Perbedaan Lafazh (المَطَر) dan (الغَيْث) dalam al-Qur`an

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Nahwu-Sharaf 0 Comments

Lafazh (المَطَر) dan (الغَيْث) secara bahasa artinya sama, yaitu hujan. Bedanya, di dalam al-Qur`an lafazh (المَطَر) tidak datang kecuali untuk makna hujan yang mengandung adzab, sementara (الغَيْث) tidak datang kecuali untuk makna hujan yang mengandung rahmat.

Perhatikan firman Allah subhanahu wa ta’ala:

«وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ»

“Dan Kami turunkan hujan di atas mereka, maka lihatlah bagaimana akibat bagi para pendosa.” [QS. Al-A’râf [7]: 84]

«فَلَمَّا جَاءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَالِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِنْ سِجِّيلٍ مَنْضُودٍ»

“Maka tatkala perintah Kami datang, Kami jadikan bagian atas di bawah dan Kami turunkan atas mereka hujan batu dari tanah yang terbakar.” [QS. Hûd [11]: 82]

Perhatikan pula firman Allah subhanahu wa ta’ala berikut:

«وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ»

“Dan Dia-lah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa dan menyebar rahmat-Nya.” [QS. Asy-Syûrâ [42]: 28]

«اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ»

“Ketahuilah bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, senda gurau, perhiasan, berbangga-bangga di antara kalian, dan bermegah-megahan dalam harta dan anak, seperti hujan yang tanamannya membuat takjub orang-orang kafir (para petani).” [QS. QS. Al-Hadîd [57]: 20]

Kesimpulannya (المَطَر) untuk hujan adzab dan (الغَيْث) untuk hujan rahmat.

Faidah

Tatkala Allah mengumpamakan kehidupan dunia dengan hujan dengan lafazh (الغَيْث), seakan mengisyaratkan bahwa dunia tidak tercela secara dzatnya karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mempermasalahkan shahabat-shahabatnya yang kaya, bahkan Allah menjadikan manusia paling kaya adalah seorang nabi, Sulaiman AS, yang memiliki istana megah dan prajuritnya dari kalangan jin, manusia, dan burung. Seandainya dunia tercela secara dzatnya, maka di sana ada Ka’bah yang dimuliakan dan Haramain yang suci, juga ada masjid-masjid yang di dalamnya di seru nama Allah. Oleh karena itu, semua celaan dunia yang terdapat dalam al-Qur`an dan Sunnah yang dimaksud adalah perbuatan manusia dalam menyikapi dunia. Allahu a’lam. [AZ]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*