nûr [24]: 32]

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللَّهِ عَوْنُهُمْ: الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَالمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ، وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ العَفَافَ»

“Tiga orang yang pasti Allah tolong: [1] mujahid di jalan Allah, [2] budak mukatab yang ingin menebus dirinya, dan [3] orang menikah yang ingin menjaga kehormatan.” [Shahih: HR. At-Tirmidzi (no. 1655), Ibnu Majah (no. 2518), dan an-Nasa`i (IV/61). Dinilai shahih oleh al-Hakim atas syarat Muslim dan disetujui adz-Dzahabi]

Kemudian…

Saya nasihatkan antum untuk bercita-cita menjadikan keluarga antum sebagai keluarga Allah yang dekat dengan al-Qur`an, membacanya dan menghafalkannya. Jangan sia-siakan umur mereka untuk mempelajari ilmu dunia tetapi didiklah mereka dalam dunia al-Qur`an dengan menghafalnya dan ilmu syar’i yang lain. Setelah itu, terserah mereka diberi bekal keahlian apa dalam dunia, baik teknik atau umum, jika mau. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ لِلّٰهِ أَهْلِينَ مِنَ النَّاسِ» قَالُوا: يَا رَسُولَ اللّٰهِ، مَنْ هُمْ؟ قَالَ: «هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ، أَهْلُ اللّٰهِ وَخَاصَّتُهُ»

“Sesungguhnya Allah memiliki keluarga dari kalangan manusia.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah mereka?” Beliau menjawab, “Mereka adalah ahlul Qur`an, yaitu keluarga Allah dan keistimewaan-Nya.” [Shahih: HR. Ibnu Majah (no. 215). Dinilai shahih al-Albani]

Ingatlah janji Allah yang amat besar kepada ahli al-Qur`an dan ilmu di atas yaitu menjadi keluarga Allah di dunia, juga memakaikan mahkota kemuliaan kepada kedua orang tuanya dan derajat tinggi di surga. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ، أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا لَوْ كَانَتْ فِيكُمْ، فَمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِي عَمِلَ بِهَذَا؟»

“Barangsiapa yang membaca al-Qur`an dan mengamalkan apa yang ada di dalamnya, maka akan dipakaikan kepada kedua orangtuanya mahkota pada hari Kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah dunia, seandainya ada di tengah-tengah kalian. Lantas apa pendapat kalian dengan orang yang mengamalkannya?” [Shahih: HR. Abu Dawud (no. 1453). Dinilai shahih al-Albani]

Sungguh kita sekarang berada di suatu zaman di mana nyala api menuntut ilmu mulai redup, syubhat pemikiran sesat makin hidup, syahwat dan pesona wanita makin mendegup, maka siapa yang tidak memiliki ilmu akan celaka seumur hidup.

Terakhir…

Saya berdoa semoga antum seberuntung Imam Ahmad yang mendapat anugrah keturunan bernama ‘Abdullah pengarang kitab terkenal as-Sunnah, atau seberuntung Abu Hatim ar-Razi yang mendapat anugrah keturunan bernama Ibnu Abi Hatim pengarang kitab terkenal tentang kritik para perawi pertama kali, yakni kitab Jahr wa Ta’dil, atau seberuntung Abu Dawud as-Sijistani yang mendapat anugrah seorang anak bernama Abu Bakar bin Abu Dawud yang hafal 30.000 hadits shahih. Semoga Allah melanggengkan usia pernikahan kalian jika baik untuk dunia dan akhirat kalian dan memisahkan kalian berdua jika ujungnya adalah surga yang penuh kenikmatan. Allah-lah dibalik segala tujuan kita. Allahul muwaffiq.

Akhirnya, saya sampaikan:

«بَارَكَ اللَّهُ لَكَ وَبَارَكَ عَلَيْكَ وَجَمَعَ بَيْنَكُمَا فِي خَيْرٍ»

“Semoga Allah selalu memberi keberkahan kepadamu (di kala senang) dan atasmu (di kala susah), dan mengumpulkan kalian berdua dalam kebaikan (sakinah, mawaddah, dan surga).” [Shahih: HR. Abu Dawud (no. 2130), at-Tirmidzi (no. 1091), dan Ibnu Majah (no. 1905). Dinilai shahih al-Hakim dan disepakati adz-Dzahabi]

Semoga shalawat dalam salam tercurah untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keluarga, dan para shahabatnya.

وَالسَّلامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bumi Allah, DD/MM/YYYY

Akhukum Fillah

‘Abdullah[AZ]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*