Perbedaan Lafazh (مَيِّتٌ) dan (مَيْتٌ) dalam al-Qur`an

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Nahwu-Sharaf 0 Comments

Lafazh (مَيِّتٌ) dan (مَيْتٌ) memiliki arti yang sama, yaitu mati atau meninggal baik untuk makhluk bernyawa maupun tidak dengan hilangnya tanda kehidupan (bernafas atau bergerak), misalkan “anjing mati” dan “lampu mati.” Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

«أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا»

“Apakah salah seorang dari kalian suka memakan daging (bangkai) saudaranya dalam keadaan mati?” [QS. Al-Hujurât [49]: 12]

Namun jika manusia diungkapkan dengan lafazh (مَيِّتٌ) maka bermakna belum mati tetapi suatu saat nanti akan mati, seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

«إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ»

“Sesungguhnya kamu mayyit dan mereka juga mayyit.” [QS. Az-Zumar [39]: 30]

Ayat ini turun saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup dan Allah menyebut beliau dengan ungkapan mayyit. Hal ini memberikan faidah bahwa kehidupan manusia di dunia hanyalah sementara. Kelak mereka akan mati dan akan dibangkitkan oleh Allah kembali. Allah menyinggung kebangkitan manusia ini dengan menyertakan bumi mati memakai lafazh (مَيِّتٌ):

«وَهُوَ الَّذِي يُرْسِلُ الرِّيَاحَ بُشْرًا بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهِ حَتَّى إِذَا أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَاهُ لِبَلَدٍ مَيِّتٍ فَأَنْزَلْنَا بِهِ الْمَاءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِ مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ كَذَلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتَى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ»

Dan Dialah yang mengirim angin sebagai kabar gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya. Hingga apabila awan telah bertumpuk-tumpuk Kami giring ia ke negeri yang mati lalu Kami turunkan air lalu Kami keluarkan segala macam buah-buahan. Demikianlah Kami mengeluarkan orang yang telah mati agar kalian mengambil pelajaran.” [QS. Al-A’raf [7]: 57]

Jumlah keseluruhan lafazh ini yang terdapat dalam al-Qur`an sebanyak 8 kali dengan lafazh (مَيِّتٌ) sebanyak 3 kali (QS. [7]: 57, [35]: 9, & [39]: 30) dan lafazh (مَيْت) sebanyak 5 kali.[AZ]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*