Manusia terlaknat

Manusia-Manusia yang Terlaknat

Ustadz Fadlan Fahamsyah, Lc., M.HI. Aqidah, Penyejuk Hati 0 Comments

Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

Berikut ini penjelasan singkat tentang manusia-manusia yang terlaknat, selamat menyimak.

1. Orang-orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah.

« لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ ».

, ”Allah melaknat orang Yahudi dan Nasrani, mereka menjadikan kuburan para nabi sebagai tempat sujud.” (Muttafaq ‘alaihi)

Hadits di atas menunjukkan bahwa orang yang menjadikan kuburan sebagai tempat ibadah maka mereka terjatuh, sebagaimana orang Yahudi dan Nasrani terjatuh di dalamnya, dan mereka mendapatkan laknat sebagaimana (Yahudi dan Nasrani) mendapatkannya.

2. Menyembelih binatang bukan karena Alloh.

لَعَنَ اللهُ من ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ رواه مسلم: 1240

“Alloh melaknat orang yang menyembelih (binatang) dengan selain nama Alloh.” (HR. Muslim: 1240)

3. Bermuamalah dengan sistem riba.

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- آكِلَ الرِّبَا وَمُوكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاء

“Rosululloh melaknat pemakan riba dan juga pemberinya (dua pihak yang melakukan transaksi riba), juru tulisnya, dan juga kedua saksinya.” (HR. Muslim: 4177)

4. Orang yang melindungi dan mendukung pelaku bid’ah.

وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ آوَى مُحْدِثًا ) . رواه مسلم: 1240

“Dan Alloh melaknat orang yang melindungi pelaku bid’ah.” (HR. Muslim: 1240)

5. Orang yang mencela para sahabat Nabi.

[ مَنْ سَبَّ أَصْحَابِي فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالملاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِين ]

“Barangsiapa mencela para sahabatku maka baginya laknat Alloh, laknat para malaikat, dan laknat menusia semuanya.” (Dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah: 2340)

6. Orang yang mengubah batas tanah.

لَعَنَ اللهُ مَنْ غيَّرَ مَنَارَ الأَرْضِ ) رواه مسلم: 1240

“Dan Alloh melaknat orang yang orang yang mengubah batas tanah. (HR. Muslim: 1240)

7 Seorang wanita yang menolak ajakan suami.

(( إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأبَتْ ، فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا ، لَعَنَتْهَا المَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبحَ )) متفق عَلَيْهِ .

“Jika seorang suami memanggil istrinya untuk mendatangi tempat tidurnya, kemudian istri tadi enggan datang, dan suami tidur dalam keadaan marah kepadanya, maka para malaikat melaknatnya (istri) sampai datang waktu Subuh.” (Muttafaq ‘alaihi)

8. Orang yang menyetubuhi istri dari duburnya (anus).

« مَلْعُونٌ مَنْ أَتَى امْرَأَتَهُ فِى دُبُرِهَا ».

“Terlaknat orang yang menggauli istrinya dari duburnya.” (Shohih Sunan Abu Dawud: 2162

9. Pelaku homoseks (liwath).

وَلَعَنَ الله مَنْ عَمِلَ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ. ( الصحيحة:3462)

“Dan Alloh melaknat orang yang mengerjakan amalan kaum Nabi Luth (homoseks).” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Hakim, dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah: 3462.)

10. Pembuat keonaran dan kerusuhan di kota Madinah.

مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ ظُلْمًا أَخَافَهُ اللَّهُ وَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لَا يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا

“Barangsiapa menakut-nakuti (membuat resah) penduduk Madinah secara dzolim, maka Alloh akan menakut-nakutinya dan baginya laknat Alloh, laknat para malaikat, dan laknat menusia semuanya, Alloh tidak menerima amalannya pada hari kiamat nanti, baik yang sunnah maupun wajib. (HR. Ahmad, dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah: 2304.)

11. Orang yang melaknat orang tuanya.

وَلَعَنَ اللَّهُ مَنْ لَعَنَ وَالِدَيْهِ )رواه مسلم: 1240

“Dan Alloh melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya.” (HR. Muslim: 1240)

Hadits ini mencakup seseorang yang melaknat kedua orang tuanya secara langsung atau menjadi penyebab kedua orang tuanya dilaknat orang, sebagaimana yang dijelaskan dalam sebuah riwayat yang lain, bahwa Rosululloh n juga bersabda:

(( إنَّ مِنْ أكْبَرِ الكَبَائِرِ أنْ يَلْعَنَ الرَّجُلُ وَالِدَيْهِ ! )) ، قِيلَ :يَا رَسُول الله ، كَيْفَ يَلْعَنُ الرَّجُلُ وَالِدَيهِ ؟! قَالَ: (( يَسُبُّ أَبَا الرَّجُلِ ، فَيَسُبُّ أباهُ ، وَيَسُبُّ أُمَّهُ ، فَيَسُبُّ أُمَّهُ )) . أخرجه : البخاري 8/3 ( 5973 ) ، ومسلم 1/64 ( 90 ) ( 146 ) .

“Sesungguhnya di antara dosa yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orang tuanya, maka dikatakan, “Wahai Rosululloh, bagaimana mungkin seseorang itu melaknat kedua orang tuanya?” Beliau menjawab, “Orang itu mencela bapak orang lain sehingga orang lain tadi mencela bapaknya dan seseorang mencela ibu orang lain maka orang lain tadi mencela ibunya.”” (HR. Bukhori: 5973 dan Muslim: 90, 146)

12. Durhaka kepada orang tua dan memutus silaturahmi.

وَمَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوِ انْتَمَى إِلَى غَيْرِ مَوَالِيهِ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ لاَ يَقْبَلُ اللَّهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلاَ عَدْلاً ».

“Barangsiapa mengaku-ngaku bukan anak bapaknya atau seorang budak yang dimerdekakan kemudian ia berloyalitas kepada selain orang yang memerdekakannya, maka baginya laknat Alloh, laknat para malaikat, dan laknat menusia semuanya, Alloh tidak menerima amalannya pada hari kiamat nanti, baik yang sunnah maupun wajib.” (HR. Muslim: 3393)

13. Orang yang menyembunyikan kebenaran. Lihat: (QS. al-Baqoroh: 159-160).

14. Orang yang mati dalam keadaan murtad atau kafir. Lihat: (QS. al-Baqoroh: 161)

15. Orang yang menggauli binatang. Rosululloh n bersabda:

وَلَعَنَ الله مَنْ وَقَعَ عَلَى الْبَهِيمَةِ ( الصحيحة:3462)

“Alloh melaknat orang yang menggauli binatang.” (HR. Ahmad, Ibnu Majah, Hakim, dan dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah: 3462.)

16. Orang yang membunuh jiwa seorang mukmin dengan sengaja. Lihat: (QS. an-Nisa`: 93)

17. Orang yang mencuri.

لَعَنَ اللَّهُ السَّارِقَ يَسْرِقُ الْبَيْضَةَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ وَيَسْرِقُ الْحَبْلَ فَتُقْطَعُ يَدُهُ – متفق عليه-

“Alloh melaknat orang yang mencuri telur kemudian dipotong tangannya dan mencuri tali kemudian dipotong tangannya.” (HR. Bukhori: 6783 dan Muslim: 1687)

18. Orang yang menyuap dan yang disuap.

لَعْنَةُ اللَّهِ عَلى الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ ( صحيح ) انظر حديث رقم : 5114 في صحيح الجامع

“Laknat Alloh bagi orang yang menyuap dan yang disuap.” (Dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’: 5114.)

19. Wanita yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya.

(( لَعنَ اللهُ الوَاصِلَةَ وَالمسْتَوْصِلَةَ)) متفق عليه.

“Alloh melaknat al-waashilah dan al-mustaushilah.” (HR. Bukhori: 5937 dan Muslim: 2124)

Imam Nawawi berkata, “Al-waashilah adalah orang yang menyambung rambut wanita dengan rambut lain (palsu), dan al-mustaushilah adalah wanita yang minta disambung rambutnya.” (Syarh Shohih Muslim: 7/290)

20. Wanita yang mentato dan yang minta ditato.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الْوَاصِلَةَ وَالْمُسْتَوْصِلَةَ وَالْوَاشِمَةَ وَالْمُسْتَوْشِمَة

“rasululloh melaknat wanita yang menyambung rambut dan yang minta disambung rambutnya, wanita yang mentato dan yang minta ditato.” (HR. Bukhori: 5598 dan Muslim: 5693)

21. Wanita yang mencabut (mencukur) alis mata dan merenggangkan gigi.

سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْعَنُ الْمُتَنَمِّصَاتِ وَالْمُتَفَلِّجَاتِ …اللَّاتِي يُغَيِّرْنَ خَلْقَ اللَّهِ

“Saya mendengar Rosululloh melaknat wanita-wanita yang mencabut (mencukur) alis mata dan merenggangkan gigi … Mereka mengubah ciptaan Alloh.”.(HR. Ahmad dan An-Nasa`i, dishohihkan al-Albani dalam Shohih Sunan An-Nasa`i: 5107)

22. Laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.

(( لَعَنَ المُتَشَبِّهِينَ مِنَ الرِّجَالِ بالنِّساءِ والمُتَشَبِّهاتِ مِنَ النِّسَاءِ بالرِّجالِ )) أخرجه : البخاري

“Rosululloh melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki.” (HR. Bukhori: 5775)

Dan dalam riwayat yang lain dikatakan:

لَعَنَ رسُولُ الله – صلى الله عليه وسلم – الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ المَرْأَةِ ، والمَرْأَةَ تَلْبِسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ . رواه أَبُو داود

“Rosululloh n melaknat laki-laki memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (Diriwayatkan Abu Dawud: 4098 dan dishohihkan al-Albani dalam Shohih al-Jami’: 5095)

23. Pelukis dan pembuat patung makhluk yang bernyawa.

وأنَّهُ لَعَنَ المُصَوِّرِينَ ((أخرجه : البخاري (2238))

“Dan dia melaknat para penggambar (makhluk yang bernyawa).” (HR. Bukhori: 2238)

Dan diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, bahwa beliau mendengar Rosululloh bersabda:

(( إنَّ أشَدَّ النَّاسِ عَذَاباً يَومَ القِيَامَةِ المُصَوِّرُونَ )) .متفق عليه

“Manusia yang paling berat adzabnya pada hari kiamat adalah para pelukis (makhluk yang bernyawa).” (HR. Bukhori: 5950 dan Muslim: 2109)

Dan diriwayatkan pula dari Ibnu ‘Abbas, bahwa beliau mendengar Rosululloh bersabda:

(( مَنْ صَوَّرَ صُورَةً فِي الدُّنْيَا ، كُلِّفَ أَنْ يَنْفُخَ فِيهَا الرُّوحَ يَومَ القِيَامَةِ وَلَيْسَ بِنَافِخٍ )) .

“Barangsiapa menggambar (makhluk yang bernyawa) di dunia, maka ia akan dibebani pada hari kiamat untuk meniupkan ruh padanya dan ia tidak mampu meniupkannya.“ (HR. Bukhori: 7042 dan Muslim: 2110)

Dan dalam riwayat yang lain dikatakan:

(( لاَ تَدْخُلُ المَلاَئِكَةُ بَيْتاً فيهِ كَلْبٌ وَلاَ صُورَةٌ )) . متفق عليه

“Para malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing dan gambar makhluk bernyawa.” (HR. Bukhori: 3225 dan Muslim: 2106)

24. Orang yang buang kotoran di jalan dan di tempat manusia berteduh.

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رَسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ : (( اتَّقُوا اللاَّعِنَيْنِ )) قالوا : وَمَا اللاَّعِنَانِ ؟ قَالَ : (( الَّذِي يَتَخَلَّى((2)) في طَرِيقِ النَّاسِ أَوْ في ظِلِّهِمْ )) . رواه مسلم .

“Takutlah kalian pada dua hal yang menyebabkan laknat,” mereka bertanya, “Apa dua hal itu (, ya Rosululloh)?” Beliau menjawab, “Orang yang membuang kotorannya di jalan manusia atau di tempat mereka berteduh.” (HR. Muslim: 269)

25. Menyiasati syari’at. Rosululloh bersabda:

« لَعَنَ اللَّهُ الْيَهُودَ حُرِّمَتْ عَلَيْهِمُ الشُّحُومُ فَجَمَّلُوهَا فَبَاعُوهَا ».

“ Semoga Alloh melaknat orang-orang Yahudi, ketika diharamkan atas mereka lemak binatang maka mereka membagusinya kemudian menjualnya (dan memakan harganya).” (HR. Bukhori: 2110 dan Muslim: 4134).

Hal ini dikuatkan oleh riwayat yang lain:

وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ إِذَا حَرَّمَ شَيْئا حَرَّمَ ثَمَنَهُ

“Dan sesungguhnya jika Alloh mengharamkan sesuatu, maka Alloh haramkan pula harganya (harta hasil penjualannya).” (Dishohihkan al-Albani dalam Ghoyatil Marom: 318.)

26. Al-muhallil dan al-muhallal lahu.

Rosululloh bersabda:

« لَعَنَ اللَّهُ الْمُحَلِّلَ وَالْمُحَلَّلَ لَهُ ».

“Alloh melaknat Al-muhallil dan al-muhallal lahu (HR. Abu Dawud: 2078)

Yang dimaksud dengan muhallil adalah seorang yang menikahi janda yang sudah ditalak tiga oleh suaminya kemudian menceraikannya dengan niat supaya kembali lagi kepada suami yang pertama.

Dan muhallil lahu adalah: seorang suami yang sudah mentalak tiga istrinya, kemudian menyesal dan menyuruh atau berkompromi dengan laki-laki lain supaya laki-laki tadi menikahi istrinya kemudian menceraikannya, supaya halal lagi bagi dia (suami pertama) untuk rujuk dengan istrinya.

27. Orang mengancam saudaranya dengan benda tajam. Rosululloh bersabda:

مَنْ أشَارَ إلَى أخِيهِ بِحَدِيدَةٍ ، فَإنَّ المَلاَئِكَةَ تَلْعَنُهُ حَتَّى وَإنْ كَانَ أخَاهُ لأَبِيهِ وَأُمِّهِ

“Barangsiapa menunjuk ke arah saudaranya dengan benda tajam, maka sesungguhnya para malaikat melaknatnya meskipun dia adalah saudaranya sebapak atau seibu.” (HR. Imam Muslim: 6832)

28. Meninggalkan dakwah ‘amar ma’ruf nahi munkar..” (QS. Al-Ma`idah: 78-79)

29. Orang yang terlibat dalam minuman keras.

لَعَنَ اللَّهُ الْخَمْرَ وَشَارِبَهَا وَسَاقِيَهَا وَبَائِعَهَا وَمُبْتَاعَهَا وَعَاصِرَهَا وَمُعْتَصِرَهَا وَحَامِلَهَا وَالْمَحْمُولَةَ إِلَيْهِ ».

“Alloh melaknat minuman keras, peminumnya, orang yang menuangnya, penjualnya, pembelinya, pemeras anggurnya dan yang minta diperas untuknya, pembawanya dan yang minta dibawa kepadanya.” (HR. Abu Dawud: 3676, dishohihkan al-Albani dalam Shohih Sunan Abu Dawud: 3674).

30. Pemimpin yang dzolim.

وَإِنْ عَاهَدُوا وَفَوْا وَإِنْ حَكَمُوا عَدَلُوا فَمَنْ لَمْ يَفْعَلْ ذَلِكَ مِنْهُمْ فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“…. (Pemimpin yang baik) adalah jika ia berjanji maka ia menepati, jika ia menghukumi maka ia berlaku adil dalam hukumnya, dan jika ia tidak demikian maka baginya laknat Alloh, para malaikat, dan manusia semuanya.” (Dishohihkan al-Albani dalam ash-Shohihah: 2858)

31. Wanita yang meratapi mayyit.

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّائِحَةَ وَالْمُسْتَمِعَةَ

“Rosululloh n melaknat wanita yang meratapi mayyit dan juga yang sengaja mendengarkannya.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud, akan tetapi didho’ifkan al-Albani dalam al-Miskat: 1732)

32. Orang yang meniup seruling ketika bahagia dan berteriak (meratap) ketika tertimpa musibah.

Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda:

صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ في الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ مِزْمَار عِنْدَ نِعْمَةٍ ورنة عِنْدَ مُصِيْبَةٍ

“Dua suara yang dilaknat di dunia dan di akhirat: suara seruling ketika mendapat nikmat dan suara teriak ratapan ketika datang musibah.” (Dihasankan al-Albani dalam Shohih at-Targhib: 3527)

Demikianlah penjelasan singkat tentang manusia-manusia yang terlaknat, semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan juga pembaca semuanya, dan semoga kita digolongkan oleh Alloh di antara orang-orang yang mendapat rahmat dan bukan di antara golongan yang mendapat laknat. Amin.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين. والحمد لله رب العالمين

Referensi: 
1. Riyadh al-Shalihin karya: al-Nawawy, 
2. al-Mal’uunun karya: syekh Basim al-Jawabirah
3. dll

Akhukum fillah:
Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah

Beliau adalah staf pengajar di STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya. Beliau telah menempuh pendidikan di S1 Syariah, Universitas Ibnu Su’ud Jakarta (LIPIA), dan sekarang sedang menempuh program doktoral di Al-Imam Muhammad bin Suud Islamic University di Riyadh, Arab Saudi. Bidang beliau yakni Fikih, Nahwu, Ta’bir, Qiro’ah, Durus minal Qur’an.

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*