Perbedaan Lafazh (الحَلْف) dan (القَسَم) dalam al-Qur`an

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Nahwu-Sharaf 0 Comments

Lafazh (الحَلْف) dan (القَسَم) bermakna sumpah, bedanya (الحَلْف) sumpah dusta dan (القَسَم) sumpah jujur. Untuk itu Allah selalu memakai lafazh (القَسَم) saat bersumpah, berbeda dengan orang munafiq. Lafazh (الحَلْف) terdapat di 13 ayat dengan shighah (bentuk kata/sharaf) yang berbeda-beda. Misalnya firman Allah subhanahu wa ta’ala:

«يَحْلِفُونَ بِاللَّهِ مَا قَالُوا وَلَقَدْ قَالُوا كَلِمَةَ الْكُفْرِ وَكَفَرُوا بَعْدَ إِسْلَامِهِمْ»

“Mereka bersumpah dengan nama Allah apa yang tidak pernah mereka ucapkan dan sungguh mereka telah mengucapkan kalimat kekufuran setelah keislaman mereka.” [QS. At-Taubah [9]: 74]

Adapun contoh (القَسَم) seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

«فَلَا أُقْسِمُ بِمَوَاقِعِ النُّجُومِ (75) وَإِنَّهُ لَقَسَمٌ لَوْ تَعْلَمُونَ عَظِيمٌ»

“Sungguh aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya itu adalah sumpah yang besar seandainya kalian mengetahui.” [QS. Al-Wâqi’ah [56]: 76]

Terkadang para pendusta bersumpah dengan lafazh (القَسَم) dalam 5 ayat, seperti firman Allah subhanahu wa ta’ala:

«وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَا يَبْعَثُ اللَّهُ مَنْ يَمُوتُ بَلَى وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ»

“Dan mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sungguh-sungguh dalam sumpahnya bahwa Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati. Bahkan, itu janji yang benar bagi-Nya tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” [QS. An-Nahl [16]: 38]

Penjelasannya, para pendusta seluruhnya menghalalkan segala cara untuk menipu manusia dengan shalatnya, puasanya, sedekahnya, penampilannya, dan hal-hal baiknya lainnya, serta ucapan “saya jujur” sehingga mereka menyangka telah berhasil menyembunyikan kepalsuan. Namun, kebenaran akan segera muncul dan kebatilan akan segera lenyap.

Faidah

Tatkala Allah menegaskan kejujuran-Nya dalam sumpah, maka Allah tidak akan menyalahi janji dan ucapan-Nya karena menyalahi janji berlawanan dari kejujuran. Maka hendaklah Anda yakin saat Allah mengabarkan bahwa hanya Islam semata agama yang benar di sisi-Nya; saat mengabarkan bahwa mentaati Rasul-Nya berarti mentaati-Nya; saat mengabarkan dunia itu hina, sedikit, dan fana; saat mengabarkan akhirat itu jauh lebih baik, kekal, dan puncak segala kenikmatan; saat mengabarkan kebahagiaan sebenarnya itu bukan dengan harta, kedudukan, martabat, dan nasab, tetapi dengan ketaqwaan, keimanan, ilmu, dan amal shalih.

«إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ»

“Sesungguhnya Allah tidak akan menyalahi janji-Nya.” [QS. Ali Imrân [3]: 9][AZ]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*