rekor bergengsi dunia

Rekor Bergengsi Dunia Diborong Semua oleh Para Nabi dan Rasul ‘Alaihimush Shalatu was Salam

Abu Zur'ah Ath-Thaybi Aqidah, Penyejuk Hati 0 Comments

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَ عَليَ آلِهِ وَ أَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ وَ بَعْدُ:

Orang-orang kafir sering melakukan observasi dan survei tentang hal-hal luar biasa terkhusus rekor bergengsi dunia. Di antaranya tentang siapakah manusia terkaya di dunia, tertampan, pertemuan paling besejarah, dan lain-lain. Namun, tahukah kita bahwa semua bentuk rekor bergengsi dunia itu semuanya diborong oleh para Nabi dan Rasul? Berikut pembuktiannya:

1:: Manusia Terkaya Sepanjang Sejarah Manusia

Majalah Forbes menyebutkan bahwa pada tahun 2012 ini, manusia terkaya di dunia nomer satu diperoleh Carlos Slim Helú kebangsaan Mexico (Rp 627,84 triliun), kedua diperoleh Bill Gates kebangsaan Amerika Serikat (Rp 555 triliun), dan Warren Buffett kebangsaan Amerika Serikat (Rp 400,3 triliun). [http://id.berita.yahoo.com/10-orang-terkaya-dunia.html]

Mari kita bandingkan mereka dengan kekayaan Nabi Sulaiman ‘alaihis salam.

Nabi Sulaiman ‘alaihis salam meminta kepada Allah kekayaan yang tidak akan pernah ada lagi sepeninggalnya, lalu Allah mengabulkannya. Allah Yang Maha Kaya berfirman:

((قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ))

“Dia berdoa, ‘Wahai Rabb-ku, ampunilah aku dan berilah aku sebuah kerajaan yang tidak akan diperoleh oleh seorang pun sepeninggalku. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” [QS. Shad [38]: 35]

Maka Allah pun mengabulkannya dengan memberikan kekayaan melimpah. Tidak itu saja, bahkan jin dijadikan takluk di bawah perintahnya, begitu juga angin. [Lihat QS. Shad [38]: 36-40 dan an-Naml [27]: 40-41]

قال رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ دَاوُدَ عَلَيْهِ السَّلَامُ سَأَلَ اللَّهَ ثَلَاثًا، أَعْطَاهُ اثْنَتَيْنِ، وَنَحْنُ نَرْجُو أَنْ تَكُونَ لَهُ الثَّالِثَةُ: فَسَأَلَهُ حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ، فَأَعْطَاهُ اللهُ إِيَّاهُ، وَسَأَلَهُ مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ، فَأَعْطَاهُ إِيَّاهُ، وَسَأَلَهُ أَيُّمَا رَجُلٍ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ خَرَجَ مِنْ خَطِيئَتِهِ مِثْلَ يَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ، فَنَحْنُ نَرْجُو أَنْ يَكُونَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ»

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Sulaiman bin Dawud ‘alaihis salam memohon kepada Allah tiga hal. Yang dua telah dikabulkan dan kami berharap yang ketiga juga dikabulkan. Dia meminta ketepatan dalam memutuskan hukum lalu Allah mengabulkannya, dia meminta kerajaan yang tidak akan diperoleh oleh seorang pun sepeninggalnya lalu Dia mengabulkannya, dan dia memohon kepada-Nya siapa saja yang keluar dari rumahnya hanya ingin untuk shalat di masjid ini maka dosanya keluar pula seperti di hari dia dilahirkan ibunya. Kami berharap Allah mengabulkan permohonannya itu.” [Shahih: Musnad Ahmad (no. 6644). Al-Arnauth berkata, “Sanadnya shahih, semuanya pewari terpercaya yaitu para perawi al-Bukhari Muslim kecuali Abdullah bin ad-Dailami –dia adalah Abdullah bin Fairus–. Dia perawi Abu Dawud, Nasa`i, dan Ibnu Majah. Dia seorang yang terpercaya.”]

Bandingkanlah kekayaan mereka dengan kekayaan Nabi Sulaiman yang kerajaannya terbuat dari batu permata dan alasnya berkaca laksana akuarium raksasa? Prajuritnya melimpah ruwah di mana memindahkan singgasana kerajaan Ratu Bilqis hanya melibatkan satu utusan dalam tempo kedipan mata? Maha Suci Allah yang telah memuliakan para nabi ‘alaihis salam di dunia sebelum di akhirat.!

2:: Manusia Paling Rupawan Sepanjang Sejarah Manusia

Banyak kontes kecantikan diselenggarakan orang-orang kafir yang secara tidak langsung untuk mengkampanyekan bahwa negeri mereka berpenduduk terpelajar, kaya, dan rupawan. Tidak ketinggalan, kontes ketampanan pun diselenggarakan juga.

Sementara Allah tidak menginginkan kebaikan –meskipun dalam urusan dunia– melainkan yang lebih layak untuk mendapatkannya adalah para kekasihnya dari orang-orang shalih lagi bertakwa. Maka, Allah memilih Yusuf ‘alaihis salam untuk menyandang manusia paling rupawan sebagai karunia dari-Nya. Allah Yang Maha Indah berfirman:

((فَلَمَّا رَأَيْنَهُ أَكْبَرْنَهُ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَاشَ لِلَّهِ مَا هَذَا بَشَرًا إِنْ هَذَا إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ))

“Maka, tatkala mereka (para wanita negeri Mesir) melihatnya, mereka merasa takjub dan memotong-motong tangan mereka serta berkata, ‘Maha Sempurna Allah. Ini bukanlah manusia tetapi tidak lain adalah malaikat yang mulia.” [QS. Yusuf [12]: 31]

Dalam hadits Isra` diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu Yusuf ‘alaihis salam di langit ketiga lalu beliau bersabda:

«إِذَا هُوَ قَدْ أُعْطِيَ شَطْرَ الْحَسَنِ»

“Ternyata dia diberi setengah ketampanan.” [Shahih: Shahih Muslim (no. 162) dari Anas bin Malik. Maksudnya setengah ketampanan seluruh laki-laki atau setengah ketampanan Rasulullah –Allahu ‘alam–]

قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بنُ مَسْعُوْدٍ: كاَنَ وَجْهُ يُوْسُفُ مِثْلَ الْبَرْقِ، وَكَانَتِ الْمَرْأَةُ إِذَا أَتَتْهُ لِحَاجَةٍ غَطَّى وَجْهَهُ مَخَافَةَ أَنْ تُفْتَنَنَّ بِهِ

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Wajah Yusuf laksana kilat. Apabila ada wanita yang mendatanginya untuk suatu keperluan, ia menutupi wajahnya karena khawatir wanita tersebut terfitnah olehnya.” [Tafsir Ibnu Katsir (IV/386)]!

3:: Bapak Penghulu yang Paling Bergengsi

Para ilmuwan Barat masa kini menobatkan Hilbert –ada yang berpendapat Archimides, al-Kindi, dan al-Khawarizmi– sebagai Bapak Matematika Dunia, Albert Einstein sebagai Bapak Fisika Dunia, Geber sebagai Bapak Kimia Dunia, Charles Darwin si Atheis sebagai Bapak Biologi Dunia, dan Hippocrates –ada yang berpendapat Ibnu Sina– sebagai Bapak Kedokteran Dunia. Sementara Ibrahim ‘alaihis salam mendapat julukan Bapak Tauhid. Allah Ta’ala berfirman:

((قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ))

“Sungguh telah ada suri teladan yang baik bagimu pada diri Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ketika mereka berkata kepada kaumnya, ‘Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dari apa yang kalian sembah selain Allah. Kami mengingkari kalian dan telah jelas permusuhan dan kebencian di antara kami dan kalian untuk selamanya hingga kalian beriman kepada Allah semata.” [QS. Al-Mumtahanah [60]: 4]

Dan juga firman-Nya:

((ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ))

“Kemudian Kami wahyukan kepadamu agar mengikuti agama Ibrahim yang lurus dan dia bukanlah termasuk dari orang-orang musyrik.” [QS. An-Nahl [16]: 123]

Mana yang lebih utama? Gelar Bapak Tauhidkah atau matematika, fisika, kimia, biologi, atau kedokterankah???

Siapa yang meninggal di atas tauhid, bahagialah ia, dan baransiapa yang meninggal di atas syirik maka tidak ada kejayaan lagi baginya dan baginya kerugian selama-lamanya.

عَنْ مُعَاذٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كُنْتُ رِدْفَ النَّبِىِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى حِمَارٍ يُقَالُ لَهُ عُفَيْرٌ، فَقَالَ: «يَا مُعَاذُ، هَلْ تَدْرِى حَقَّ اللَّهِ عَلَى عِبَادِهِ وَمَا حَقُّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ؟» قُلْتُ: اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ، قَالَ: «فَإِنَّ حَقَّ اللَّهِ عَلَى الْعِبَادِ أَنْ يَعْبُدُوهُ وَلاَ يُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا، وَحَقَّ الْعِبَادِ عَلَى اللَّهِ أَنْ لاَ يُعَذِّبَ مَنْ لاَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا» فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَفَلاَ أُبَشِّرُ بِهِ النَّاسَ؟ قَالَ: «لاَ تُبَشِّرْهُمْ فَيَتَّكِلُوا»

Dari Muadz radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku pernah dibonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas seekor keledai bernama ‘Ufair, lalu beliau bersabda, ‘Hai Muadz, apakah kamu tahu hak Allah atas hamba-hamba-Nya, dan apa hak para hamba atas Allah?’ Aku menjawab, ‘Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.’ Beliau bersabda, ‘Hak Allah atas para hamba adalah menyembah-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun, dan hak para hamba atas Allah adalah Dia tidak akan menyiksa siapa yang tidak menyekutukannya dengan apapun.’ Lalu aku bertanya, ‘Apakah boleh aku kabarkan ini kepada manusia?’ beliau menjawab, ‘Jangan, nanti mereka hanya berpangku tangan.’” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 2856) dan Shahih Muslim (no. 30)]!

4:: Manusia Paling Mulia Akhlaknya Sepanjang Masa

Siapakah yang meraihnya? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Ta’ala berfirman:

((وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ))

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berada di atas akhlak yang mulia.” [QS. Al-Qalam [68]: 4]

قَالَ الْحَسَنِ: سُئِلَتْ عَائِشَةُ عَنْ خُلُقِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؟ فَقَالَتْ: كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ

Al-Hasan berkata, “Aisyah pernah ditanya tentang akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam? Dia menjawab, ‘Akhlak beliau adalah al-Qur`an.’” [Shahih: Musnad Ahmad (no. 25813). Al-Arnauth berkata, “Seluruh perawinya terpercaya.”]

Di dalam al-Qur`an Allah mengabarkan tentang balasan dan ciri-ciri orang mukmin berupa sabar, penyayang, santun, memaafkan, dermawan, dan sifat-sifat mulia lainnya. Itulah akhlak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.!

5:: Pertemuan Paling Bergengsi Sepanjang Zaman

Pertemuan apakah itu? Siapa saja yang menghadirinya? Pertemuan para Nabi dan rasul di malam Isra Mi’raj adalah pertemuan paling bergensi dan bersejarah sepanjang sejarah manusia.

Alangkah agungnya sebuah pertemuan yang di antara pesertanya adalah Nabi Adam bapak seluruh manusia, Nabi Nuh rasul pertama yang diutus, Nabi Ibrahim bapak tauhid, Nabi Yusuf si rupawan, Nabi Musa yang pernah diajak bicara Allah, Nabi Isa al-Masih yang bisa menghidupkan orang mati, dan Rasulullah manusia terbaik sepanjang masa!

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkisah tentang dirinya menjadi imam shalat para Nabi saat malam Isra’ Mi’raj,

«فَلَمْ أَلْبَثُ إِلَّا يَسِيْرًا حَتَّى اجْتَمَعَ نَاسٌ كَثِيْرٌ، ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ وَأُقِيْمَتِ الصَّلَاةُ» قال: «فَقُمْنَا صُفُوْفًا نَنْتَظِرُ مَنْ يَؤُمُّنَا، فَأَخَذَ بِيَدِي جِبْرِيْلُ عَلَيْهِ السَّلَاُم، فَقَدَّمَنِي فَصَلَّيْتُ بِهِمْ. فَلَمَّا انْصَرَفْتُ قَالَ جِبْرِيْلُ: يَا مُحَمَّدُ، أّتَدْرِي مَنْ صَلَّى خَلْفَكَ؟» قَالَ: «قُلْتُ: لَا. قَالَ: صَلَّى خَلْفَكَ كُلُّ نَبِيٍّ بَعَثَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ»

“Kemudian aku istirahat sejenak hingga manusia banyak berkumpul. Kemudian seorang mengumandangkan adzan dan aku berdiri untuk shalat. Aku berdiri di shaf menunggu seseorang yang akan mengimami kami. Tiba-tiba Jibril memegang tanganku lalu mendorongku maju untuk menjadi imam shalat. Usai shalat, Jibril bertanya, ‘Hai Muhammad, apakah kamu tahu siapa yang shalat dibelakangmu?’ Aku menjawab, ‘Tidak tahu.’ Jibril berkata, “Yang shalat di belakangmu adalah semua para nabi yang pernah diutus Allah Azza wa Jalla.” [Tafsir Ibnu Katsir (V/13)]

Kalau begitu, layakkah pertemuan ini dibanding-bandingkan dengan pertemuan PBB, KTT, ASEAN, Rengasdengklok, apalagi rapat kepresidenan??? Sungguh amat jauh.!

Inilah keistemewaan para nabi dan rasul ‘alaihimus salam atas selainnya. Bahkan, dalam urusan keduniaan pun, Allah menjadikan mereka sebagai orang-orang yang unggul. Jika ada yang meremehkan dan menyakiti mereka, maka Allah-lah yang akan menjadi penolong mereka. Di antara buktinya adalah firman Allah Ta’ala:

((يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَكُونُوا كَالَّذِينَ آذَوْا مُوسَى فَبَرَّأَهُ اللَّهُ مِمَّا قَالُوا وَكَانَ عِنْدَ اللَّهِ وَجِيهًا))

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian seperti orang-orang yang pernah menyakiti Musa lalu Allah membebaskannya dari apa yang mereka katakan. Dan dia di sisi Allah mendapat kemuliaan.” [QS. Al-Ahzab [33]: 69]

Ayat ini turun berkenaan dengan Bani Israil yang menuduh cacat salah satu anggota tubuh Nabi Musa ‘alaihis salam. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisahkan:

«كَانَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ يَغْتَسِلُونَ عُرَاةً، يَنْظُرُ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ، وَكَانَ مُوسَى يَغْتَسِلُ وَحْدَهُ، فَقَالُوا: وَاللَّهِ مَا يَمْنَعُ مُوسَى أَنْ يَغْتَسِلَ مَعَنَا إِلاَّ أَنَّهُ آدَرُ، فَذَهَبَ مَرَّةً يَغْتَسِلُ، فَوَضَعَ ثَوْبَهُ عَلَى حَجَرٍ، فَفَرَّ الْحَجَرُ بِثَوْبِهِ، فَخَرَجَ مُوسَى فِى إِثْرِهِ يَقُولُ: ثَوْبِى يَا حَجَرُ! حَتَّى نَظَرَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ إِلَى مُوسَى، فَقَالُوا: وَاللَّهِ مَا بِمُوسَى مِنْ بَأْسٍ. وَأَخَذَ ثَوْبَهُ، فَطَفِقَ بِالْحَجَرِ ضَرْبًا»

“Dahulu Bani Israil biasa mandi dengan telanjang sehingga satu sama lain saling melihat. Sementara Musa menyendiri saat mandi. Lalu mereka pun berkata, ‘Demi Allah, tidak ada yang menghalangi Musa untuk mandi bersama kita kecuali karena buah kemaluannya besar.’ Suatu ketika Musa pergi mandi lalu meletakkan bajunya di atas sebuah batu, lalu batu itu membawa lari bajunya. Lalu Musa mengejarnya dalam keadaan telanjang seraya berteriak, ‘Hai batu! Kembalikan bajuku!’ Maka, melihatlah Bani Israil ke tubuh Musa lalu mereka berkata, ‘Demi Allah tidak ada masalah dengan kemaluan Musa.’ Musa pun berhasil mengambil bajunya lalu memukul batu itu dengan keras.” [Muttafaqun ‘Alaihi: Shahih al-Bukhari (no. 278) dan Shahih Muslim (no. 339) dari Abu Hurairah]

Tuduhan dusta Bani Israil tidak dibiarkan begitu saja oleh Allah karena hal itu bisa mencoreng kehormatan nabi-Nya, maka Dia pun menunjukkan kekuasaannya dengan menjadikan sebuah batu mencuri baju Musa agar tampak bagi manusia bahwa Musa terbebas dari tuduhan dusta itu.

Seandainya saja benar bahwa salah satu anggota tubuh Nabi Musa cacat, hal ini tidak akan mempengaruhi sama sekali risalah yang dibawanya. Namun, Allah ingin membuktikan kepada manusia bahwa para nabi dan rasul adalah manusia istimewa dan terhormat yang memiliki tubuh yang indah di mana keindahan merupakan hal yang disukai Allah dan manusia!

الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي بِنِعْمَتِهِ تَتِمُّ الصَّالِحَاتُ

Masjid Thaybah, 18 April 2012

Penghujung malam dini hari

Abu Zur’ah ath-Thaybi

Murajaah: Ustadz Muhammad Nur Yasin

(Mudir Pesma Thaybah Surabaya)

Referensi:

  1. Shahih al-Bukhari karya Abu Abdillah Muhammad bin Ismail al-Bukhari al-Ju’fi (w: 256 H), Penerbit: Dar Ibnu Katsir Beirut th. 1407 H/1987 M, Tahqiq: Dr. Mushthafa al-Bagha dosen Ilmu Hadits di Fakultas Syari’ah Universitas Damaskus, 6 Jilid.
  2. Shahih Muslim karya Abul Husain Muslim bin Hajjaj bin Muslim al-Qusyairi an-Naisaburi (w: 261 H), Penerbit: Ihyaut Turats al-Arabi Beirut, Tahqiq: Dr. Muhammad Fuad Abdul Baqi, 5 Jilid.
  3. Musnad Ahmad karya Abu Abdillah Ahmad bin Hanbal asy-Syaibani (w: 241 ), Tahqiq: Syuaib al-Arnauth, dkk, Penerbit: Muassasah ar-Risalah
  4. Tafsir Ibnu Katsir karya Abul Fida Ismail bin Umar bin Katsir al-Quraisy ad-Dimasyqi (w: 774 H), Tahqiq: Sami Muhammad Salamah, Penerbit: Darut Tayyibah, cet. ke-2 th. 1420 H/1999 M, 8 Jilid
Penulis buku “MUNGKINKAH AKU HAFAL SATU JUTA HADITS SEPERTI IMAM AHMAD BIN HANBAL??”, “ADA APA DENGAN BAHASA ARAB?”, “ARBAIN QUR’ANIYYAH”, dan “ARBA’IN MUTTAFAQUN ALAIH”, Penerjemah Kutaib PENGARUH IBADAH DALAM KEHIDUPAN karya Syaikh Abdul Muhsin al-Badr.

Pengelola situs http://terjemahmatan.blogspot.com

Rekomendasi Artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*