ummul mukminin

Mengapa Istri-istri Nabi Dipanggil Ummul Mukminin “Ibu Orang-orang Mukmin”?

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Faidah Asatidzah 0 Comments

Panggilan Ummul Mukminin merupakan panggilan syar’i dan Allah sendiri yang memberi gelar ini, sebagaimana firman-Nya:

(( النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ ))

“Nabi lebih utama bagi orang-orang mukmin daripada diri mereka sendiri, dan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka.” [QS. Al-Ahzab [33]: 6]

Meskipun mereka ibu-ibu mereka, akan tetapi Ummul Mukminin tidak bisa diperlakukan layaknya ibu kandung yang boleh dilihat dan disentuh semaunya. Para ulama menjelaskan bahwa hukum mahram yang berlaku bagi mereka adalah mahram berupa tidak boleh dinikahi. Mereka juga wajib dihormati layaknya ibunya sendiri. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

(( وَمَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُؤْذُوا رَسُولَ اللَّهِ وَلا أَنْ تَنْكِحُوا أَزْوَاجَهُ مِنْ بَعْدِهِ أَبَدًا إِنَّ ذَلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا ))

“Dan tidak patut bagi kalian untuk menyakiti Rasulullah, dan tidak boleh menikahi istri-istrinya untuk selamanya. Sesungguhnya demikian itu besar sekali dosanya di sisi Allah.” [QS. Al-Ahzab [33]: 53]

قَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ: نَزَلَتْ فِي رَجُلٍ هَمَّ أَنْ يَتَزَوَّجَ بَعْضَ نِسَاءِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ.

Ibnu Abbas berkata, “Ayat ini turun tentang seseorang yang ingin menikahi sebagian istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

قَالَ رَجُلٌ لِسُفْيَانَ: أَهِيَ عَائِشَةُ؟ قَالَ: قَدْ ذَكَرُوْا ذَاكَ.

Seseorang bertanya kepada Sufyan (ats-Tsauri), “Apakah yang dimaksud ‘Aisyah?” “Orang-orang mengatakan demikian,” jawabnya. [Tafsir Ibnu Katsir (VI/455)]

Muqatil bin Hayyan dan Abdurrahman bin Zaid bin Aslam mengatakan bahwa lelaki yang berhasrat menikahi ‘Aisyah adalah Thalhah bin Ubaidillah. Maka, Allah menurunkan ayat ini untuk mengharamkannya. [Ibid (VI/455]

KESIMPULAN: Istri-istri Nabi adalah Ummul Mukminin. Mereka layaknya ibu yang haram dinikahi oleh anaknya, hanya saja hukum mahram bagi mereka tidak berlaku kecuali dari sisi haramnya dinikahi saja, sehingga mereka tidak boleh dilihat dan disentah layaknya ibunya sendiri. Allahu a’lam.[]

Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*